
pagi hari sania sudah bangun tidur dan berencana untuk membuat sarapan seperti biasa.dia keluar kamar pelan-pelan agar jonathan dan bintang tidak terbangun.mulai pukul tiga dini hari sampai setengah lima tadi jonathan menemani bintang yang terjaga.
sania yang tadinya ikut menemani akhirnya ketiduran setelah menyusui bintang.
dia sudah selesai mandi sekaligus mencuci popok bintang serta baju jonathan yang semua kancingnya hampir terlepas.
"aduh neng..ngapain nyuci baju sendiri"
bi asih mengambil alih baju yang sudah bersih dan tinggal dijemur dari tangan sania.dia menggiring sania untuk masuk ke dapur dan menyajikan sarapan hangat untuk sania.
"nggak pa-pa bi asih,saya masih bisa kok nyuci baju sendiri"
"tapi kan ada saya neng,dijaga atuh badannya kan baru lahiran"
"saya tadi beli jamu buat neng,nanti diminum ya?" sambung bi asih lagi,wanita bertubuh gemuk itu dengan semangat menyiapkan sarapan untuk sania.
"aduh bibi baik banget,makasih ya bi.nanti aku ganti uangnya"
"nggak usah,ngapain diganti.udah neng sania sarapan aja"
akhirnya sania makan dengan lahap,sania masih merasa sedikit mengantuk karena bintang beberapa kali menangis dan juga mengompol.jonathan sudah menyarankan agar bintang dipakaikan pampers.tapi sania menolak karena takut anaknya mengalami iritasi.
"pagi bu..."
"oh pagi san..kamu udah bangun?"
"sudah bu.maaf saya sarapan duluan"
"nggak pa-pa,saya emang sengaja suruh bi asih masak dulu biar kamu bisa sarapan lebih awal.gimana bintang,rewel nggak?"
"lumayan bu"
"jojo masih tidur?"
sania mengangguk pelan,semalam dia sudah menyuruh jonathan untuk pulang tapi dia malah mengajak bintang untuk tidur bersama diatas ranjang.lelaki itu juga bilang kalau nanti dia akan meminta izin pada ibunya untuk menikahi sania.
__ADS_1
tapi sania tak mau terlalu berharap.
"oh iya bu,saya sebenernya ingin menyampaikan sesuatu"
"mau ngomong apa sih?"
"sebelumnya saya mau bilang terima kasih banyak karena ibu sama tuan darius mengijinkan saya tinggal disini selama ini.karena saya sudah melahirkan dan tuan jonathan juga sudah tau keberadaan saya disini,saya ingin pindah ke tempat lain.saya nggak enak kalau terus-terusan ngrepotin ibu sama tuan darius"
"loh..kamu mau kemana san?"
"belum tau bu,nanti saya akan coba cari tempat buat saya tinggal sama bintang"
"kamu udah bilang sama jojo?"
"sudah"
"terus?"
sania menggeleng,dia masih belum tau bagaimana keputusan jonathan.karena semalam lelaki itu meminta sebuah kesempatan.
"iya bu.kalau badan saya sudah fit nanti baru cari kontrakan"
"oke..deh"
"pagi tante..." wanda dan sania menoleh begitu mendengar suara serak jonathan.rambutnya acak-acakan dan matanya belum terbuka sempurna membuat wanda cepat-cepat mengambil bintang dari gendongan jonathan.
"wah ternyata cucu oma udah bangun"
"tuan mau minum kopi atau teh?"
"teh aja san.."
wanda melirik kearah jonathan dan sania bergantian,sebenarnya mereka berdua itu cocok dan sepertinya sifat sania yang perhatian itulah yang membuat jonathan nyaman.
"biar saya mandiin bintang ya?kamu sarapan aja dulu sama jo"
__ADS_1
"jangan bu,nanti malah ngrepotin"
"udah biarin san..tante nggak bakal repot"
sania kembali duduk dan melanjutkan makannya.
"tuan mau makan sekarang?"
"roti aja san.."
"iya tuan" sania mengoleskan selai ke atas roti lalu memberikannya pada jonathan.baru saja lelaki itu mau mengatakan sesuatu,darius muncul dengan tubuh penuh keringat.jonathan refleks menutup kedua mata sania karena darius hanya memakai celana pendek saja.
"kenapa sih kalian nggak nikah aja?udah cocok gitu"
"tuan..tuan ngapain sih?lepasin, saya nggak bisa liat apa-apa!!"
darius malah menertawakan tingkah jonathan yang kekanakan.dia paham kenapa jonathan melakukannya.dalam otaknya terlintas ide untuk mengerjai jonathan lagi.dia sengaja membuka bajunya didepan mata jonathan.
"yus masuk sana,udah kayak sapi aja lo nggak pake baju"
"eh bang ganteng,sania udah biasa kali liat badan gue.takut amat sih lo"
akhirnya sania bisa melepaskan tangan jonathan dari wajahnya.dengan wajah cemberut dia meninggalkan ruang makan.sania lebih memilih untuk menyusul bintang yang sepertinya sudah selesai mandi.
"jadi tiap hari dia liat lo kayak gini?"
"yup...gue emang biasa cuma pake kolor doang"
"dasar sepupu laknat..." jonathan kesal pada darius.dia bangkit dari kursinya dan menyusul sania kedalam kamar.secepatnya dia harus membawa sania dan bintang pergi.darius malah tersenyum semakin lebar melihat wajah masam jonathan yang sedang terbakar api cemburu.
BERSAMBUNG
mohon dukungannya readers,makasih banyak buat yang selalu setia baca cerita ini.aku makin semangat waktu baca komen kalian yang lucu-lucu....
keep reading ya gaess ♡♡♡
__ADS_1