
keesokan paginya sania sudah selesai membersihkan rumah dan memandikan bintang.karena sudah lapar sekali dia membuat roti bakar dan secangkir susu hangat.untung saja luka di dahinya tidak parah.sania terpaksa harus menutupinya dengan perban agar lukanya tidak terlihat.
sebenarnya sania ingin sekali pergi keluar untuk membeli beberapa barang,tapi bintang baru berumur tiga hari.dia khawatir bila memaksakan diri untuk pergi dan membawa bintang serta,akan terjadi sesuatu hal buruk padanya.
dari semalam pesan sania masih belum dibalas oleh jonathan membuat wanita itu kian bingung.
selesai sarapan dia mandi dan berniat untuk berjalan-jalan keliling komplek.sania membuka lemari yang ada didalam kamar dan ternyata disana penuh dengan baju-baju beraneka model.didalam sebuah laci sania juga menemukan amplop coklat berisi uang tunai yang cukup banyak.
sania segera mengembalikan uang tersebut dan mengambil baju ganti.
bintang sudah bangun tapi sama sekali tidak menangis,membuat sania tersenyum senang.
"anak mama udah bangun ya..gimana kalau sekarang kita jalan-jalan?"
kali ini sania membawa bintang berjalan-jalan dengan menggunakan stroller yang sudah disediakan oleh jonathan.dia menyapa beberapa orang yang ditemui dan mengajak mereka berkenalan.
sampailah sania disebuah rumah yang juga terdapat toko didepannya.dari luar sania bisa melihat baju-baju panjang tergantung rapi di dalam sebuah rak.akhirnya sania memutuskan untuk masuk dan melihat-lihat sekaligus berkenalan dengan sang pemilik.
"assalamu'alaikum..."
terdengar suara mesin jahit saat sania masuk tadi,ketika suaranya herhenti muncullah seorang wanita berhijab dari balik tumpukan kain.
"wa'alaikumussalam..silakan mba ada yang bisa saya bantu"
"perkenalkan..saya sania mba warga baru dikomplek ini.rumah saya yang ada diujung blok ini"
"oh..yang itu.saya putri mba" wanita bernama putri tersebut mengulurkan tangan menyambut tangan sania.
"wah itu anaknya ya?"
"iya mba,ini anak saya"
"perempuan apa laki-laki?"
"laki-laki mbak..o iya ngomong-ngomong apa baju disini dijual?"
"iya mbak sania,silakan diliat-liat dulu siapa tau suka sama baju buatan saya"
"oh ini mbak putri bikin sendiri?" sania berkeliling dan melihat satu persatu baju yang terpajang.dia tampak takjub karena ternyata putri membuat semuanya sendiri.
__ADS_1
"bagus-bagus ya mbak..saya nanti balik lagi deh soalnya nggak bawa uang"
"oh..iya nggak pa-pa pilih aja dulu biar saya simpan.soalnya saya bikin satu baju satu potong aja mbak"
"wah..limited edition dong"
"haha..bisa aja mbak.saya boleh gendong anaknya nggak?"
"boleh..silakan.bintang nggak rewel kok biasanya kalau digendong orang baru"
"oh namanya bintang...umur berapa hari mbak?"
sania dapat melihat putri sepertinya sangat menyukai anak kecil.wanita itu mengayun-ayun bintang pelan.
"baru lima hari.."
"yaampun..masih baru banget"
"kalau mbak putri sendiri sudah menikah?"
"alhamdulillaah sudah..suami saya sedang berangkat kerja"
"belum mbak..kami masih ikhtiar" wanita itu tersenyum tapi pandangannya kosong seperti sedang memikirkan sesuatu.
"insyaa alloh nanti dikasih mbak,yang penting jangan putus berdo'a dan berusaha'
"aamiin..kalau mbak sendiri gimana?"
"emm..suami saya meninggal waktu bintang masih berusia enam minggu diperut saya.tapi saya beruntung karena dapat calon suami yang baik banget"
"oh..aduh maaf ya mbak saya jadi nggak enak udah nanya-nanya" sania menggeleng pelan.
saya yang minta maaf soalnya udah boongin mbak putri.aduh nambah lagi dosa gue.
ya Allaah..astaghfirullaah..
sania menunduk dan nampak sedih membuat putri tak enak hati karena sudah menyinggung suami sania yang telah meninggal,padahal sania sedih karena berbohong pada putri.
ponsel disaku sania berbunyi,dia segera mengangkatnya karena itu pasti jonathan.bahkan nomor ponsel wanda saja jonathan tak memberinya apalagi darius ?
__ADS_1
"halo tuan..."
"kamu dimana?kok rumahnya kosong?"
"dirumah tetangga tuan,sebentar lagi saya pulang"
"ya udah"
tut
"mbak..saya permisi dulu,dirumah ada tamu soalnya.assalamu'alaikum" sania keluar sambil mendorong kereta bayi bintang pulang menuju kerumahnya.
"wa'alaikumussalaam"
putri tersenyum mengiringi kepergian mereka berdua.ingin sekali rasanya dia juga memiliki anak seperti sania,tapi bila memang belum saatnya dia akan menunggu lagi dengan sabar.
*****
jonathan langsung memeluk sania begitu erat saat melihat kedatangan mereka,sania bisa melihat jonathan nampak lelah.
ada apa dengan tuannya ini?
"saya pikir kamu pergi lagi..tapi kenapa dahi kamu san?"
"ah..saya kepleset dikamar mandi tuan.nggak pa-pa kok cuma memar sedikit" jonathan akan menggendong bintang tapi sania langsung menghentikannya tiba-tiba membuat dahi jonathan mengerut.
"tuan udah mandi?"
"udah,emang kamu nggak bisa bedain saya udah mandi apa belum?" sania menggeleng lalu membiarkan jonathan menggendong putranya.
*ck..enggak bisa.soalnya tuan udah mandi ataupun belum mukanya tetep ganteng,badannya juga wangi.beda banget ama gue yang bau keringet dikit aja dari jarak lima meter nyonya langsung teriak-teriak.
ngeseliiiiiin* !!!!!
BERSAMBUNG
ada yang tau kenapa sania nggak cerita yang sejujurnya tentang mariska ??
klik suka dan ditunggu komentarnya.next chapter akan saya kasih tau deh :D :D
__ADS_1