
"tuan..tuan bangun sepertinya ada yang mengetuk pintu"
"engh..bukain san" jonathan hanya menggeliat,sama sekali tak membuka matanya barang sedikit saja.
sania bangun dengan tergesa-gesa tapi dia kesulitan menemukan bajunya.
dia membangunkan jonathan lagi kali ini lebih kencang.akhirnya lelaki itu membuka matanya dan tersenyum kecil,wajah sania yang tengah panik nampak lucu dimatanya.
"tuan kenapa malah senyum-senyum sendiri sih.mana bajunya?!"
sania masih menutup tubuh bagian atasnya dengan selimut.
cup
jonathan bangun dan berjalan keluar untuk membukakan pintu depan,sementara sania masih terbengong-bengong karena mendapat kecupan ringan dari suaminya.
sampai saat ini dia masih belum terbiasa bila jonathan menciumnya,hatinya masih saja berdebar tak karuan.
dilihatnya bintang masih tertidur lelap,dia segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena badannya terasa sangat lengket.
sebentar lagi akan ada pertemuan keluarga besar alexander.entah apa bisa dia membaur dengan keluarga besar suaminya yang dari kalangan orang berada.
"san..siap-siap ya,jam 7 nanti kita turun"
jonathan masuk kekamar sambil menggendong bintang sedangkan sania masih mengeringkan rambut panjangnya dengan pengering,tapi kemudian bintang menangis keras.anaknya itu pasti tengah kelaparan sekarang.
"sini sayang..kamu pasti laper ya"
"tadi siapa tuan ?"
"darius..dia ngajakin kita buat ke resto deket pantai"
"ya udah mending tuan mandi dulu,saya juga mau gantiin baju bintang"
jonathan malah mengambil pengering rambut tadi dan membantu sania melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena kini tengah menyusui bintang.sania tersenyum karena ternyata jonathan begitu perhatian padanya.
"apa kamu bener-bener nggak butuh pengasuh bayi buat jagain bintang?"
"enggak perlu tuan,saya masih bisa kok"
"tapi saya juga kan butuh waktu berdua aja sama kamu"
pipi sania merona,sebelumnya tidak ada laki-laki yang semanja ini padanya.
"ehem..kan tiap hari juga udah berdua"
"saya pengen bulan madu berdua aja" bisik jonathan di telinga sania,membuat wanita itu bergidik karena merinding.
"emm nanti saya pikirin.lebih baik tuan siap-siap dulu" sania mengambil alih pengering rambut yang ada ditangan jonathan dan meletakkannya diatas meja rias.dia membawa bintang ke ranjang lalu mengganti baju putranya itu dan mengabaikan suaminya.
jonathan tersenyum lebar melihat sania yang terlihat gugup,dia lalu masuk kekamar mandi.
__ADS_1
rasanya seperti sedang menjalani hubungan pacaran ketimbang pernikahan.mereka berdua masih harus saling memahami satu sama lain.apalagi sania kadang masih merasa canggung padanya meskipun dia bersikap biasa saja.
setengah jam kemudian mereka sudah siap dengan mengenakan baju santai,jonathan merangkul sania melewati jembatan kayu yang dibagian atasnya dihiasi lampion.mereka membahas banyak hal termasuk usulan jonathan yang ingin pergi berbulan madu berdua.dalam usia bintang yang baru menginjak satu bulan,sania belum tega meninggalkannya bersama orang lain.
"san..lo jangan mau diajakin bulan madu.ntar yang ada bintang dikasih adek lagi"
sania tertawa mendengarnya,dia bahkan tidak memikirkannya sampai kesitu.
"dasar jomblo..nggak bisa lihat orang seneng dikit"
"gue bukannya nggak seneng lo bahagia..gue cuma kasian ama bintang dan sania"
"jomblo!"
"biarin jomblo..yang penting bahagia"
sania hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum,entah kenapa perdebatan mereka terlihat lucu dimatanya.
akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan kayu yang sangat indah karena ditengah-tengah gelapnya malam,tempat tersebut terlihat sangat terang dengan tirai-tirai putih dan tinggi yang terikat di tiap tiang seukuran orang dewasa.
sania mulai gelisah begitu melihat orang-orang yang ada didalamnya,terlihat sangat cantik dan tampan baik tua maupun muda.mereka tampak sangat berkelas meskipun hanya mengenakan baju kaos dan celana jeans biasa tapi sudah terlihat mewah.dari tas,jam tangan,sepatu dan perhiasan yang mereka pakai saja pasti sudah bernilai ratusan juta.
sania berdo'a dalam hati semoga saja dia tidak melakukan kesalahan nanti.dia bisa melihat ibu mertuanya dan juga bu wanda sedang duduk dan berbincang-bincang disalah satu sudut ruangan.
sania sadar ada beberapa orang yang kini tengah melihatnya dengan pandangan terkejut.ini pasti karena baju yang dia pakai terlalu mencolok bagi mereka.jonathan mengajaknya berkeliling dan memperkenalkan pada saudara-saudaranya satu persatu.
