
jonathan sudah tiba di sebuah cafe yang cukup nyaman dan tidak terlalu ramai.dia memesan secangkir kopi sambil menunggu kedatangan darius sepupunya yang sepertinya akan datang terlambat.
berkali-kali lelaki itu melihat ponselnya dan membalas chat dari faisal.meskipun jonathan tak lagi berangkat ke kantor,tapi faisal tetap memberikan laporan secara berkala agar dia tidak ketinggalan info tentang kejadian di perusahaan.
"hai bro...sorry nih telat"
darius dengan setelan jas berwarna abu-abu datang diiringi oleh seseorang berbadan tinggi besar bernama soni.jonathan sudah tahu,kemanapun darius pergi pasti soni akan selalu mengikutinya.
"it's okey..."
darius duduk dihadapan jonathan dan menyuruh soni untuk istirahat.
"jadi gimana jo...lo udah dapet calon ?"
"belom..cewek-cewek yang nyokap pilih nggak ada yang oke"
"nggak ada yang oke,apa lo ada pilihan lain?"
"huft...udah deh bahas yang lain aja bosen gue"
"haha...lo tuh dari dulu selalu kayak gini.kalo nggak cerita sama gue lo mau cerita sama siapa lagi?"
"tuhan"
"pfffttttttt....gue nggak salah denger?ke gereja aja lo nggak pernah"
"sialan lo..emang orang berdo'a harus di gereja apa ?"
"ya enggak sih..terus apa yang lo pikirin sekarang sampe-sampe ngajak gue ketemuan siang bolong kayak begini.padahal biasanya lo ngajak gue hang out malem"
"ck....kayaknya gue suka ama seseorang"
"apa?!!"
"gue suka ama sania..."
"siapa tuh sania ?"
"pembokat yang ngurusin mami dirumah"
__ADS_1
"lo serius??!!!! lo tau kan kalo tante maria nggak akan setuju ?"
"gue tau dan gue juga belom yakin ama yang gue rasain sekarang.masalahnya semalem gue maksa dia buat..."
darius menatap jonathan lurus menunggu sepupunya itu selesai menjelaskan semuanya.
"buat apa?"
"buat ngelayanin gue" diluar dugaan darius tidak terkejut dan memintanya untuk melanjutkan ceritanya.membuat jonathan yakin untuk menceritakan semuanya pada darius.
"terus?!"
"dia nangis karena takut hamil,semalem gue lupa nggak pake pengaman"
"jadi dia bukannya nangis karena udah lo pake,tapi nangis karena takut hamil anak lo ?"
jonathan merasa tertohok mendengarnya pertanyaan sepupunya.kata-kata darius barusan sedikit banyak menyinggung perasaannya sebagai seorang lelaki.
"ck..bukan gitu.tapi dia takut sama mami" jawab jonathan kesal
ah...bener juga.tante maria kan galak banget,sama kayak anaknya.
"enggak..maybe"
"make it easy dude,yes or not?"
"nggak"
"ya udah sikat aja..ribet banget.
kalo dia hamil lebih bagus lagi,jadi tante maria nggak ada alasan buat nolak"
"gue nggak yakin..."
"nggak yakin kenapa?"
"masalah mami...gue takut penyakitnya kambuh"
"huft....suruh sania keluar dari rumah,kalo emang lo beneran suka sama dia.
__ADS_1
selama dia masih jadi pembokat dirumah lo,dia pasti ngerasa cemas dan terintimidasi sama tante maria"
"gitu ya ?"
"lagian kalo dia udah tinggal diluar lingkungan rumah,lo bisa bebas mau ngapain juga sama dia"
senyum sumringah terbit dari wajah jonathan,semua yang darius sampaikan menjawab kegundahan hatinya,bahkan melebihi ekspektasi.tadinya dia pikir darius akan meledek dan menertawakannya.
dalam otaknya timbul rencana untuk menempatkan sania di sebuah apartemen.dia akan mencari suster pengganti untuk merawat maminya.yah pikirannya sedikit ringan setelah bercerita pada darius dan mendengar usulannya.
untuk kali ini dia tidak akan melepaskan apa yang dia inginkan.sekali ini saja dia akan mengejar kebahagiaannya.
sania adalah wanita yang sangat sederhana dan selalu menuruti kemauannya meskipun kadang ada bantahan-bantahan kecil keluar dari mulut manisnya.
"ngomong-ngomong lo sendiri gimana?vero udah nyerah belom?"
"masih jalan ditempat.kemaren gue juga sempet denger dari mama,katanya tante maria mau jodohin lo sama vero"
"gue tolak..dan bilang kalo dia udah punya pacar"
"haha..thanks bro.."
"nggak usah makasih segala,gue emang anggep dia cuma sahabat.
kenapa dia masih nolak lo juga sih?"
"ck...katanya gue lebih pantes jadi adeknya ketimbang jadi cowoknya"
"nggak heran sih,soalnya vero dulu pernah pacaran sama orang yang umurnya lima tahun lebih tua dari dia.sementara lo umurnya baru 29,sekarang vero udah 34.mungkin dia masih belom bisa move on dari mantan pacarnya yang meninggal kecelakaan itu"
"huft...kayaknya emang gitu.tapi seenggaknya dia nggak ngehindarin gue"
"kejar terus...mungkin dia perlu sedikit dipaksa.hahaha"
"sembarangan...jangan samain gue sama lo ya"
"halah nggak jelas lo jadi cowok,ngasih saran jago,tapi nyari solusi buat masalah sendiri nggak bisa"
wajah darius berubah masam..ingatkan padanya lain kali untuk tidak memberikan saran yang berguna pada sepupu laknatnya ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG