Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
batu


__ADS_3

"tante...tante dimana?"


terdengar suara seorang lelaki mendekat ke rumah kaca milik wanda.


"san...itu kayaknya jojo deh"


sania menggeleng.dia masih belum bisa bertemu dengan jonathan.


"tolong bu..." seakan mengerti arti tatapan sania yang putus asa,wanda keluar dan menghampiri jonathan.


"oh..kamu jo.tumben banget kesini"


jonathan mencium pipi wanda lalu mengikutinya masuk kedalam.


"kepengen aja ketemu tante,aku lagi kangen papi"


wanda tersenyum kecil mendengarkan penuturan keponakan satu-satunya.


"makanya tengokin dong,kamu mau tante temenin?"


"entar aja lah tan..tante masak apa?"


"kebetulan tante masak makanan kesukaan kamu"


mereka berdua duduk berdampingan dan akhirnya makan bersama.


"kamu baik-baik aja kan jo ?"


"baik tante"


sania yang sedang didapur tadinya hanya ingin mencuci tangan tapi begitu mendengar perbincangan antara jonathan dengan bu wanda dia berhenti.ingin sekali dia melihat dan bertemu dengan jonathan,tapi entah kenapa rasanya sakit sekali.


"serius jo?tante denger dari darius kamu sering mabuk-mabukkan"


"nggak pa-pa kok tan"


"kamu masih nyari sania?"


jonathan mengangguk kecil masih fokus dengan makannya.


"terus perkembangannya gimana?"


"nggak ada kemajuan tan.jo aja nggak tau dia pergi kemana.aku khawatir mereka kenapa-kenapa"


"mereka?"


"sania lagi hamil anakku tante,aku nggak tau mami ngomong apa ke sania sampai-sampai dia pergi"


"kalau mami kamu sih bilangnya dia cuma mecat sania"


"tapi mami pasti marahin sania juga tante...aku tau mami orangnya kayak apa"


"ya kamu nggak bisa nyalahin mami kamu juga jo...kalau tante jadi mami kamu pasti tante juga marah"


"tapi kan sania nggak salah apa-apa tante..yang salah itu jo.jo yang maksa sania sampai dia hamil,jo yang ngurung sania di apartemen itu.harusnya mami marahin aku aja bukan dia"


"biar nanti tante bantu ngomong ke mami kamu"


lelaki itu memilih pergi kekamar darius dan tidur disana.sementara sania tetap mengurung diri dikamarnya.


dia kembali mengingat bagaimana dulu darius menemukannya.


flashback on

__ADS_1


"lo ngapain disini??"


sania berusaha lari tapi disampingnya sudah ada soni yang mencegatnya.


"tuan..tolong biarin saya pergi.nanti nyonya marah kalau lihat saya masih disini"


"nyonya??maksud lo tante maria?"


sania tampak gelisah melihat ke sekeliling.dia harus cepat-cepat pergi kalau tidak mau dihina nyonya maria didepan umum.


darius menarik tangan sania hingga gadis itu masuk kedalam mobil.


"tuan..saya mau dibawa kemana?saya mau pergi tuan"


"lo mau pergi kemana?"


"mau... kerumah temen" jawab sania ragu-ragu karena dia masih belum tau akan pergi kemana.


"yaudah sekarang telfon temen lo"


"saya nggak ada hp"


darius menyodorkan ponselnya tapi sania menggeleng.


"kenapa?"


"saya nggak ada nomornya tuan"


"ck..gue anterin lo kesana.dimana alamat rumahnya ?"


sania memberitahu alamat rumah rosi pada soni yang duduk dikursi kemudi.


begitu sampai dirumah rosi,yang ada hanyalah ibu beserta kedua adiknya.tempatnya terlihat sempit karena barang-barang bergeletakan dimana-mana.belum lagi kamar kontrakan tiga petak itu berdempetan dengan sungai yang baunya sungguh menyengat.


sania lalu menanyakan apakah ada kontrakan kosong disekitar sini,tapi darius langsung menginterupsi karena dia tak setuju sania tinggal didaerah seperti ini.lima menit kemudian darius pamit dengan membawa sania serta.


darius memerintahkan agar soni mengantarnya kekantor terlebih dulu baru membawa sania pulang.


tadinya sania menolak keras untuk tinggal ditempat darius.tapi begitu darius mengancam akan memberitahukan pada jonathan tentang keberadaannya,sania langsung menurut.


ternyata nyonya wanda orang yang sangat baik.begitu mendapat telfon dari putranya tentang sania,wanita itu langsung menyiapkan kamar khusus.


bahkan wanda tidak mengijinkan sania memanggilnya nyonya karena sania memiliki hubungan khusus dengan jonathan.


flashback off


"san..kamu beneran nggak mau ketemu sama jojo?"


