
"nyonya....sebenarnya ada apa?apa saya udah buat salah ?"
nyonya maria memandang sinis pada sania membuat gadis itu merasa tak enak hati dan sedih disaat yang bersamaan.mobil semakin menjauhi rumah mewah milik majikannya entah menuju kemana.
"saya nggak nyangka,ternyata kamu menghianati kepercayaan saya sania.begitu saya nggak dirumah kamu dan jonathan pergi berdua ke klub buat bersenang-senang.iya ?"
"enggak nyonya...saya nggak berani" sania mulai panik karena nyonya maria menuduhnya macam-macam.
"kamu mau bohong sama saya ?!!!" suara tinggi nyonya maria memenuhi seisi mobil.sania malu,sedih dan bingung tak tahu harus melakukan apa sekarang.
"saya semalem cuma layanin tuan..."
"LAYANIN?!!!" wajah nyonya maria sudah merah padam mendengar penjelasan sania yang baru setengah jalan.
waduh..salah ngomong nih gue 😨😨
"nuang minuman ke gelas nya...semalam tuan bertemu dengan wanita cantik disana"
sania menjelaskan dengan cepat agar nyonya maria tidak salah sangka.
"siapa??"
"non vero nya..."
"vero?yang ini ?"
nyonya maria merogoh ponsel dari tas jinjingnya dan menunjukkan sebuah foto pada sania.
gadis muda itu mengamati lekat-lekat dan mengangguk setelah yakin karena wanita difoto itu memiliki tahi lalat kecil diatas bibirnya sama seperti yang sania temui semalam.
nyonya maria sepertinya lega.dia sudah tidak lagi menunjukkan rasa marahnya pada sania.mobil itu semakin menjauhi keramaian ibukota dan menuju daerah puncak yang lebih segar.jalannya berliku membuat sania sedikit pusing dan mual.
sampai disebuah rumah berwarna putih,pak pram membukakan pintu untuk nyonya lalu menurunkan koper dari bagasi belakang.sania memandang sekelilingnya yang nampak sangat asri dan hijau.
karena tiba saat hari sudah sore hawanya sedikit lebih sejuk daripada siang tadi.
mereka masuk kedalam rumah dan disambut oleh seorang wanita bernama bi mumun.nyonya segera meminta untuk diantarkan kekamar karena badannya sudah sangat lelah.
"nyonya mau dimasakin apa ?" tanya bi mumun sebelum keluar kamar.sania berdiri disamping ranjang meskipun badannya juga pegal-pegal,pusing di kepalanya juga belum menghilang.
__ADS_1
"apa aja mun..saya mau istirahat dulu sebentar"
"baik nya saya permisi"
setelah pintu tertutup,nyonya maria langsung memejamkan mata dan mengacuhkan keberadaan sania yang masih berdiri menunggu perintah.
huh...nyonya nyuekin gue.mana kepala masih puyeng pengen tiduran juga.....
perlahan dia berjalan mendekati pintu dan keluar dari kamar nyonya maria.gadis itu berjalan mencari keberadaan bu mumun yang mungkin saja sedang ada didapur.
"bu mumun...maaf numpang tanya kalo wc dimana ya ?"
"oh itu non....kalo mau istirahat ada kamar kecil disebelahnya tadi saya udah bersihin"
"makasih ya bu...saya permisi dulu"
sania sudah tak tahan ingin segera berbaring diranjang.dia meletakkan kopernya disamping pintu kamar yang tadi bu mumun tunjukkan padanya lalu masuk ke wc untuk membasuh wajah.
rasanya segar sekali,tiba-tiba sania teringat kalau tadi belum sempat menyajikan air putih pada nyonya.
"bu..saya minta air putihnya buat nyonya"
"gelasnya ada di lemari atas non...airnya ada dideket meja makan didalem" bu mumun sedang memasak opor ayam sekaligus menanak nasi diatas dandang.
"loh bukannya non sodaranya nyonya ?"
"haha..bukan bu.saya cuma nemenin nyonya aja.gantiin mba ratri suster yang kemaren ngerawat nyonya"
"oh ..tapi neng cantik yah.kalo bibi punya anak bujang saya jodohin ama neng sania"
"ah ibu bisa aja.." kalaupun ibu punya, saya pasti nggak bisa nerimanya.bukan karena nggak mau tapi saya nggak pantes.
gadis itu pergi kedalam dan mengambil segelas air untuk dirinya sendiri lalu mengambil segelas lagi untuk diantarkan kekamar nyonya maria.
andaikan dia punya tempat lain untuk pergi,sania pasti akan memilih tidak mengikuti nyonya maria kesini.entah kenapa kini suasana tempat kerjanya menjadi tidak menyenangkan.
mungkin tuan jonathan dan nyonya maria yang bermasalah.tapi rasanya sania ikut terseret kedalam pusaran badai konflik antara ibu dan anak.
dia kini sudah merebahkan badannya diatas kasur kecil yang diletakkan persis disamping jendela.jendela kamarnya sudah ia buka lebar-lebar agar angin bisa masuk kekamar yang dia tempati ini.ternyata bila dilihat dari sini,lantai kayu yang sedang dia pijak merupakan lantai atas.dibawah dia bisa melihat ada taman dan juga sepasang kursi berwarna putih diletakkan bersisian.
__ADS_1
sania memutuskan untuk memejamkan matanya sejenak menghilangkan penat.ada rasa sesal karena dia sudah melawan perintah tuannya.bagaimana nasib pekerjaannya kelak,apakah jonathan akan menerimanya kembali bekerja atau dipecat saat nyonya maria memutuskan untuk pulang nanti.
nyonya bakalan pulang kan ??
ingin rasanya dia menelfon bi minah menanyakan bagaimana keadaan dirumah.tapi rasanya salah,dia bukan pemilik rumah itu jadi mungkin dia hanya akan menanyakan keadaan bi minah dan keluarganya saja.betul itu lebih masuk akal.
bukannya tidur,dia sibuk menghubungi bbi minah yang pasti sudah selesai memasak untuk makan malam.alih-alih menelfon,sania mengirim pesan pada bi minah agar tidak terlalu mengganggu.
dia memilih untuk pergi keluar sambil menghirup udara segar.sania duduk dikursi besi yang ada dihalaman rumah sambil memainkan ponselnya.
sebuah panggilan masuk dari nomor tak dikenal.dia khawatir itu telfon dari rio jadi sania mengacuhkannya.lalu masuk sebuah pesan dari nomor tadi.
+6281385xxxxxx
ANGKAT!
KAMU MAU SAYA PECAT?!!!
huaaaa...ini tuan jo
aduh gimana nih.kalo nggak diangkat gue dipecat,tapi kalo diangkat takut dimarahin nyonya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
ponselnya kembali berdering membuat sania tertekan bukan main.apa dia harus mengangkatnya ?
harus..walau bagaimana pun tuan kan anaknya nyonya gimana kalo dia mau tanya keadaan nyonya ?
"halo...tuan"
"LAMA BANGET SIH!!MANA MAMI ?!!!!!"
sania menjauhkan ponselnya dari telinga baru menjawab pertanyaan tuannya.dengan suara sebesar itu tanpa di loudspeaker pun pasti terdengar sangat jelas.
"dikamar tuan...sedang istirahat"
"bujuk mami pulang,besok harus sudah dirumah"
tut..tut
tapi tuan....nyonya lagi nyuekin saya.
__ADS_1
gimana caranya saya bujuk beliau nanti ?
BERSAMBUNG