Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
tak bernilai


__ADS_3

remaja yang entah pergi kemana saat jonathan duduk disebelahnya tadi kembali datang dan duduk begitu saja di kursi yang baru saja ditinggalkan jonathan.


sania yang sedang merasa sedih mengacuhkannya dan menghapus sisa air mata dari wajahnya.


dia harus kuat,kalau memang tuan jonathan tidak menginginkannya untuk bekerja lagi dirumahnya,maka sania harus bersiap-siap untuk pergi.nanti dia akan menghubungi rosi dan meminta tolong untuk mencarikan tempat tinggal baru.syukurlah sania memiliki cukup tabungan,jadi dia tidak perlu khawatir kelaparan dan bisa tenang mencari pekerjaan.


perasaan sania yang tadinya senang karena akan berkunjung ke singapura,kini berubah drastis seratus delapan puluh derajat menjadi sedih dan tak bersemangat,melihat megahnya bandara changi pun sania biasa saja.


dia membayangkan sedihnya berpisah dengan pekerja yang ada dirumah tuan jonathan,terutama bi minah yang sangat baik padanya selama ini.


sania lalu memikirkan untuk mencari pekerjaan ditempat lain.atau haruskah dia menjadi TKW di negara yang sedang dia pijak ini ??gajinya pasti tak kalah banyak dengan yang tuan jonathan beri padanya.lagipula tidak ada orang yang akan kehilangan dirinya bila dia tidak kembali.


"hey sania...cepetan sedikit kenapa sih ?nanti kalau kamu hilang saya juga yang repot tau nggak ?"


"maaf nya.." sania menyerahkan koper pada sopir untuk dimasukkan kedalam bagasi mobil.


jonathan sudah duduk dikursi depan samping kemudi dan sibuk dengan ponselnya.


sania membuka pintu untuk nyonya maria baru dia masuk setelahnya.dia juga ingin mengecek ponselnya,tapi sayang tidak ada sinyal disana.dia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas dan mengalihkan perhatian keluar jendela.


"mam...mau makan dimana ?"


"pesen makanan aja jo..mami pengen istirahat"


"nyonya mau minum?"


"iya san..ambilin minuman saya"


dengan sigap sania mengambil air mineral yang masih tersegel dari tas yang ada disampingnya.nyonya maria terlihat kelelahan membuat sania sedikit khawatir.jonathan terus memerhatikan sania yang dengan telaten melayani ibunya.


teringat beberapa hari yang lalu saat dia dan sania saling membalas ciuman dan menyentuh satu sama lain.gadis itu begitu memabukkannya,sesaat menolak tapi beberapa saat setelahnya pasrah dan membalas semua cumbuannya dengan penuh gairah.


mungkin benar apa kata darius,bila sania hamil anaknya itu akan lebih memudahkannya untuk menaklukkan hati sang ibu.mungkin dia harus melakukannya lagi nanti dan memastikan sania tidak menolak keinginannya.


tapi masalahnya bagaimana dia menjauhkan sania dari ibunya?apakah jonathan harus menunggu ibunya tidur seperti saat di pesawat tadi ?


mami..maafin jo buat kali ini walaupun mami nggak setuju,jo bakal tetep jadiin sania sebagai istri.cepat atau lambat.


mobil memasuki lahan parkir yang ada di basement sebuah bangunan.sania mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ketempat mereka menginap.badannya juga sudah sangat lelah ingin segera mandi dan beristirahat.nafsu makannya sedang buruk akhir-akhir ini ditambah lagi permintaan jonathan di pesawat tadi.


sebesar apapun sania sedih dan kesal pada tuannya,sania tidak bisa berbuat apa-apa.dia masih tak tahu kenapa tuannya tiba-tiba meminta hal tersebut dan tuan jo juga bilang akan mencarikan pekerjaan lain ?


fyuh..sania lelah beradaptasi dengan lingkungan baru dan orang-orang baru.dia sudah betah tinggal dirumah nyonya maria meskipun hanya sebagai asisten rumah tangga.


melewati lorong selebar satu meter,sania yang berjalan paling belakang setelah nyonya maria masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.


sampai-sampai dia bertabrakan dengan tuan jonathan.nyonya maria sudah tak terlihat karena masuk terlebih dahulu.sementara jonathan menunggu sania masuk dan mengunci pintu.


"nyonya...kopernya mau ditaruh dimana?"


"tuh kamar saya"


sania berjalan menyeret koper milik nyonya maria lalu meletakkannya disamping ranjang.


