
beberapa hari berlalu jonathan masih tak tau harus memulai rencananya dari mana.kalau dia tiba-tiba memecat sania,ibunya pasti akan curiga padanya.sania juga terlihat sekali kalau sedang menghindarinya.
meskipun kini dia lebih sering berada dirumah,tapi untuk berdua bersama sania itu hal yang sangat sulit.sang ibu selalu memberi sania tugas ini dan itu.bila ibunya sedang pergi pun sania selalu diajak.
memang salahnya juga yang membuat aturan seperti itu.apalagi bila sudah cocok dengan satu orang ibunya akan sangat sulit untuk dipisahkan.
jonathan mengelap keringat yang menetes didahi serta lehernya.dia sedang berada diruang gym dan baru saja selesai treadmill.
kini jonathan mulai menikmati hidupnya,bangun lebih pagi untuk berolahraga,sedikit bekerja dan juga bertemu teman lamanya yang kebanyakan sudah berkeluarga dan memiliki anak.membuat jonathan semakin terdorong untuk memiliki sania.
besok dia akan pergi ke singapura bersama ibunya untuk medical check up.dia berharap semoga saja kesehatan ibunya semakin membaik.
keesokan harinya...
"jo...kamu udah siap?"
"udah mam..."
"sania...ayo cepat" terdengar suara sania samar-samar menjawab panggilan majikannya.
"sania ikut mam?"
"iya dong.kenapa?"
"heran aja,biasanya mami nggak pernah bawa suster apalagi asisten"
"ya nggak pa-pa dong,kalo kamu nanti nikah kan mami jadi udah terbiasa pergi sama sania"
jonathan hendak melanjutkan pembicaraannya dengan sang ibunda.tapi begitu melihat sania lewat sambil membawa koper,lelaki itu mengurungkan niatnya.dia mungkin harus mengajak maminya ngobrol dari hati ke hati dan berdua saja.
sementara itu sania yang baru pertama kali akan pergi keluar negeri merasa sangat senang,apalagi dia belum pernah naik pesawat sebelumnya.semoga saja dia tidak mabuk udara jadi tidak merepotkan tuan dan nyonya maria.
sepertinya memang benar nyonya maria akan menjodohkan anaknya dengan seseorang.sania tidak berharap banyak selain kebaikan untuk tuannya.apalagi nyonya maria pasti juga akan senang bila melihat putranya menikah.
__ADS_1
tentang malam itu,bukanlah sesuatu yang harus diingat lagi.sania mulai mensugesti dirinya sendiri bahwa itu adalah sebuah mimpi dan tidak pernah terjadi dalam dunia nyata.
"san...sania!"
"ah iya nya.."
"ngelamun mulu mikirin apa sih?"
tanpa sengaja dari kaca tengah pandangan sania dan jonathan bertemu.sania segera menoleh pada nyonya maria setelah beberapa saat lama terdiam.entah apa yang majikannya tadi katakan,karena sania masih belum fokus.
"siap-siap sebentar lagi kita sampai di bandara,jangan sampai ada barang saya yang tertinggal"
"baik nya.."
sania segera menyimpan ponsel dalam tas kecilnya ketika mobil memasuki area parkir bandara.
"makasih ya pak,nanti tolong hari minggu jemput saya disini"
"baik tuan"
begitu masuk dalam pesawat,sania duduk dikursi kelas ekonomi.sementara tuan jonathan dan nyonya maria duduk dikelas bisnis.disebelahnya ada seorang pemuda yang sibuk menonton film dilayar ponselnya,sama sekali tidak menghiraukan kondisi disekitarnya.
dua pramugari memberi instruksi didepan para penumpang dan sania mengamati dengan seksama.mereka begitu cantik dan selalu tersenyum ramah membuat sania membayangkan bagaimana kalau dia berprofesi sebagai pramugari,pasti senang karena selalu bepergian ke berbagai tempat secara cuma-cuma.
penerbangan tidak akan memakan waktu lama,jadi sania memilih untuk tidak tidur dan melihat pemandangan diluar jendela.pengar ditelinganya sudah sedikit membaik,kalau saja sania tau akan mengalami hal seperti itu dia pasti memilih untuk menyumpal telinganya dengan kapas atau mungkin headset.
melalui jendela dia bisa melihat gumpalan awan serta luasnya laut yang terbentang dan gugusan pulau yang nampak asri dengan warna hijaunya.
"liat apa?"
sania menoleh begitu mendengar sebuah suara begitu dekat ditelinganya.
"ah...tuan" sania yang terkejut mencoba menenangkan detak jantungnya yang berdegup kencang.dia semakin merapatkan badannya ke jendela karena jaraknya yang terlalu dekat dengan tuan jonathan.
__ADS_1
"tuan..kenapa bisa ada disini?nyonya mana?"
"mami ada didepan"
"maaf tuan..memang ada apa tuan kesini?"
"kenapa?nggak boleh?"
"bukan begitu tuan..tapi saya takut nyonya marah sama saya"
"mami lagi tidur"
sania masih khawatir nyonya maria akan datang saat tuan jonathan masih ada disampingnya.
sania tidak tau saja kalau tadi jonathan membayar remaja yang duduk disebelahnya sebanyak dua juta rupiah demi untuk bisa duduk disamping sania.
"kamu inget kan kalau saya itu bos kamu?"
"iya tuan"
"denger baik-baik san..saya mau kamu ngundurin diri secepatnya.nanti akan saya carikan kamu kerjaan baru"
"loh..kenapa tuan?apa kerjaan saya nggak bagus?apa nyonya komplain ke tuan?"
"bukan,saya cuma nggak mau kamu kerja lagi dirumah"
nggak mau gue kerja lagi dirumah?apa tuan se-enggak mau itu liat gue ada dirumah ??
sania menghela nafas karena dadanya terasa sesak.otaknya sudah tak bisa berpikiran dengan benar,dia harus memberi jawaban apa pada tuannya ini?
"baik tuan..nanti saya akan pamitan sama nyonya kalau sudah kembali ke jakarta.soalnya saya juga perlu nyari tempat tinggal baru" jawab sania dengan suara berat.dia sedih sekali karena dia kembali merasa terusir seperti saat dulu dia diusir oleh paman-pamannya.kenapa banyak orang yang kejam didunia ini?
padahal sania sudah berusaha sebaik mungkin untuk tidak menyusahkan orang lain.dia sudah bekerja keras demi mendapat sesuap nasi.
__ADS_1
jonathan bangkit dari kursinya dan kembali ke kelas bisnis sebelum ibunya terbangun.dia tidak sempat melihat airmata sania yang menetes.
BERSAMBUNG