"lebih baik enggak bu"


"kenapa sih kamu susah banget dibilangin.saya tau kamu juga sebenarnya kangen sama jojo"


"enggak kok bu"


"nggak usah bohong san"


mereka sedang berbincang didalam kamar yang ditempati sania.sebenarnya wanda menyetujui jonathan bersama dengan sania,hanya saja dia masih belum bisa membujuk kakak iparnya agar mau merestui hubungan mereka.nyonya maria adalah sosok wanita yang teguh dengan pendiriannya.karena merasa sakit hati telah dibohongi oleh sania,akhirnya wanita itu menutup mata dan hati akan kebahagiaan putranya.dia sangat anti dengan kebohongan dan juga pembohong.


semenjak sania tinggal dirumah ini wanda jadi ada teman untuk mengobrol.dirumahnya yang tidak terlalu besar dia hanya memakai jasa ART yang tiap harinya pulang pukul empat sore.jadi bila sudah malam dan kebetulan darius belum pulang,dia hanya sendirian dirumah.


tapi masalah keamanan darius selalu memilih yang terbaik.untuk masuk dan keluar rumah saja semua pintu menggunakan tekhnologi yang harus memasukkan kombinasi angka bila ingin melewatinya.


kaca yang digunakan semuanya anti peluru.tak ketinggalan cctv,alarm kebakaran dan juga pengawal setara paspampres yang nyonya maria sebut sebagai satpam dia sediakan khusus untuk dirumah dan menjaga bila ibunya bepergian.

__ADS_1


sampai malam hari jonathan masih saja tinggal ditempat darius.jonathan sedang mengobrol santai dengan sang tante hingga akhirnya darius pulang dari kantor.


awalnya lelaki itu terkejut melihat jonathan ada dirumah dan apakah dia sudah bertemu dengan sania menjadi pertanyaan besar.


"tumben lo disini?"


jonathan menoleh begitu mendengar suara darius menyapanya.


"gue lagi ngobrol ama tante,kenapa?"


"ma...mereka udah ketemu belom?" darius mengacuhkan jonathan dan malah bertanya pada mamanya yang kini sedang menatapnya.


"belom.mama aja pusing kak"


jonathan yang mendengar pembicaraan ibu dan anak itu bingung namun tak ingin tau lebih lanjut.


"terus udah makan belom?"


"sore si udah,tapi malem belom.mau gimana lagi" ucap wanda yang melirik jonathan yang duduk disampingnya.


"aduh....bro ayo kita ke atas" darius sengaja mengalihkan jonathan agar mamanya bisa mengambilkan makan untuk sania.


"nggak mau,gue masih pengen ngobrol ama tante"


"gue ada info"


pandangan jonathan langsung beralih fokus dari yang tadinya melihat ke arah televisi langsung ke darius.


"info apa?"


"info penting,ayo buruan" darius berjalan didepan dan tak lama jonathan mengikuti.dia berharap info yang dimaksud mengenai sania.wanda lalu berjalan menuju meja makan dan mengambil nasi serta lauk untuk sania.dia khawatir wanita yang sedang mengandung itu akan kelaparan.


"tadi anak buah gue sempet liat sania,tapi begitu diikutin sania ilang nggak ada jejak."


"dimana ?biar gue cari"


"di daerah x,tapi tenang aja.gue udah tempatin orang buat nyari sania.lo nggak usah kesana"


"nggak,pokoknya gue harus cari sendiri.gue pergi dulu"


"jo....tunggu"


darius masih ingin menahan agar jonathan tidak pergi tapi percuma saja.


"tante..jo pergi dulu"


"loh kamu mau kemana jo?"


"nyari sania"


lelaki itu sudah berlalu pergi dan mulai mengemudikan mobilnya ke daerah yang disebutkan darius tadi.jonathan berputar mengelilingi area tersebut beberapa kali hingga dia lelah.akhirnya dia parkir disebuah tempat dan mengawasi dari sana.


di lain tempat sania sudah duduk dihadapan darius dan menunggu lelaki itu berbicara.


"lo tuh batu banget sih,liat tadi abang gue lari demi buat nyari lo ?"


"ijinin saya tetap bersembunyi tuan,paling nggak sampai anak ini lahir"


"tapi gue nggak tega liat abang gue tiap hari kayak orang gila nyariin lo"


"tolong tuan..tolong jangan kasih tau tuan jonathan"


darius sudah tak bisa berkata apa-apa lagi dan memilih pergi kekamarnya.wanda mengusap bahu sania agar wanita muda itu kuat.wanda juga tak bisa memaksa bila sania tidak mau.

__ADS_1


BERSAMBUNG


semoga nanti bisa lanjut nulisnya.buat sementara ini dulu ya readers :*


__ADS_2