
makanan sudah tersaji dimeja makan tinggal menunggu sang empunya untuk datang.
keadaan sangat sunyi apalagi bi minah tidak ditemani sania yang biasanya mengajak ngobrol dan bertanya ini-itu.
"minah..."
"iya nya..."
"panggil jonathan buat sarapan"
"baik.."
wanita itu segera naik ke lantai atas dan mengetuk pintu kamar tuannya.
"tuan...disuruh nyonya turun kebawah buat sarapan"
"bawa kekamar aja bi.." terdengar suara jonathan dari balik pintu
"baik tuan.."
"gimana?" tanya nyonya maria saat melihat bi minah kembali turun kebawah.
"sarapannya suruh bawa kekamar nya.."
dengan sigap nyonya maria mengambilkan makanan untuk putranya.nasi dengan ayam goreng dan semangkuk sup.lalu potongan buah di piring lainnya.bi minah sudah menuangkan segelas air putih yang ditaruh diatas baki.
"udah sana bawa ke atas"
"baik nya..."
setelah sarapan selesai nyonya maria masuk kekamar.hari ini dia berencana untuk pergi dengan sahabat sekaligus adik iparnya yaitu wanda.
seminggu sekali mereka akan pergi menghabiskan waktu berdua karena sama-sama sudah tak bersuami.
wanda memiliki dua anak yaitu darius dan juga stefani.darius umurnya 29 tahun,dan tiap beberapa kali dalam sebulan dia mengawasi perkembangan hotelnya di beberapa negara di asia seperti jepang,korea,china dan juga thailand.dia sudah mempercayakan posisinya sebagai pemimpin pada seorang sahabatnya dari jaman kuliah dulu.sedang adik perempuannya yang berumur 25 tahun sibuk dengan pekerjaannya sebagai perancang busana di london.
jam 10 pagi wanda sudah datang kerumah membawa sekotak kue kesukaan kakak iparnya.
__ADS_1
begitu kedua wanita sebaya itu bertemu mereka langsung berpelukan erat.
"kamu udah dateng aja,padahal aku belom siap-siap"
"udah cantik gitu..mau siap-siap apa lagi.mana jonathan?katanya dia hari ini nggak ngantor?"
"masih dikamar,tadi sarapan juga nggak mau turun"
"capek mungkin,dia terlalu sibuk ngurus perusahaan sampe lupa ama diri sendiri"
"nggak tau lah wan..udah dibilangin pilih salah satu cewek buat dijadiin istri susahnya....minta ampun.kemarin dia ngambek lagi gara-gara aku kenalin sama mariska anaknya jeng saras" ucap nyonya maria dengan nada lelah
"suruh aja cari calon sendiri,udah mateng banget gitu masa mau dijodohin juga sih ?"
"ck..kamu nggak tau sih jonathan itu kalo nyari cewek ngasal.makanya aku nggak setuju"
"emangnya kenapa sih mar...aku masih nggak ngerti"
"cewek yang dulu aja udah punya tunangan tapi berani-beraninya deketin jonathan"
"tapi jo bilang kamu nggak setuju gara-gara dia dari kalangan orang biasa"
"mami nggak usah putar balikin fakta deh..aku tau mami nggak setuju aku sama vani karena dia orang nggak punya"
nyonya maria tetap terlihat tenang meskipun kini anaknya menatapnya dengan tatapan marah.
"kamu tuh udah kemakan omongannya dia jo...makanya dibohongin berkali-kali kamu nggak sadar"
"dari mana mami tau dia sering bohong?"
"akhirnya kamu tanya sekarang?biar mami tunjukkin buktinya" nyonya maria bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar.lima menit kemudian dia keluar dengan membawa selembar amplop coklat dan menyerahkannya langsung ke tangan jonathan.
"buka...biar kamu tau orang yang dulu kamu kejar-kejar itu cuma pengen nikmatin duit kamu doang"
tante serta ibunya memandang ke arah jonathan,menanti reaksi lelaki itu.
jonathan melihat lembar demi lembar foto yang ada ditangannya dengan mata terbuka lebar.difoto itu tercetak juga tanggal saat foto diambil.tahun dan bulannya sama dengan saat dia masih menjalin hubungan dengan vani.tapi yang menyakitkan adalah vani sedang bermesraan dengan seorang lelaki.
__ADS_1
jonathan memandang ibunya dengan tatapan meminta penjelasan.
"mami sewa orang buat ikutin dia selagi nggak sama kamu.liat sendiri kan?dia cuma manfaatin kamu buat menuhin kemauan dia.kamu kasih semuanya tapi tetep aja dia lebih milih tunangannya daripada kamu"
"ini pasti rekayasa kan mi..."
"buat apa mami rekayasa,mami cari calon orang-orang kaya karena mereka pasti nggak akan manfaatin kamu kayak vani"
"aku nggak mau...aku bakal cari sendiri calon istriku.istri yang cinta sama aku bukan cuma karena uang" jonathan langsung bangkit berdiri dan naik lagi ke lantai atas.
"sabar ya mar...jojo butuh waktu buat nenangin diri.kenapa selama ini kamu nggak ngomong yang sebenernya ke dia ?"
"hmm...susah wan.dia itu nggak pernah mau dengerin aku semenjak aku larang dia nikah sama vani"
"ya udah..nanti juga baik sendiri.biar aku suruh darius ngobrol sama jojo"
"bagus deh...kalo darius sih aku percaya"
"kita berangkat sekarang?"
"ya udah yuk" nyonya maria sudah menjinjing tas mahalnya yang terbuat dari kulit ular.
"loh...sania nggak ikut?"
"lagi sakit dia"
"sakit?"
"iya..katanya jonathan semalem tuh anak pingsan.tadi pagi juga bi minah bilang sania kepalanya pusing" mereka ngobrol sambil berjalan keluar dari rumah.bi minah yang sedari tadi menunggu majikannya pergi ikut mengantarkan sampai ke mobil.
"nah...jaga rumah ya.kalo sania masih belum sembuh juga panggilin dokter yusuf buat dateng kerumah"
"baik nya"
begitu mobil wanda meninggalkan area teras, bi minah masuk kembali kedalam dan menutup pintu.dia masih harus mengecek keadaan sania lalu membersihkan balkon disetiap kamar yang ada di lantai atas.
jonathan dari lantai atas melihat mobil tantenya yang sudah menjauh pergi.dia kembali turun dan berencana untuk berenang menyegarkan pikiran.fakta tentang mantan kekasihnya vani sedikit mengganggu.walaupun mereka sudah tidak lagi bersama tapi tetap saja jonathan merasa terluka karena sudah dibohongi dan membuat hubungan dengan ibunya menjadi renggang.
__ADS_1
dia sudah menelfon faisal supaya jam 4 sore nanti asistennya itu datang kerumah membawa beberapa berkas penting yang ada dikantor.
BERSAMBUNG