
"san..ayo buruan nanti telat"
"emang kita mau kemana sih tuan?saya masih capek"
sania sedang mengajak bintang berbicara diatas ranjang.tapi sepertinya anak itu mulai bosan,karena kini bintang mulai menangis dan baru diam saat sania menimangnya sambil berjalan-jalan disekitar kamar.
jonathan muncul dari kamar mandi setelah menyukur jambang diwajahnya.
"kita pergi berdua,mami bilang dia mau jagain bintang sama tante wanda juga"
"pergi?berapa lama?saya juga kan harus nyiapin asi dulu"
"hmm..sekitar 4-5 jam san.sini biar bintang saya gendong" setelah bintang sudah ada dalam gendongannya jonathan tak kunjung pergi dan malah menyodorkan pipinya.
sania yang kebingungan lalu bertanya melalui pandangan matanya.
"cium.tadi kamu manggil saya tuan kan?"
"yaampun" sania pikir jonathan hanya bercanda saat mengatakan akan meminta ciuman bila dia memanggilnya tuan,tapi ternyata lelaki itu serius.
cup
setelah mendapatkan ciumannya jonathan pergi kekamar ibunya dan meninggalkan bintang disana.
setengah jam kemudian sania dan jonathan sudah akan berangkat,tapi wanita itu seperti tak tega meninggalkan bintang.matanya berkaca-kaca dan tetap menengok ke belakang meskipun jonathan mendorongnya untuk masuk kedalam mobil.
"tuan...." begitu mobil berjalan meninggalkan area parkir,air mata sania langsung mengalir begitu deras.
"yaampun san..kita nggak lama kok"
jonathan mengendarai mobilnya
dengan kecepatan sedang,dia sudah merencanakan hal ini matang-matang dan semoga saja sania suka dengan hadiah yang akan dia berikan nanti.
sepanjang perjalanan sania mulai terhibur dengan indahnya pemandangan.hamparan laut berwarna hijau kebiruan serta bangunan khas bali mendominasi.cukup untuk mengobati rasa lelah sania yang semalaman harus melayani kemauan suaminya.
"tuan..kapan kita balik ke jakarta?"
"kenapa?"
"enggak pa-pa sih"
"kapan aja bisa..mau disini terus juga bisa"
"serius tuan?"
sania kembali melempar pandangan ke sekelilingnya.dia membayangkan bila tinggal dan menetap disini untuk waktu yang lama,pasti akan sangat menyenangkan melihat suasana dan kondisinya yang begitu damai jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan kemacetan.
Di hotel,bintang tampak tenang dalam penjagaan maria dan wanda.setelah puas berjalan-jalan dan minum susu,bayi kecil itu tertidur pulas diatas kereta dorongnya.
"jadi menurut kamu gimana?rumah tangga sania sama jojo baik-baik aja kan,nggak seperti yang kamu bayangkan?"
"iya"
"kamu ngerasa nggak sih kalau sania itu paling nggak suka kalau harus ngerepotin orang lain?"
"yah..mungkin karena masa lalu dia buruk"
"oh ya?"
__ADS_1
"ya..dan sania bisa sampai ke jakarta karena semua harta benda peninggalan papanya direbut sama paman-pamannya"
"apa?!"
"seminggu setelah papanya meninggal"
"yaampun mar..aku bener-bener nggak nyangka masa lalu dia semenyedihkan itu.pantesan waktu dulu mau lahiran dia nggak bilang apa-apa,padahal waktu aku lihatin ketubannya udah pecah mar..yaampun kalo diinget-inget lagi waktu itu aku khawatir banget"
pandangan maria menerawang keluar jendela memandang awan yang tampak bergerak perlahan.masih banyak hal mengenai menantunya yang bahkan lebih menyedihkan untuk diceritakan.tapi dia sengaja tak menceritakannya karena mereka pasti akan menangis cukup lama.
selang satu jam kemudian jonathan memarkirkan mobilnya disebuah rumah bergaya minimalis dengan taman yang cukup luas.gapura tinggi menyambut kedatangan mereka di pintu masuk.
"ini rumah siapa tuan?"
"rumah kamu"
"APA?!"
"iya..ini rumah kamu.gimana?"
"kenapa tuan?"
"kenapa apanya sih?"
"kenapa tuan beliin saya rumah..lagi?"
"ini hadiah karena kamu udah jadi istri yang baik" jonathan menuntun sania memasuki rumah yang sangat nyaman untuk dilihat.mereka berjalan mengelilingi tiap ruangan yang ada sambil membicarakan perabotan yang juga sudah tersedia disana.
"gimana?"
"ini bagus banget tuan.."
"hukum lagi?"
"dari naik mobil sampai disini kamu panggil saya tuan tujuh kali"
astaga..serius tuan menghitung semuanya?!!
sania menggapai wajah jonathan dengan kedua telapak tangannya.
pertama dia mencium kening,kedua kelopak mata jonathan,pipi,hidung dan kemudian di bibir cukup lama.
satu hal yang dia tau saat ini,hanya cinta dan kasih sayang yang bisa dia berikan sebagai ganti atas semua perhatian yang jonathan curahkan padanya dan juga bintang.
jonathan adalah lelaki paling berarti baginya setelah sang ayah wafat.dia akan melakukan apapun untuk membuat suaminya ini bahagia.
"ayo ke taman belakang"
jonathan menghapus air mata sania yang mengalir,membuat sania tersenyum.wanita itu mengangguk lalu mengikuti langkah jonathan yang merangkul pundaknya erat.
"jadi menurut tuan apa mariska nggak pa-pa kalau di biarkan menikah sama anaknya tante lauren?"
"emangnya kenapa?"
"saya rasa dia ada maksud nggak baik deh tuan"
"saya sudah pernah kasih tau fredi,tapi dia nggak mau dengerin saran saya"
"kenapa tuan?"
__ADS_1
"dia pikir saya suka sama mariska makanya dia nggak percaya sama omongan saya"
"emang tuan nggak suka ?"
"san.."
"hmm?"
"tolong berhenti panggil saya tuan,bukannya saya nggak suka kamu cium"
"apa?!!"
"kan aneh kalau orang lain denger kamu panggil saya tuan"
"ah...tuan mau saya panggil apa?"
"terserah"
"gimana kalau oppa"
"kok oppa?!emang saya kakek-kakek"
"ck..bukan sayaaaang" sania tertawa terbahak-bahak sambil menyurukkan wajahnya ke lengan jonathan.dia pun menjelaskan kalau oppa adalah panggilan perempuan pada pria yang lebih tua beberapa tahun darinya.
tapi jonathan tetap menolak dan lebih menyukai saat sania memanggilnya sayang seperti tadi dan sania mau tak mau menyetujuinya.
mereka duduk diatas rumput hijau dan terlindung pohon tinggi sehingga sinar matahari tidak menyengat kulit mereka.
"jadi emm..apa kamu nggak kasian sama tante lauren?gimana kalau nanti mariska jahat sama dia?"
"biarin aja,lagian semalem juga dia jahat sama kamu"
"jangan gitu dong sayang..tante lauren kan keluarga kamu juga"
"ah..biar nanti mami yang kasih tau.saya belum bisa tatap muka sama dia"
"oke..tapi kamu nggak benci kan sama tante lauren"
"enggak...sedikit mungkin"
"kenapa?"
"kenapa lagi?ya karena dia jahat sama kamu lah"
sania menggeleng lalu keluar dari pelukan suaminya.dia mulai mencabuti rumput tak bersalah yang ada didepannya.
"saya nggak suka tuan benci sama orang lain karena saya" ucap sania sedih saat jonathan memeluknya lagi.
"oke..oke tapi jangan panggil saya tuan lagi"
sania hanya mengangguk dan balik memeluk jonathan lebih erat.
BERSAMBUNG
haii readers..maaf kalau nunggu lama buat cerita ini.
buat yang belum tau,aku punya karya lain yang udah tamat judulnya cewek langit cowok bumi.
baca yukkkkkk siapa tau kalian juga suka 😉😊
__ADS_1