
wajah faisal sumringah bisa keluar kantor disaat hari masih siang.jam 4 sore dia sudah bersiap-siap untuk pulang dan tak lupa membawa berkas titipan bosnya untuk dia antarkan sekalian pulang kerumah.
bahkan novi sampai menatapnya aneh karena sepanjang didalam lift faisal tak henti-hentinya tersenyum.
"awas tuh gigi kering ..."
"emang kenapa"
"muka lo mas...senyum-senyum mulu kayak orang gila"
"dasar lo nggak bisa liat gue seneng...gue udah kayak kalong tiap hari nemenin si bos lembur..keluar kantornya malem melulu"
"kalo elo sih bukan kalong mas..tapi kampret.hahaha"
"sue lo nov...liat aja lo kalo udah jadi bini gue"
"idih ngarep...."
"enggak...gue tau lo juga suka sama gue"
"astaga.....mas" novi geleng-geleng kepala sambil keluar dari lift lalu meninggalkan faisal dibelakang.
faisal hanya tersenyum melihat novi yang semakin menjauh.dia membuka pintu mobilnya dan meletakkan barang-barangnya di kursi sebelah kemudi.mengingat akan bertemu sania dia berencana untuk membawakan sesuatu.
"ah...gue bawain rujak aja kali ya?secara cuaca panas banget kayak gini"
ditengah jalan pria itu menepi didekat gerobak penjual rujak dan memesan dua bungkus untuknya dan juga sania.
dia melanjutkan membelah jalanan ibukota yang sedang padat-padatnya karena jam pulang kantor.tapi tak sengaja dia melihat novi yang sedang dibonceng seorang lelaki menyalip mobilnya perlahan.
hatinya terasa sakit seketika,tapi mau bagaimana lagi?
bila novi sudah memiliki kekasih,faisal tidak boleh merebutnya.itu bukan tindakan seorang pria sejati.
setengah jam kemudian dia sudah sampai di kediaman jonathan.satpam yang sudah sangat mengenal faisal langsung membuka pintu gerbang lebar-lebar agar mobil faisal bisa masuk.
sania yang kebetulan sedang menyapu halaman segera mendekat ke mobil faisal.sania jadi merasa sedikit kesepian karena nyonya maria belum juga pulang.jadi dia menyibukkan diri membersihkan halaman dan membersihkan kebun mini milik nyonya maria meskipun dia ketakutan akan bertemu dengan ulat bulu seperti waktu itu.
dia baru sadar ternyata nyonya maria meskipun cerewet tapi bisa membuatnya rindu dengan segala omelannya.
"ada apa mas..tumben banget dateng kerumah?"
"biasalah masalah kerjaan.oh iya aku bawain kamu ini,nanti kita makan bareng ya"
"ok...."
"sal...buruan masuk.ngobrol mulu kerjanya!"
"iya bos.."
dalam hati faisal membatin,baru juga sampai sudah dapat omongan pedas seperti ini.sungguh hari libur bosnya kali ini sangat tidak bermanfaat,karena ujung-ujungnya tiap bertemu faisal jonathan langsung naik darah.
sania membereskan pekerjaannya dan segera menyusul masuk kedalam lewat pintu dapur yang terletak disamping rumah.dia senang sekali dibelikan rujak oleh faisal.
faisal sedang duduk di sofa depan saat sania datang dan mengucapkan terima kasih karena faisal tidak melupakannya.
lelaki itu sempat terkejut saat tadi melihat potongan rambut sania yang terlihat sungguh berbeda lain dari waktu terakhir mereka bertemu.
"lo tambah cantik aja...gimana kerja disini,betah?"
sania mengibaskan rambutnya kekiri dan kekanan.kini dia bangga bila ada orang yang memuji potongan rambutnya.diam-diam sania berterima kasih pada nyonya maria karena sudah membuat keputusan yang baik untuknya.hanya saja gadis itu melakukannya dalam hati,terlalu malu untuk mengatakannya secara langsung.
"iya mas...makasih ya.ini kan berkat kamu juga"
"sal...naik"
kedua insan yang sedang terlibat obrolan singkat itu mendongak setelah mendengar suara yang cukup menggelegar.
__ADS_1
sania kembali menunduk sementara faisal mengambil barang-barangnya dari atas meja dan berjalan ke lantai atas.
"gue tinggal dulu ya san..ntar kalo gue lama makan aja dulu rujaknya"
"oke..."
sania menjawabnya sambil berbisik lalu dia kembali lagi ke belakang.bi minah sedang menyiapkan bahan masakan untuk makan malam.
"bi..nyonya kok lama banget ya?saya jadi khawatir deh"
"nggak pa-pa neng... nyonya kan perginya ama bu wanda jadi wajar aja lama"
"iya sih...saya nggak enak karena nyonya pergi tapi saya nggak ikut"
"nyonya udah tau kamu sakit,makanya nyonya tadi nggak nyari-nyari kamu"
"beneran bi?"
"iya"
"bibi yang kasih tau?"
"enggak,nyonya bilang semalem kamu pingsan"
"oh...iya bi"
"emang kamu ngapain bisa sampe pingsan gitu?"
