
sania berjalan tak tentu arah meninggalkan tempat yang beberapa hari ini menjadi tempat tinggalnya.dia masih bingung akan pergi kemana sekarang.sempat terlintas untuk datang ketempat rosi,tapi sania tidak bisa membawa rosi kedalam masalahnya.ini terlalu berat.
sania sedang berjalan di trotoar dan berpikir untuk mengambil uang di ATM terlebih dulu karena sisa uang tunainya tinggal sedikit.tiba-tiba dari arah belakang seseorang menghentikannya.
"lo ngapain disini?"
sania menggeleng dan berusaha menjauhi orang tersebut tapi tidak berhasil.
***
berbulan-bulan berlalu,kehidupan jonathan banyak berubah.
lelaki itu kini menjadi sosok yang tampak menyedihkan.berat badannya menurun drastis,rambutnya berantakan dan bulu-bulu halus diwajahnya dibiarkan tumbuh begitu saja.
nyonya maria naik ke lantai atas dan melihat keadaan jonathan.lelaki itu terkapar dilantai disampingnya tergeletak botol minuman.
"jo..bangun"
"apaan sih mam...jo ngantuk"
"bangun udah jam 11 siang tau nggak"
"emang kalau udah jam 11 aku harus ngapain mam,jo itu pengangguran.
"mami heran sama kamu,ditinggalin sania sampai begini banget"
jonathan bangun dari tidurnya dan mengusap wajahnya perlahan.ibunya tau apa tentang perasaannya ?
"jo itu udah sayang sama sania mam.dan perlu mami tau sania itu lagi hamil anak jo,cucu mama"
"kamu yakin sania itu hamil anak kamu?"
"jo udah pernah bilang sama mami,jo yang maksa sania buat ngelayanin jo.sania justru nolak jo berkali-kali karena nggak mau ngecewain mami.dan sania tinggal di apartemen itu juga terpaksa karena jo kurung,sampai akhirnya sania mulai nerima jo dihari mami dateng kesana dan entah ngomong apa sampai dia pergi ninggalin jo..."
__ADS_1
"mami liat ini..." jo mengangkat tangan kanannya yang masih menyisakan bekas luka.
"jo bahkan sampai harus melukai diri sendiri biar dia nggak ninggalin jo..."
jonathan menumpahkan segala emosinya pada sang ibunda dan berlalu pergi kekamar mandi.
sebelumnya mereka tidak pernah membahas ini bahkan setelah kejadian perginya sania.jonathan selalu menghindar dan memilih untuk pergi keluar mencari sania di siang hari dan pergi mabuk-mabukan di apartemennya sendirian dimalam hari.
darius sampai geleng-geleng kepala tiap kali mendapat telfon dari kakak sepupunya yang selalu meracau mengenai sania.mau tidak mau dia datang untuk menemani.darius khawatir jonathan akan berbuat macam-macam bila tidak ada yang mengawasi.
sebenarnya darius ingin membantu jonathan tapi lelaki itu bingung bagaimana caranya.andai saja dia bisa membawa sania ke hadapan jonathan,pasti derita lelaki didepannya ini akan menghilang.
sudah sejak satu jam yang lalu jonathan mendatangi darius ke kantor dan mengerjakan banyak tugas yang bisa dikerjakan.saat darius menawarinya makan jonathan menolak dan lebih memilih untuk melanjutkan kerjanya.
"ck..gue bingung liat lo kayak gini terus.kalo lo hidup aja males-malesan,gimana lo mau pertahanin sania sama anak lo?"
jonathan hanya memandang sekilas lalu kembali menekuni berkas dihadapannya.
"kalo sania liat lo kayak gini dia pasti sedih jo..."
darius yang juga sedang bekerja dengan laptopnya berhenti untuk sesaat.dia jadi teringat beberapa tahun lalu saat jonathan putus dengan vani.hanya saja kali ini jauh lebih parah karena jonathan yang selalu mabuk-mabukkan.
"apa nggak sebaiknya lo liburan keluar negeri gitu,istirahatin otak lo buat sebulan-dua bulan atau setahun juga nggak pa-pa"
"nggak perlu.mending lo cari istri sana.jangan kayak gue udah tua masih sendirian"
darius terdiam melihat saudaranya yang sepertinya sudah pasrah dengan keadaan.segala upaya sudah dilakukan jonathan tapi pencariannya berujung sia-sia,
karena sania bagai hilang ditelan bumi.
"kalo nanti gue nggak ada,tolong jagain mami yus.dan kalo bisa lo cari sania terus,karena dia juga lagi hamil anak gue"
"lo ngomong apaan sih?"
__ADS_1
"gue mau pergi dulu"
"hey..lo mau kemana ?"
jonathan hanya melambai pada darius yang berteriak dari pintu kantor.faisal dan novi berdiri untuk memberi salam pada bosnya yang akan pergi dan hanya dibalas anggukan oleh jonathan.
dilain tempat sania yang sedang berada dikebun bunga sedang membantu seorang wanita paruh baya menyirami tanaman.
"perut kamu sekarang udah besar ya?kira-kira berapa bulan san?"
"sekitar lima bulanan bu"
"kamu nggak periksa ke dokter?"
sania menggeleng.dia takut kalau dia periksakan kandungannya ke dokter,jonathan akan bisa melacaknya.
"kamu takut ketemu sama jojo?"
"saya bukannya takut bu,saya cuma nggak pengen terus-terusan berhubungan dengan tuan.nyonya itu nggak suka sama saya bu"
"tapi seenggaknya kamu kasih kabar dong.walaupun kalian belum menikah,tetep aja dia ayah biologis anak yang kamu kandung.saya tau betul jonathan seperti apa"
"saya bener-bener belum bisa bu"
"keadaan jonathan sekarang barantakan banget san,denger cerita darius saya pikir jonathan itu cuma hilang semangat.tapi waktu beberapa hari lalu saya main kerumah,badan jonathan kurus banget,mukanya juga biru-biru kayak habis berantem"
tuan...tolong berhenti buat melukai diri tuan sendiri.kenapa sekarang tuan jadi seperti ini?
"tante....tante dimana?"
BERSAMBUNG
hai readers..gimana kabar kalian?semoga sehat selalu ya.minta pendapatnya dong,apa cerita ini terlalu bertele-tele atau membosankan menurut kalian?
__ADS_1
jawab dikolom komentar ya,makasih buat kalian semua 😘🙆🙇💕💕💕