"masukkan bajunya kedalam lemari san"


"baik nya"


sania menata baju nyonya maria yang hanya beberapa potong kedalam lemari.pintu yang ternyata merupakan pintu penghubung antara kamar nyonya maria dengan kamar yang berada disebelahnya terbuka menampilkan sosok jonathan yang begitu memesona membuat sania gelagapan dibuatnya.


entah nyonya maria tau atau tidak kalau putranya kini sedang berduaan dikamarnya,pemikiran itu membuat sania dilanda kekalutan apalagi jonathan semakin mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"nanti beresin barang-barang saya juga..kalau mami udah tidur"


"baik tuan..permisi"


sania berjalan cepat keluar kamar,dia tak mau berlama-lama hanya berdua saja dengan jonathan didalam ruangan.dalam otaknya seperti ada alarm kebakaran yang berbunyi nyaring bila lelaki itu didekatnya.


jonathan yang menatap tubuh sania dari belakang menyeringai.gadis muda yang baru saja berlalu dari hadapannya terlihat seperti mangsa empuk yang siap disantap.jonathan sudah tidak peduli dengan apapun lagi,dia ingin memiliki seseorang yang bisa menemaninya dan merawatnya.


jonathan menyuruh faisal mencari ART baru untuk ibunya,dan sudah pasti membuat sang asisten bingung setengah mati.


dia bertanya-tanya apakah sania mengundurkan diri atau dipecat?padahal sepertinya pekerjaan sania baik-baik saja selama ini.


dia mengeluh pada novi yang kini nampak tersenyum masam melihat kekusutan wajah rekan kerjanya.


"wah mas...lo yakin bisa dapet ART baru secepet waktu itu?"


"nggak tau gue..coba lo bantuin siapa tau tetangga lo atau sodaranya ada yang mau kerja di perumahan"


"susah mas...tapi ntar coba gue tanyain ya ke tetangga gue"


"ntar kalo lo dapet orang,gue jadiin bini deh"


"haha..makasih mas tapi nggak usah.mending lo traktir gue makan sama nonton aja"


mereka kembali sibuk dengan kerjaan masing-masing sambil terus melanjutkan obrolan.semenjak darius menempati kursi kepemimpinan,faisal memilih untuk membawa mejanya keluar berhadapan dengan novi.tadinya dia diberi pilihan untuk mengambil beasiswa s2,tapi faisal menolaknya dan lebih memilih untuk bekerja sebagai karyawan saja.


"deal...ntar malem kita nonton.lo yang pilih film sama makan dimana"


"lah kan gue belom dapet orangnya"


"anggep aja DP" jawab faisal sekenanya,selama ini dia belum pernah pergi berdua saja dengan novi karena setiap hari harus lembur.


"enggak..yaelah"


saat sedang asyik-asyiknya ngobrol,soni keluar dari dalam ruangannya dan berjalan menuju ke ruangan sang bos.novi dan faisal diam seketika karena sosok soni itu selain tinggi-besar,wajahnya juga garang.apalagi pria itu sangat pendiam dan hanya berbicara seperlunya saja.membuat mereka berdua merasa terintimidasi bila soni sedang menatap dengan tatapan tajamnya.


"mas...serem banget sih tuh orang"


"sst..jangan kenceng-kencen nov"


novi langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.gadis itu merasa keadaan dikantor tetap saja mencekam,walaupun darius tidak pernah marah didepannya.hanya saja tingkahnya tak lebih baik dari jonathan.pernah suatu ketika novi menyerahkan laporan yang darius minta,tapi baru membaca sedikit, lelaki muda itu membuang laporannya ke tempat sampah tanpa menjelaskan apa-apa.marah pun tidak,tapi novi merasa seperti di injak-injak perasaannya.matanya sudah berair dan akan menetes bila dia tidak menahannya.


"bikin yang baru"


hanya itu saja kata yang keluar dari mulut darius,tapi sudah membuat mentalnya merosot jatuh ke tanah.


bila mengingat hal itu lagi,novi jadi merasa sangat takut.apalagi bila darius meminta sesuatu darinya,mau tidak mau novi harus mengantarkannya ke ruangan darius.


mentalnya tidak sekuat faisal yang tahan banting bila dimarahi oleh bosnya.


dilain tempat makanan yang dipesan jonathan sudah tiba,sania segera menyiapkan makanan agar majikannya bisa makan dan beristirahat.dia duduk dikursi dapur menunggu,sambil memainkan game dalam ponselnya.


"nyonya mau langsung istirahat?" sania membawa botol vitamin milik nyonya maria dan meletakkannya dimeja saat nyonya maria memanggil.jonathan hanya melirik sebentar lalu memilih untuk duduk di sofa dan menonton televisi.membuat sania merasa tak nyaman karena merasa dijauhi oleh tuannya.tapi bukankah memang ini yang dia mau ?


mereka harus terlihat tidak dekat apalagi didepan nyonya maria.tapi kenapa hatinya merasa sakit ?


"iya.jam 1 kamu harus sudah siap biar nggak telat sampai ke rumah sakit" dilihatnya jam di dinding pukul 11 waktu singapura.


