Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
amarah tuan jo


__ADS_3

hari demi hari sania lewati dengan semangat,nyonya maria tidak segalak yang dia pikirkan di masa-masa awal bekerja dulu.sedikit cerewet tapi itu hanya mempertegas sifat asli nyonya maria yang sesungguhnya penyayang.


justru sania merasa kehilangan sosok tuannya yang baik hati.bila mereka tak sengaja berpapasan didalam rumah,jonathan hanya menjawab sapaannya dengan anggukan dan berlalu begitu saja.


bahkan bila bertemu sang ibunda,jonathan hanya berbicara sedikit sekali lalu pamit pergi bekerja.dia akan pulang saat hari sudah larut malam.sania merindukan pekerjaan kantoran seperti yang pernah dia kerjakan kemarin-kemarin.


lain jonathan,lain lagi dengan ibunya yang sepertinya biasa-biasa saja.


dua hari lalu wanita tua itu menunjukkan berkas perempuan-perempuan cantik kelas atas pada sania dan menanyakan pendapat sania juga.


flashback


"emang tuan sukanya yang kayak gimana nyonya?"


"kalo yang dulu perempuan biasa,cuma guru tk"


"terus kenapa tuan nggak nikah sama guru tk itu nya?"


"saya nggak suka" sania merasa tertohok mendengar jawaban sang nyonya,yang guru tk saja disepelekan apalagi babu seperti dirinya ini?


"oh...kalo nyonya sukanya yang kayak gimana?"


"yang high class dong....pinter ngurus rumah tangga,suami,anak"


"oh...."


bukan gue banget itu sih,kalo ngurus suami sama anak mungkin gue masih bisa.tapi wanita kelas atas seperti nyonya maria?


table manner aja gue udah lupa mana pisau daging mana pisau roti.


kembali ke saat ini sania sedang merapikan baju-baju nyonya maria yang terlihat sedikit berantakan.tapi yang membuat sania kesal adalah nyonya besarnya ini ingin sania merombak susunan semua baju dalam lemarinya.bayangkan saja tiga lemari besar dan tinggi harus di keluarkan semua isinya dan di masukkan kembali kedalam lemari.


entah bagaimana sania akan menyelesaikannya,baru mengeluarkan isi satu lemari saja nyonya maria yang hanya memerintah sudah kelelahan.apalagi kalau sudah semuanya dikeluarkan?bisa-bisa dia akan terkurung di walk-in closet ini sehari semalam.


sania hanya keluar bila dia ingin minum atau buang air saja.nyonya maria tidak mengizinkan bi minah membantu karena bi minah juga sudah kelelahan membersihkan rumah ini.makin lemaslah sania dikelilingi tumpukan baju-baju beraneka warna dan motif.pukul lima sore baru sania merasa laparnya sudah tidak bisa ditahan.dia segera membuka aplikasi g*jek dan memesan makanan yang menggugah selera.tadi dia sudah menyusun kembali separuh lemari berisi baju olahraga dan juga daster-daster cantik milik nyonya maria.


sania segera keluar saat pesanannya sudah tiba didepan gerbang.rasa laparnya semakin menjadi karena harus berlari dari rumah sampai ke gerbang depan.


pak imron yang kebetulan sedang jaga tersenyum padanya.


"laper ya neng.."


"iya pak..beresin baju nyonya sampe lupa nggak makan.pak imron udah makan?"


"udah neng,tadi istri saya nganterin"


"kalo gitu saya duluan ya pak"


"iya neng.."


sania yang sudah sangat kelaparan berjalan cepat masuk sambil membawa makanannya.


sudah terbayang ayam penyet dengan sambal yang sangat pedas dipadu dengan segarnya es teler.uuh membayangkannya saja sania sudah tak tahan apalagi kalau sudah melewati tenggorokkannya.sania pasti akan kembali bersemangat mengerjakan tugasnya.


dia menuju dapur dan disana sudah ada bi minah sedang menyiapkan makan malam untuk nyonya maria.


"loh dari mana neng?"


