
Dalam suasana hening yang mencekam,kardi beserta istrinya duduk disofa besar dengan perasaan gelisah.Niat hati ingin bertemu keponakan yang sudah lama tidak ia temui,mereka berakhir di rumah besar bak istana milik maria.
setelah berjam-jam menunggu sania yang tak kunjung pulang dirumah yang sepi karena sedang ditinggal keluar kota,justru orang yang tak diduga datang dan mengajak mereka untuk ikut serta dan mengatakan sania tak akan pulang dalam waktu dekat.
beruntungnya mereka diperbolehkan untuk membersihkan diri dan diberi makan malam.kini sang nyonya rumah tengah berjalan mendekat ke arah mereka yang otomatis langsung berdiri.
dimata mereka mertua sania ini orang yang sangat berkharisma dan pantas untuk disegani.
hilang sudah sifat garang mereka yang dulu selalu memarahi dan menyalahkan sania.
"selamat malam bapak dan ibu"ucap maria dengan suara lembut dan wajah yang ramah.
"malam bu maria,maaf sekali kami jadi merepotkan ibu"
"oh enggak sama sekali,kalian kan keluarganya sania yang masih hidup setelah bapak dan ibunya meninggal.saya justru berterima kasih karena kalian mau nengokin sania disini.kata dia paman dan bibinya baik banget selalu nolongin dia dulu waktu kesusahan"
kardi dan kasih saling berpandangan,mereka khawatir apakah sania juga mengatakan bahwa mereka sering memarahi dan bahkan mengusir sania dari rumahnya sendiri?
"a..ah itu kan sudah kewajiban bu.ngomong-ngomong apa kami bisa berbicara dengan sania melalui telfon?"
"saya tadi sudah memberi tahu lewat pesan singkat,tapi sania masih belum membacanya.bapak dan ibu tenang saja,kalian bisa tinggal disini selama yang kalian mau"
"tapi bu,kami pasti merepotkan"
"jangan seperti itu,anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih saya karena kalian sudah bersikap baik pada sania.dia itu anaknya baik banget loh,sekarang saya malah lebih perhatiin sania daripada anak saya sendiri.jadi kalau ada yang jahat sama dia,saya pasti tahu"
wajah kasih langsung memucat,apa mungkin bu maria juga tahu perbuatan mereka dulu?
dia langsung merasa tak nyaman walaupun sang pemilik rumah kini masih memasang senyum manisnya.
"ya sudah kalau begitu,karena sekarang sudah malam sebaiknya kita istirahat.silakan pak,bu semoga betah ya tinggal disini"
"sekali lagi terima kasih bu maria atas kebaikan hatinya"
"sama-sama pak,saya permisi dulu ya"
setibanya dikamar,kasih langsung mendudukkan diri diranjang empuk dengan pandangan kosong.
__ADS_1
"pak..gimana kalau mertuanya sania tau kalau dulu kita jahat sama sania?perasaan ibu nggak enak"
"mana mungkin bu maria tau"
"tapi bisa aja kan sania cerita ke mertuanya.ibu takut pak..apa nggak sebaiknya kita pergi aja dari rumah ini?"
"tapi kita mau kemana bu?arlan yang anak kandung kita sendiri aja nggak mau menampung kita.cuma sania satu-satunya harapan bapak buat saat ini.lagian kita kan dulu udah bantuin dia,masa dia tega sih sama kita.lihat rumah ini,sania beruntung banget dapet suami orang kaya"
"tapi pak.."
"udah bu,jangan khawatir.sekarang mending istirahat aja.kapan lagi tidur dikasur empuk kayak gini" kardi sedang mengelus-elus permukaan kasur yang sangat halus dan wangi sambil memejamkan mata,tak menghiraukan kekhawatiran istrinya sama sekali.
sementara itu sania dan jonathan sedang tertawa terbahak-bahak begitu mendengar suara kentut bintang ditengah-tengah perdebatan mereka.jonathan melarang sania untuk tidak berjalan-jalan keluar rumah bila tidak dengannya.
"kok kamu kayak papa sih,suka kentut sembarangan" ucap sania sambil menyiumi pipi bintang yang tampak gembul.anaknya itu nampak tertawa karena kegelian.
"san..kok cuma bintang yang dicium.saya enggak?"
"tuan kan udah sering,nggak dikasih juga nyosor"
"kok manggilnya gitu"
"oh...gitu?ya udah nanti malem jangan tidur sama saya!" ucap jonathan sambil berjalan keluar dari kamar.
dia sudah terlambat pergi ke lokasi proyek karena sania terus meminta diijinkan keluar rumah.
setelah mengambil tas dan jasnya dia kembali masuk kekamar untuk berpamitan pada istrinya.
sania mencium punggung tangan jonathan lalu mengantarkannya sampai ke depan rumah.meskipun kesal,dia tidak bisa mengacuhkan jonathan yang akan berangkat kerja.
"hati-hati TUAN" ucap sania sebelum jonathan menaiki mobilnya.dia sengaja ingin membuat jonathan semakin kesal.
bukannya kesal jonathan justru menyeringai,malam ini dia akan menghukum istri pembangkangnya.
sania ingin sekali jalan-jalan keluar,tapi karena ingat suaminya tidak memberinya izin,sania hanya bermain diteras dan juga kolam renang.
setelah bosan dia masuk kedalam rumah dan menonton film diruangan khusus.tidak ada hal lain yang bisa dia lakukan karena tiap pagi sudah ada yang bertugas membersihkan rumah.disini jonathan hanya memperbolehkan sania untuk memasak dan mengurus bintang saja,tidak seperti saat sedang berada dirumahnya yang ada di jakarta.
__ADS_1
saat hari sudah malam tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya membuat sania yang merasa sangat mengantuk terlelap saat sedang menyusui bintang.tak lama berselang jonathan pulang dengan wajah yang tampak kelelahan.
tapi begitu melihat kedua orang yang disayanginya tertidur pulas,rasa penatnya seperti sirna.
setelah memindahkan bintang ke boks bayi,dia lalu menyelimuti tubuh sania dengan selimut tebal.dia lalu pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.tak berapa lama dia menyusul sania diatas ranjang dan memeluk istrinya begitu erat.
"emh..tuan sudah pulang?udah makan belum?"
saat sania merasa geli karena lehernya terus diciumi oleh sang suami,akhirnya dia membuka matanya lebar.
"saya mau makan kamu"
dengan sigapnya jonathan mengikat kedua tangan sania lalu menyeringai,membuat sania membelalakkan matanya.
"sayang..kamu mau ngapain kok tanganku diikat?sayang bukaaaa" jonathan malah menutup kedua mata sania dan mengabaikan rengekan sania yang merasa tak nyaman dengan ikatan ditangannya.
jonathan terus menggoda tubuh sania hingga istrinya itu akhirnya menyerah dan tak lagi melawan.
setelah terdengar sania meminta ampun berkali-kali,baru jonathan membuka penutup mata sania dan menciumnya begitu dalam.
****
"kamu kok tiap pagi keramas sih san?" tanya jonathan keesokan harinya karena penasaran.sania memandang suaminya lekat-lekat.
"yang tiap malem minta jatah siapa?"
"saya"
"nah itu tau"
"terus hubungannya apa?"
BERSAMBUNG
makasih buat readers semua yang udah sempetin buat baca,like dan komen cerita ini.
love you all ❤❤❤
__ADS_1
maaf kalau bakalan lama update,soalnya mau aku revisi dari awal cerita.tapi pasti aku cicil nulis lanjutannya.