"baik nya" sania berjalan didepan dan membukakan pintu kamar seperti biasa.dia menunggu sampai nyonya maria benar-benar berbaring dikasur.


"kamu jangan lupa makan,saya nggak mau kamu sampai sakit lagi.repot saya!"

__ADS_1


hatinya tersentuh dengan ucapan nyonya maria.meskipun beliau mengatakannya dengan nada marah,tapi sania tau sebenarnya nyonya maria orang yang sangat perhatian.


"iya nyonya..makasih udah perhatiin saya.semoga nyonya sehat selalu dan di lindungi tuhan"


sania mengucapkannya sambil tersenyum senang.nyonya maria mulai memejamkan mata,jadi sania memilih keluar kamar.


jonathan masih duduk santai di sofa dan nampaknya sangat serius menonton acara yang sedang ditayangkan.


begitu sampai dikamar belakang,sania segera merebahkan badannya diatas ranjang.


"san..kamu nggak beresin baju saya ?"


sania yang baru saja terlelap tidur kembali membuka matanya.


"ah..iya tuan sebentar"


begitu pintu terbuka jonathan malah menerobos masuk dan mengunci pintunya dari dalam.lelaki itu sudah sibuk menggerayangi tubuh sania dimana-mana meskipun sania menolak perlakuannya.


"tuan mau apa...? saya jangan diapa-apain tuan" sambil menahan gejolak dalam hatinya sania berusaha menahan tangan jonathan yang mulai menelusup masuk kebalik bajunya tapi berakhir sia-sia.


"kenapa?kamu nggak suka?"


kancing kemeja sania terbuka satu persatu dan menyisakan dadanya yang masih terbungkus bra berenda hitam.tak menunggu waktu lama jonathan mencumbu sania dibagian sana membuat pertahanannya semakin melemah.


"tu..aaaan ini nggak bener.saya nggak mau ngecewain nyonya" sania menolak dengan nafas yang terengah-engah,sementara jonathan masih sibuk merayu sania agar menyerah pada kemauannya.


"mami nggak perlu tau"


jonathan duduk diatas ranjang dengan masih berpakaian lengkap sementara pakaian sania sudah terlepas semua.jonathan sengaja mendudukkan sania diatas pangkuannya saling berhadapan.


sania duduk dengan badan kaku dan tangan menyilang didepan dada.air matanya sudah akan keluar sedari tadi,tapi tiap kali akan menangis tuannya tak memberi waktu dan langsung membuat pikirannya teralihkan oleh gelenyar aneh yang merembet ke seluruh tubuhnya.tangan jonathan melingkar erat di pinggangnya membuat sania tak bisa turun dari pangkuan jonathan.


tuannya ini terlalu sulit untuk dihadapi apalagi ditolak.saat sania menutup mulutnya rapat menolak untuk membalas ciuman jonathan,bosnya itu malah memasukkan jarinya ke inti tubuh sania membuat gadis itu mengerang dalam.


"punya kamu udah basah banget san..." bisik jonathan ditelinga sania membuat gadis itu tertunduk malu dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher jonathan,membuat jonathan tersenyum senang.


tangan sania mencengkeram baju jonathan sangat erat karena sudah tak tahan dengan permainan jari jonathan dibawah sana.dia berharap jonathan segera menghentikan permainannya,tapi bukannya berhenti jonathan malah menggerakkan tangannya semakin cepat hingga akhirnya sania terkulai tak bertenaga.


jonathan merebahkan tubuh sania diatas kasur setelah itu dia baru melepas pakaiannya dan bersiap untuk menuntaskan hasratnya.


sania terpekik ketika merasakan jilatan lembut diarea sensitifnya.rasanya begitu sulit untuk dijelaskan,tapi diam-diam sania menyukainya dan merasa sangat senang.


gilaaa..tuan pasti udah gila


jonathan meletakkan bantal dibawah pinggamg sania sebelum memasukkan miliknya.kali ini dia akan bermain cepat dan segera menaburkan benih miliknya didalam rahim sania.


"tuan..jangan dikeluarin didalem"


jonathan tak menghiraukan ucapan sania dan malah mencium gadis itu rakus, mulai mencari kenyamanan dibawah sana.


hingga akhirnya jonathan mendapatkan pelepasannya,sania justru menangis.


dengan mata tertutup dan masih menindih tubuh sania,lelaki itu hanya berkata akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu.


setelah berapa lama,jonathan bangkit dan memakai pakaiannya lengkap lalu keluar setelah yakin ibunya tidak ada diruangan depan.meninggalkan sania begitu saja,tanpa pelukan untuk menenangkan apalagi kecupan sayang.


sania...sania sadar lo bukan siapa-siapa.


BERSAMBUNG


semoga puas dengan ceritanya yah readers tercintah 😘😘

__ADS_1


__ADS_2