Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
diterima


__ADS_3

tadinya jonathan marah karena sania tidak mau jujur padanya,tapi kini situasi berubah.sania memandang tajam pada jonathan sambil menunjukkan noda lipstik kearah jonathan.


"em...itu saya nggak tau"


sania terkejut,bagaimana mungkin jonathan tidak tahu?


apa karena wanita yang bertemu jonathan kemarin lebih dari satu?


"oh..nggak mau ngaku.ya udah jangan ngomong sama saya lagi!" sania pergi sambil membawa baju kotor milik jonathan tadi.


"san..tunggu dulu.kamu jangan marah dong"


"terserah tuan..saya nggak peduli"


"ada apaan sih bro?" darius muncul dengan kaos dan celana pendek.tadi dia sempat melihat jonathan sedang mengejar-ngejar sania.


"sania ngambek gara-gara liat baju gue ada noda lipstiknya"


"bagus dong..berarti dia ada rasa ama lo"


"oh ya?"


darius menggeleng melihat kepolosan kakak sepupunya.apa karena ini efek orang sedang jatuh cinta?


sania masih diam dengan wajah cemberut mengabaikan jonathan yang sedang menggendong bintang.


"san ayo kita pindah,rumahnya udah siap.kamu tinggal bawa baju sama perlengkapan lainnya aja"


"nggak mau tuan"


"jadi kamu lebih milih bintang aku yang rawat?"


"dasar laki-laki dimana-mana maunya diturutin"


jonathan takjub melihat sania bisa semarah itu padanya.


"sebenernya itu noda lipstiknya novi yang sempet pingsan karena bantu saya nyiapin rumah buat kamu" sania mendekat lalu mengambil alih untuk menggendong bintang.dia menatap galak pada tuannya yang terlihat seperti orang akan menerima hukuman mati.


"terserah tuan,saya nggak peduli"

__ADS_1


"40 hari lagi kamu harus mau jadi istri saya"


idih maksa amat nyuruh-nyuruh orang buat jadi bini.emangnya gue kucing apa?!!


"kita kan beda agama tuan,lagian mana mungkin nyonya ngijinin"


"semua masalah sudah saya selesaikan,kamu tinggal terima aja"


semua masalah?


"maksudnya tuan?"


"kamu ikut saya dulu kerumah baru,nanti baru saya jelasin"


"tapi tuan nggak bohong kan?"


"nggak,mana barang yang mau kamu bawa?nanti sisanya biar saya suruh orang buat beresin"


sania seperti tersihir dan dengan mudahnya menuruti perintah jonathan.meskipun dalam hati masih bimbang,sania seperti tak ada pilihan lain.perlahan tapi pasti,jonathan telah memilih jalan yang harus dilewati sania.


akhirnya setelah bintang puas menyusu dan tidur pulas,sania membereskan beberapa barang yang dibutuhkan dirumah baru.


jonathan sedang berdiskusi dengan wanda dan darius mengenai kepindahan sania hari ini.


"udah san..jangan nangis ya.nanti saya sering-sering nengokin kamu sama bintang disana"


sania hanya bisa mengangguk,karena bila berbicara pasti suaranya terdengar serak dan tak jelas.


"kamu hati-hati disana,nanti kabarin ya kalau udah sampai"


"yaudah tante,jo pamit dulu"


"san..inget omongan gue kemaren"


"baik"


"udah..udah cari kesempatan mulu"


"elaaah si abang pikirannya negatif mulu"

__ADS_1


jonathan menyetir sendiri mobilnya menuju ke rumah yang jauh dari hiruk pikuk ibukota.untungnya bintang tetap tenang selama dalam perjalanan.


"jadi nama lengkap bintang siapa san?"


"tuan saja yang kasih nama"


"tenang aja san,setelah kita menikah nanti semua bakalan baik-baik aja" jonathan bisa melihat dari wajah sania bahwa wanita itu memang masih menyimpan banyak kekhawatiran dalam hatinya.


sania pesimis dengan perkataan jonathan,bagaimana caranya semua akan baik-baik saja?


"jadi gimana tuan mau menyelesaikan semuanya?"


"mami sudah kasih restu ke saya buat nikahih kamu.kemarin juga saya sudah datang dan bertemu paman kamu dikampung"


"apa?!!!" sania terkejut bukan main jonathan sampai rela menemui pamannya untuk meminta izin menikahi sania karena mereka merupakan wali nikah yang sah bagi sania yang merupakan seorang yatim piatu.


"mereka juga menyampaikan permintaan maaf buat kamu dan mereka menyesali perbuatan mereka yang lalu.ini titipan dari bi sanah," jonathan mengulurkan sebuah amplop putih kepada sania.


"katanya kalau kamu kangen,kamu bisa baca surat itu"


sania sudah tak bisa berkata apa-apa lagi,dengan cepat dia membuka surat itu dan membaca baris demi baris tulisan tangan bibinya.


"kalau kamu mau,nanti saya bisa suruh orang buat jemput dia kesini"


"makasih tuan"


tak terasa mobil sudah terparkir didepan sebuah rumah mungil yang sangat cantik.


sania sungguh merasa beruntung,jonathan benar-benar menyayanginya dan tak mundur sekalipun dia menolaknya berkali-kali.


jonathan membukakan pintu lalu menuntun sania agar masuk kedalam rumah.


"tuan...makasih"


jonathan mendekap erat sania dalam pelukannya.jonathan tau sania pasti merasa sangat terharu sekarang.


"jadi kamu mau kan nikah sama saya?"


sania mengangguk membuat jonathan akhirnya tersenyum senang.

__ADS_1


BERSAMBUNG


maaf lama readers,tugas negara harus didulukan soalnya.hehehe


__ADS_2