"mijitin tuan..kayaknya saya kecapekan"
"oh.."
sania sudah terlarut dalam kesibukan memasak berasama bi minah sambil berbincang hangat.mereka nampak seperti ibu dan anak karena saking dekatnya.apalagi bi minah juga tau kalau sania sudah tidak memiliki orang tua.
akhirnya jonathan dan faisal turun.setelah masakan siap,bi minah naik keatas untuk memberi tau tuannya yang tengah sibuk bekerja.
mata faisal berbinar menatap makanan yang sudah tersaji diatas meja.dia benar-benar sudah kelaparan,sepulang kantor tadi dia pikir akan bisa bebas.tapi ternyata dia bukan hanya mengantar berkas untuk jonathan tapi malah lembur dirumah bos-nya.
jonathan sudah menarik kursi dan duduk,dia mulai mengambil nasi dan lauk pauknya satu persatu.
"makan sal...kamu ngapain bengong disitu?"
"saya boleh nggak makan bareng sania aja tuan?"
"nggak,nanti malah lama kamu makannya"
bos...bos sebenernya kenapa sih seneng banget nyiksa orang.
faisal menarik kursi disebelah kanan jonathan dan duduk dengan perasaan tidak nyaman.
ini pertama kalinya dia makan dirumah bosnya jadi faisal agak canggung juga.dia mengambil sedikit sekali nasi dan juga lauk membuat jonathan mengernyit heran.tapi dia tidak mengatakan apa-apa.
bahkan faisal dengan cepat menyelesaikan makannya dan langsung pergi menuju dapur setelah terlebih dulu pamit pada bosnya.
sania makan sendirian karena bi minah sedang mengantar makan malam untuk sang suami di pos jaga depan.
"san...kok makan sendirian aja ?"
"loh kamu ngapain disini?emang udah selesai makannya?"
"udah..mana rujaknya biar gue siapin"
"oh..sebentar tadi aku taruh kulkas"
sania kembali dengan membawa piring dan juga dua bungkus rujak yang faisal beli.
faisal sangat cepat membukanya dan langsung saja melahap satu potong nanas dengan lelehan sambal pedas dan manis.
__ADS_1
sania yang melihatnya juga tak mau kalah,baru setengah dari isi piringnya berkurang gadis itu mencocol buah mangga mangkal dengan sambal lebih banyak.
"emh...enak banget.kebetulan kamu bawain ini mas,tadi pagi badan aku mual-mual pusing juga"
"loh kenapa emangnya?"
"keca-"
"oh jadi kamu makan cepet sengaja biar bisa ngobrol lagi?" suara jonathan barusan membuat suasana dapur yang tadinya menyenangkan menjadi suram.
"hehe..maaf bos saya tadi udah janji mau makan rujak bareng sania.bos mau ?"
sania mendukung ucapan rekannya dengan melempar senyuman manis pada tuannya.
jonathan mendekat dan menyuruh faisal untuk pindah dari kursinya.sania dan faisal saling berpandangan tak paham.
"dimakan tuan.." akhirnya sania menawarkan rujak yang ada dihadapan jonathan karena keadaannya menjadi sangat canggung.sementara faisal tidak berani mengatakan apa-apa karena takut salah ucap dan membuat bosnya kembali marah.
jonathan mengambil satu buah dan mengamatinya dengan seksama.
"ini buah apa san,bentukannya aneh banget?" entah jonathan akan memakannya atau tidak karena dia masih memutar-mutar potongan buah di hadapannya.
sumpah dalam hati faisal sudah ingin tertawa,tapi dia takut.bukan karena takut dosa tapi takut dirinya akan dipecat.
"emm..itu bengkoang tuan..."
"bengkoang?bisa dimakan?"
"pfftttt...."
faisal sudah tidak bisa menahan tawanya lagi sekarang.astaga....ternyata bosnya benar-benar tidak tau apa itu bengkoang.begitu mendapat lirikan tajam dia langsung menutup mulutnya dengan tangan.
sania tersenyum paksa melihat faisal yang berusaha menahan tawanya.dia tidak enak kalau sampai bosnya tersinggung.
"maaf...maaf bos kelepasan"
"kamu mau saya potong gaji?"
"iya..bos maaf"
"bisa tuan..kalo pake sambelnya pasti tambah enak"
sania mengambil sepotong bengkoang dan mencontohkannya didepan jonathan.dia mengunyah dengan tenang karena sedang diperhatikan tuannya.faisal juga mengambil potongan kedondong yang berwarna kuning kehijauan.
"itu apa sal?"
"kedondong bos..yang ini nanas,jambu,timun sama mangga"
"saya tau...emangnya saya bayi apa nggak tau buah nanas,jambu,timun sama mangga"
jonathan mencoba buah bengkoang tadi tanpa sambal,lalu mengambil lagi dan mencocolnya dengan sambal yang terihat menggoda.
sampai-sampai dia mengambil berkali-kali dan buah dipiring hanya tersisa sedikit sekali.sania dan faisal sampai terbengong-bengong melihatnya.
"minum san...pedes juga" pinta jonathan tanpa dosa karena sudah menghabiskan rujak milik bawahannya.
"e-eh iya tuan" sania mencuci tangan dan mengambil segelas air dingin dari kulkas.
setelah menghabiskan setengah gelas,jonathan beranjak dari kursinya dan keluar dari dapur menuju lantai atas.
"mas...tuan unik juga ya?"
"unik apa langka?"
"dua-duanya.hehehe"
mereka berdua lalu membereskan meja makan.setelah selesai faisal segera menyusul bosnya di ruang kerja.
__ADS_1
BERSAMBUNG