Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
RINDU


__ADS_3

sania memilih memejamkan mata karena mau diusir bagaimanapun juga lelaki ini tak mau pergi.apalagi rio mengatakan pada suster bahwa dia adalah calon suaminya.dan suster pun sepertinya percaya saja.kini mereka hanya tinggal berdua diruangan itu.


"aku nggak akan macem-macem san..apalagi kamu lagi sakit begini"


"bagus kalo gitu.."


"aku bawain sup buntut kesukaan kamu"


"kamu makan aja..aku nggak selera"


"ayolah san...sedikit aja nggak usah pake nasi deh.kalo nggak kamu minum jus alpukatnya ya ?"


sania tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh rio.dia membuka mata dan memandang lelaki itu cukup lama mencoba mencari kebohongan yang biasanya akan dia temukan meskipun rio menutupinya dengan banyak cara,tapi kali ini sepertinya lelaki itu hanya ingin bersikap baik padanya.


rio menyodorkan jus alpukat ke mulut sania,gadis itu hanya menyeruput sedikit karena di lidahnya semua makanan terasa pahit.


"jadi calon suami kamu orang kaya ?"


"kenapa emangnya?ini bukan urusan kamu"


"seenggaknya aku harus mastiin kamu dapet orang baik-baik,sebelum aku bener-bener lepasin kamu"


mata sania perih dan hatinya berdenyut nyeri mendengar kata-kata yang keluar dari mulut rio.


sania memilih untuk membalikkan badannya menghadap tembok.


"mendingan kamu pulang,jangan sampe rosi liat kamu ada disini"


"takut banget aku diapa-apain ama temen kamu yang barbar itu"

__ADS_1


khawatir????bodo amat lo mau diapain ama rosi,gue cuma gedeg liat muka lo.kalo tangan gue nggak diinfus aja udah gue tampol tuh mulut.ngomong asal aja.


rio berjalan keluar kamar inap dan duduk dibangku panjang dekat kamar sania.gadis itu berusaha memejamkan mata,tak lama seorang perawat datang dan menyuntikkan obat untuk sania lewat lubang yang ada diinfus.


dia bisa tenang karena bi minah mengatakan nyonya maria yang memerintahkan agar dirinya dibawa kerumah sakit.


tak lama dia terlelap tidur,dia tau betul rio tidak akan macam-macam.jadi sekalipun rio masih didepan kamarnya dia tidak khawatir.


pak pram yang kembali dari mushola sekaligus membeli makan siang sudah sampai didepan kamar sania.dia masuk kedalam untuk melihat keadaan sania.tapi karena sania sedang tidur dia memilih untuk keluar dan duduk tepat didepan kamar sania persis.beliau menawari rio yang sepertinya juga sedang menunggu seseorang dirumah sakit ini.


"kalo bapak sedang nunggu siapa pak?"


"saya nungguin temen kerja karena dia nggak ada keluarga disini"


"oh...bapak kerja dimana kalo boleh tau?"


rio mengangguk paham.tadi dia pikir pak pram ini calon suami sania,tapi ternyata bukan.mereka hanya teman kerja.rio masih penasaran seperti apakah sosok yang menggantikannya dihati sania sekarang ?


benarkah sania sudah mempunyai calon suami seperti yang sania katakan padanya?


dia tetap menunggu disana sampai pukul tujuh malam karena rosi sudah datang dan mengusirnya secara terang-terangan.


"kok bisa si tuh cowok ada disini?"


rosi yang baru saja masuk sudah memasang wajah kesal karena bertemu dengan rio.dia memeluk sania cukup lama dan merasa sedih melihat keadaan sania sekarang.


"siapa?"


"mantan lo"

__ADS_1


"oh rio ?emang dia masih ada didepan?"


"ck..udah gue usir"


"haha...ratu sadis lo emang"


"biarin...sebel gue liatnya.lo kenapa sih bisa sampe dirawat begini?"


"kayaknya gue kecapekan,masuk angin udah gitu gue mabok naik mobil dari puncak sampe jakarta"


"yaampun kasian banget sih lo"


"gimana kalo lo balik lagi ke pabrik?"


"ck enggak ah..lo tau sendiri kan rio orangnya rada nekat.gue lebih aman kalo tinggal ditempat bos gue yang sekarang.diluar rumah full cctv,ada satpam juga jadi gue tenang"


"ya udah deh kalo itu udah keputusan lo...oh iya lo udah makan?"


"udah tadi suster nyuapin gue makan ros"


"wah..padahal gue bawain martabak telor spesial buat lo"


"ih mau....."


sania terhibur dengan kehadiran rosi dikamarnya.dia bercerita banyak dan berencana untuk pergi bersama bila nanti ada waktu.rio yang mengintip dari kaca bening yang ada di pintu sedikit tersenyum lalu beranjak pergi untuk kembali pulang kerumahnya.


setidaknya rasa rindunya sudah terobati.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2