
pukul tujuh pagi jonathan pergi meninggalkan apartemen miliknya yang sudah bukan lagi rahasia.entah mendapat info darimana ibunya bisa sampai kesana.sebelum pergi,jonathan sudah mewanti-wanti agar sania tidak membukakan pintu kecuali untuk dirinya saja.
jonathan berpikir dia bisa memercayai sania kali ini.gadis itu pasti tidak akan berani pergi darinya apalagi setelah kejadian dini hari tadi.
meskipun enggan, jonathan harus meninggalkan sania untuk sementara.dia akan mengatakan pada ibunya yang sebenarnya.
"bi minah..mami mana?"
"sedang pergi tuan"
"pergi?kemana?"
"saya kurang tau tuan..tadi nyonya kedatangan tamu terus langsung pergi"
"sepagi ini?mami pergi sama siapa?"
"sepertinya sama mas joseph"
"siapa?" sepertinya jonathan kenal siapa lelaki itu tapi jonathan lupa.
"mas joseph,tuan"
bi minah sempat memerhatikan balutan perban di tangan kanan tuannya dan bertanya-tanya bagaimana bisa tuannya terluka lagi bahkan sepertinya kali ini lebih parah karena darahnya terlihat masih merembes ke luar.
begitu jonathan sadar siapa joseph,lelaki itu langsung berlari keluar dan mengendarai mobilnya kembali ke apartemen.joseph pastilah orang kepercayaan yang datang ke apartemen bersama ibunya kemarin.
perasaannya menjadi tidak enak,apakah mungkin kini ibunya kembali datang kesana.
"ahh..sial" jonathan memukul kemudi karena kesal sania tidak mengangkat telfon darinya.
dia menyesal karena menyerahkan kunci kamarnya pada sania.ditambah lagi jalanan macet membuat jonathan memencet klakson berkali-kali.
di apartemen sania yang baru selesai mandi sedang berganti baju.samar-samar dia bisa mendengar orang mengetuk pintu.
__ADS_1
"tuan kok cepet banget sih udah balik lagi?"
belum sampai sejam tuannya pergi tapi sudah kembali lagi membuat sania heran.tapi gadis itu cepat membukakan pintu.
sania tak menyangka ternyata bukan tuan jonathan yang datang melainkan nyonya maria bersama seorang lelaki muda yang tampak sangar.
"nyo..nyonya..."
gadis itu bergerak mundur karena nyonya maria masuk ke dalam segera setelah pintunya terbuka.
"kenapa...kamu kira jonathan yang datang?"
wanita setengah abad itu duduk dengan wibawa didampingi joseph yang berdiri dibelakangnya.
"enggak nyonya"
"saya nggak nyangka ternyata kamu orang seperti ini.saya sudah curiga dari dulu pasti kamu diam-diam punya niat menggoda jonathan dibelakang saya"
"nggak nyonya.." sania duduk bersimpuh dilantai sambil menundukkan kepalanya.
"tapi saya nggak pernah menggoda tuan jonathan nyonya..."
"maling mana ada yang mau ngaku!!"
"maaf nyonya...saya minta maaf"
"mulai hari ini kamu saya pecat!dan jangan pernah muncul didepan saya lagi"
sania merasa sangat sedih,dia kemudian mengambil barang-barang miliknya dan berpamitan pada nyonya maria.nyonya maria memalingkan wajah saat sania keluar dari apartemen.
awalnya nyonya maria tidak percaya saat joseph memberi informasi bahwa sania tinggal di apartemen.tapi begitu melihat sania yang membuka pintu,dia sangat kecewa dan merasa seperti dikhianati kepercayaannya.
nyonya maria sudah tidak peduli lagi sania akan tinggal dimana.
__ADS_1
selang setengah jam berada disana dan berbincang dengan joseph,nyonya maria memutuskan untuk pulang.rasanya benar-benar menguras tenaga menangani masalah yang sudah dibuat ART serta anak semata wayangnya.
"mam...sania mana?" belum sampai nyonya maria keluar ruangan jonathan sudah masuk dengan langkah terburu-buru.
"pergi"
"pergi??kemana mi..mami usir sania dari sini?"
"enggak,sania yang pergi sendiri"
jonathan kembali turun ke lantai bawah dan menanyai beberapa orang termasuk satpam yang sedang berjaga.
mereka memang melihat sania pergi tapi tidak ada yang tahu gadis itu pergi kemana.
jonathan kembali keatas dan mencari sania ke segala sudut ruangan barangkali orang-orang tadi salah mengira bahwa yang mereka lihat adalah sania tapi ternyata nihil.
dia hanya menemukan handuk yang masih sedikit basah tergeletak didekat lemari.
jonathan mencium handuk itu dan berteriak memanggil sania...dia tidak percaya sania benar-benar pergi meninggalkannya.padahal gadis itu sudah berjanji akan selalu bersamanya.
dia berjalan keluar dan mengemudikan mobilnya membelah jalan raya.dia juga menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari sania.
jonathan tidak bisa membiarkan sania pergi begitu saja apalagi kini gadis itu sedang mengandung anaknya.
"yus...sania pergi dari apartemen.tolong kalau ketemu dia amanin dulu"
"oke"
jonathan tak henti-hentinya menyalahkan diri sendiri,seharusnya dia tidak meninggalkan sania di apartemen sendirian.
"aarrrrrgggggghhhhhhhh"
BERSAMBUNG
__ADS_1
please klik suka,favorite,komen dan share-nya ya readers 💕💕💕💕💕💕