Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
moment


__ADS_3

pagi-pagi buta sania yang kelaparan terjaga dari tidurnya,dia berjalan ke dapur untuk mengambil makanan yang dibeli di rumah makan padang malam tadi.


mendapati jonathan yang tertidur lelap disampingnya membuat sania merasa bahagia.


ada sedikit harapan bahwa suatu saat nanti jonathan akan menjadikannya seorang istri,tapi kemudian dia sadar untuk tidak terlalu tamak.ayahnya selalu mengajarkan untuk mengambil apa yang menjadi haknya saja.


dari awal dan sampai kapanpun jonathan bukanlah miliknya,sania tidak berhak untuk memilikinya meskipun mereka saling mencintai satu sama lain.biarkan kini dia menikmati waktu menjadi wanita tuannya untuk sesaat.


baginya mengandung anak dari tuannya merupakan sebuah hal yang patut untuk dipertahankan.setidaknya meskipun saat membuatnya sania merasa terpaksa,tapi ia tidak pernah sekalipun menyesalinya.


sania memilih menonton televisi karena matanya tak mau untuk terpejam.dia berjalan ke depan dan melihat apakah kuncinya tergantung dipintu atau tidak.


"kamu ngapain nggak tidur?" suara serak jonathan mengagetkan sania.


"yaampun tuan....bikin kaget aja!saya cuma jalan-jalan aja karena nggak bisa tidur"


"kamu mau ke rooftop?"


"rooftop?"


"ayo"


jonathan menuntun sania ke lantai teratas dan duduk di kursi yang cukup nyaman.mereka duduk bersandar sambil menikmati indahnya gemerlap bintang yang kali ini cukup banyak terlihat.


jonathan ikut masuk kebalik selimut dan memeluk sania erat.dia mulai nyaman dengan kebersamaannya dengan sania yang sudah tak lagi menolaknya.bila saja mereka bisa tetap hidup seperti ini tanpa harus mengkhawatirkan hal lainnya pasti jonathan akan merasa sangat bahagia.


diam-diam dia sudah bertekad besok akan menyampaikan pada ibunya bahwa sania adalah gadis yang sudah dia pilih untuk menjadi teman hidupnya.


"tuan..apa tuan udah mikirin nama buat anak ini?"


"kenapa?"


"saya cuma penasaran"

__ADS_1


"i don't know,kalo menurut kamu apa?"


"bintang"


"bintang??" tanya jonathan sambil tersenyum heran karena sania memilih nama yang begitu biasa.apa karena saat ini mereka sedang melihat bintang jadi sania terpikir kesitu?


"iya tuan,karena kalau bintang itu bisa buat nama perempuan sama laki-laki.dia juga bersinar dan indah buat dipandang.saya belum pernah denger ada orang benci liat bintang di langit"


"oke..boleh juga kalo gitu kita panggil dia bintang" ucap jonathan seraya mengelus-elus perut sania.


"san..emang kalo hamil sebulan perutnya udah sebesar ini ya?"


"haha..bukan tuan.itu kan lemak perut.aduuh stop tuan geli.ampun tuan..ampun"


mereka tertawa bersama karena jonathan memang sengaja meledek sania yang perutnya berlipat-lipat karena tumpukan lemak.


"ayo kekamar,kayaknya kamu udah ngantuk" sania masih bergeming meskipun jonathan sudah berjalan beberapa langkah didepan.


"apa?!"


"gendong"


"kamu udah berani ya nyuruh-nyuruh saya,kamu mau saya gelitikin lagi?"


"ah..enggak.oke saya jalan sendiri" sania tersenyum lebar sampai memperlihatkan jejeran giginya.


jonathan lalu berjongkok didepan sania agar gadis itu bisa naik ke punggungnya.


"tuan sedang apa?"


"naik,katanya mau gendong"


"saya bercanda kok tuan"

__ADS_1


"mau naik apa mau saya gelitikin lagi?"


"ah..baiklah kalo tuan memaksa,jangan protes ya kalau badan saya berat"


"badan kaya sapu lidi begini mana mungkin berat?"


jonathan mulai berjalan menapaki jalan dan melewati lorong yang cukup lebar.


"tuan tau nggak,dulu waktu kecil bapak saya selalu gendong saya seperti ini tiap berangkat dan pulang kerja" sania bercerita dengan suara pelan karena wajah mereka kini bersisian.


"oh ya?kasian dong bapak kamu udah capek-capek kerja kamu malah minta gendong"


"dulu kaki saya patah tuan dan dirumah nggak ada yang bisa jagain.jadi mau nggak mau bapak ajak saya ke tempat kerjanya karena nggak tega ninggalin saya dirumah.


tapi saya seneng,walaupun kaki saya patah saya jadi bisa seharian sama bapak"


hening...sepertinya memori itu begitu berkesan bagi sania.


jonathan hanya bisa merasakan pegangan sania yang makin erat dan wajah sania yang kini bersembunyi dibalik punggungnya.


begitu sampai jonathan langsung membawa sania kekamar.dia akan mengerjakan tugasnya yang semalam terbengkalai karena menemani sania tidur.


sebelum keluar jonathan mencium kening sania cukup lama.


"sleep tight"


BERSAMBUNG


maaf kalau pendek,ini buat intermezo aja biar jojo sama sania punya kenangan gitu 😆😆😆


mohon dukungannya ya,


makasih 🙆🙆🙆

__ADS_1


__ADS_2