"kak..ini seriusan istrinya kakak?" tanya seorang gadis belia berusia enam belas tahun bernama melissa.
"iya"
"udah jodoh"
"beuuuh pasti kak sania udah dipelet tuh biar mau jadi istrinya.secara kakak masih muda banget,umur kakak sekarang berapa sih ?pasti baru dua puluh,ya kan??"
mendengar itu jonathan menarik kepala melissa dan mengacak puncak kepalanya gemas.sania terkekeh melihat melissa yang kini tengah protes karena rambutnya jadi berantakan.
"tapi seriusan kakak keren banget loh,nikah sama yang beda agama rasanya gimana sih ?"
"biasa aja kok mel,nggak ada masalah"
"oh ya?"
"iya,kakak kamu ini orangnya pengertian jadi kakak nggak ada masalah sama sekali.kamu sendiri masih sekolah? kelas berapa ?"
saat tengah asyik-asyiknya mengobrol datang seorang wanita sekitar umur enam puluhan.usia senjanya tersamar karena rambut hitam legamnya yang selalu rutin disemir.
perasaan sania langsung tak enak hanya dengan melihat tatapan matanya.
kalau tidak salah beliau adalah kakak sepupu dari ibu mertuanya.
"tante lauren..apa kabar?"
__ADS_1
wanita tua itu menerima pelukan dari jonathan dengan wajah datar sambil terus menatap ke arah sania.
sania langsung mengangguk hormat begitu jonathan melepas pelukannya.
"selamat malam tante"
dengan dinginnya wanita itu hanya menjawab dengan anggukan kecil.
"kamu nggak bilang sama istri kamu kalau keluarga besar kita itu semuanya non-muslim?kenapa dia datang kesini dengan baju seperti ini?"
tante lauren bertanya dengan suara rendah tapi itu justru membuat perasaan sania semakin sakit,rasanya seperti ditusuk dengan pisau dingin nan tajam.beliau juga menekankan kata semuanya membuat sania semakin merasa tersudut.
"emangnya kenapa tan?dia mau pakai baju atau nggak,sania tetap istri saya.lagian sejak kapan keluarga kita mempermasalahkan masalah baju kayak gini?"
jonathan menarik tangan sania menjauh meninggalkan tante lauren yang terlihat murka.
"mam..jo mau balik kekamar"
"kamu kenapa lagi sih ?tiap kali ketemu lauren pasti adu mulut terus"
"kalau tante lauren nggak mulai duluan,jo juga nggak bakalan bersikap kasar kok.soal baju aja dipermasalahin,kayak nggak ada yang lain aja"
"ck..tante kamu kan emang dari dulu kayak gitu"
"tapi kan aku nggak suka mam"
suara tangis bintang mengalihkan perdebatan ibu dan anak itu.maria langsung menyapa cucu kesayangannya yang langsung terdiam begitu melihat wajahnya yang kini tengah tersenyum.
"udah san nggak usah dipikirin kata tante lauren tadi..dia emang persis sama mami,suka ngomentarin hidup orang"
"mami denger loh jo..."
"sorry mam..abis mami sama tante lauren kan 11-12,suka tajam kalau ngomong"
sania mengangguk lalu duduk disamping wanda,bintang kini tengah digendong sang nenek yang sepertinya sangat merindukannya.
sania sedikit terkejut saat melihat mariska yang entah kenapa ikut bergabung dalam acara keluarga,kini sedang memandang intens ke arah jonathan.
"bu wanda,kenapa mariska bisa ada disini juga?"
"oh..jonathan belum cerita sama kamu?"
sania menggeleng,tiba-tiba perasaannya tak enak.
ada apa ini?
BERSAMBUNG
Readers....maaaaaaaaaffffffff banget karena baru update sekarang.
hp yang biasa aku pake buat update rusak parah layarnya.padahal terakhir aku udah nulis sampai 700kata lebih tapi ilang.jadi harus nulis lagi dari awal
__ADS_1
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
aku juga mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa buat semua umat muslim.aku harap berharap wabah covid-19 cepet berlalu.kangen bulan ramadhan seperti taun dulu-dulu 😇😇😇😇😇