
Sania tersenyum sepanjang jalan karena saking senangnya bisa pergi keluar rumah.Semalam jonathan sengaja lembur agar bisa menyempatkan waktu untuk menemaninya dan bintang jalan-jalan.
"Oh iya san..Kamu mau belanja sekalian?"
"Boleh"
Mereka berdua berjalan beriringan sambil berbincang panjang lebar.Nampaknya Bintang juga tak terganggu sang ayah mengajaknya berjalan-jalan tanpa kendaraan sama sekali.
Suasana ramah penduduk sekitar membuat Sania merasa mendapat semangat baru.Mereka begitu terbuka dengan setiap pendatang termasuk dirinya.Untuk pertama kalinya dia merasa bebas tanpa harus memikirkan pandangan orang lain tentang kehidupan pribadinya.
"Sayang..gimana kabar Mas Faisal sama Novi?"
"Kenapa?"Alis jonathan mengerut karena tiba-tiba istrinya itu menanyakan tentang karyawannya dikantor.
"Nggak pa-pa sih,tiba-tiba aku keingetan mereka"
"Mereka baik-baik aja.Darius juga bukan tipikal orang yang suka marah-marah"
"Hahaha..Emangnya kamu,tiap hari marah-marah dikantor?"Sania masih ingat betul saat Jonathan membentak Faisal didepan kedua matanya.Faisal juga kerap bercerita bahwa jonathan sering memarahinya tiap kali menghadap.
"Saya marah juga ada alasannya"
"Sony ada juga?"
"Ada"
"Emmm saya penasaran sama sony,kok bisa ya orang super pendiam kayak gitu nempel terus sama darius kemana-mana?"
__ADS_1
"Darius nggak cerita?"
Sania menggeleng,tatapannya menandakan dia benar-benar tidak tahu apapun mengenai darius dan sony.Sania penasaran karena dimanapun darius berada,sony pasti selalu ada.Meskipun sony hanya berbicara seperlunya dan lebih jarang terasa keberadaannya karena sangat pendiam.
"Sebenarnya mereka itu temen dari SD,kamu tau kan kalau darius itu orangnya resek dan suka penasaran sama kehidupan orang?"
"Iya,terus?"
"Nah jadi dulu darius sering banget ngerjain sony,tapi selalu dicuekin.Setiap darius dateng buat gangguin sony,tuh anak cuma ngasih pandangan males terus pergi gitu aja.Nah waktu kelas 5 si darius makin penasaran sampai akhirnya dia ngikutin sony pulang kerumahnya..."
"Terus??"
"Darius lihat kondisi keluarga sony yang ternyata keluarga kurang mampu.Bapaknya sony itu tukang becak dan ibunya jadi buruh cuci setrika dilaundry tetangganya"
"Loh emang dulu darius sekolahnya di sekolah biasa bukan sekolah elite?"
"Pulang kerumah darius langsung minta ke tante wanda buat bantuin biaya sekolahnya sony.Disekolahpun darius coba baikin sony dan minta maaf karena merasa bersalah,tapi sony masih terus ngehindarin darius"
"Tapi kenapa?"
"Sony nggak suka sama darius yang tengil,banyak omong dan suka jahilin orang makanya dia nyuekin darius"
"Hahaha..asli kasian banget.Nggak kebayang ternyata darius punya sejarah yang cukup memalukan"
Sudah terpikir dalam otak sania untuk meledek darius,sony dan vero bisa dijadikan senjata yang ampuh rupanya.
"Terus gimana mereka bisa deket sampai sekarang?"
__ADS_1
"Apalagi?Ya karena sony kasihan lihat darius tiap hari minta maaf ke dia,mungkin lebih tepatnya muak.Akhirnya dia mulai mau bicara sama darius dan sering belajar bareng kalau dikelas".
Mendengar itu tawa sania kini lebih panjang dari yang sebelumnya meskipun dia menutupinya dengan tangan.
Dilain tempat....
"Bu Maria,apa boleh kami tinggal dirumah sania yang kemarin kami datangi?Saya tidak enak kalau terus-terusan merepotkan ibu karena sudah membiarkan kami tinggal dirumah ini"
"Apa kalian tidak ada tempat tinggal lain?"Semakin banyak Kasih dan Kardi menjawab,Maria semakin membuat mereka berdua frustasi karena mendapat pertanyaan dan bukannya jawaban.
"Maaf,Bu kami bahkan sekarang sudah tidak mempunyai rumah...Lagipula kami sudah merawat Sania dari kecil,saya yakin dia tidak akan keberatan kalau kami menempati rumahnya untuk sementara"Kasih berusaha keras agar mereka berdua bisa cepat-cepat keluar dari rumah besar milik maria.Dia dan suaminya lama-lama tidak betah tinggal disana karena tiap pagi dari mulai jam 2 pagi sampai menjelang subuh akan terdengar suara bel berkali-kali hingga mereka tak bisa tidur nyenyak.Merekapun kelelahan karena setiap hari harus ikut membantu membersihkan halaman yang cukup luas.
"Saya tahu kalian sudah banyak berjasa dalam kehidupan sania,tapi apa ini tidak berlebihan?"
"Maksudnya?"
"Saya mungkin belum mengenal sania sebaik kalian,tapi sampai sekarang saya belum bisa menghubungi dia ataupun jonathan anak saya.Saya tidak bisa seenaknya membiarkan orang lain untuk tinggal disana"
Kepala kasih mendadak terasa sakit karena kesal.
"Saya tidak akan menahan kalau kalian memang ingin pergi,tapi tolong jangan melewati batas.Walaupun kalian keluarganya,saya nggak bisa biarin orang semena-mena sama menantu saya"
Kasih dan kardi langsung tertunduk diam,sepertinya mereka mulai sadar bahwa maria sudah mengetahui semuanya.
Setelah mengatakan hal itu,maria pamit undur diri dan bersiap-siap untuk pergi.Dia akan menyusul anaknya di Bali bersama wanda.
Dalam hatinya merasa cukup tenang apalagi melihat raut wajah dua orang yang pernah membuat sania sengsara.
__ADS_1
BERSAMBUNG