"dari depan bi..saya pesen makanan tadi soalnya laper banget"

__ADS_1


"kenapa beli..lauknya kan masih ada"


"lagi pengen yang pedes bi...bi minah mau nggak?aku pesen dua loh.nih es telernya juga"


wanita itu hanya tersenyum melihat sania yang sepertinya sangat lapar,tapi masih sempat untuk menawarinya makan.


"udah buat kamu aja.emang tadi siang nggak makan?"


"lupa bi..."


"yaampun neng..kalo makan jangan telat-telat nanti takut sakit"


"insya alloh enggak...ini buat bi minah ya saya pisahin"


"nggak usah neng..makan aja ngapain dipisah-pisahin segala"


"saya sengaja beli buat bi minah jadi jangan ditolak ya"


"ya udah neng taruh aja.makasih ya"


"sama-sama bi..cuma makanan doang saya seneng kalo bisa ngasih ke orang"


"kamu sudah selesai beresin bajunya ?"


"belom...satu lemari aja baru setengah"


"sabar aja..yang penting gajinya kan besar"


mendengar kata gaji besar sania langsung tersenyum lebar.dia betul-betul penasaran kapan dirinya akan menerima gaji pertamanya?


apakah dia akan diberi uang tunai 15juta seperti yang tuan jonathan janjikan?


seingatnya dia sudah bekerja disini selama tiga mingguan.pasti sebentar lagi dia akan menerima upahnya kan?


mendengar pertanyaan dari sania bi minah mengulum senyum.


"ada lah..cukup buat nanti imam beli rumah kalo udah nikah"


"terus bi minah sama pak imron disini terus?"


"saya udah janji sama almarhum tuan hadi untuk terus melayani tuan jonathan sama nyonya maria sampe saya udah nggak bisa kerja lagi"


"waah..bi minah loyal banget.bibi udah berapa lama kerja disini?"


"lima belas taun neng...imam baru kelas satu sd pas awal saya kerja disini"


"waaah ...lama banget"


"iya..soalnya pembantu yang dulu juga puluhan tahun kerja disini dan karena udah umur jadi pengen istirahat katanya"


sania mengangguk paham,makanannya sudah habis dan sekarang dia berniat mandi karena bajunya sudah basah oleh keringat.


dia jadi terbiasa sering mengganti bajunya karena takut di komplain oleh sang majikan.


sania rindu belanja dan jalan-jalan diluar dengan teman-temannya seperti saat dulu masih bekerja di pabrik.disini dia hanya memiliki satu partner kerja yaitu bi minah.


rasanya bosan sekali,bayangannya dulu rumah sebesar ini pasti banyak pelayan yang bekerja didalamnya.


tapi ternyata tidak.

__ADS_1


tiap hari bi minah akan memasak dan membersihkan rumah sendirian.baju tuan dan nyonya tiap harinya akan diantar-jemput oleh tukang laundry langganan.bagian menyapu halaman yang luas didepan rumah sudah menjadi pekerjaan harian satpam yaitu pak imron dan pak firman.


bila kebetulan bi minah sakit nyonya akan memanggil tukang bersih-bersih profesional kerumah.


semua berputar dengan adanya uang.sedangkan sania khusus membantu nyonya merapikan baju,sepatu,menata ruang tamu,mengganti bunga segar dalam vas dan juga mengganti kain gorden yang sudah kotor.


intinya sania sebagai tangan kanan nyonya maria bila ingin menata rumah besarnya.


sania yang baru saja menutup salah satu lemari milik nyonya maria terkejut mendapati majikannya sudah duduk dikursi sofa disampingnya.


"astaga nya....saya kaget" sania mengelus dadanya yang berdegup sangat kencang.nyonya maria tadi masuk tanpa menimbulkan suara sedikitpun.


"kamu udah selesai?"


"baru satu ini nya"


"udah sana lanjutin besok lagi.saya mau istirahat.jangan lupa ambilkan saya air putih"


"baik nya"


sania berjalan keluar dari kamar dan segera menuju dapur untuk mengambil air putih.


"san..mami mana?"


sania menoleh begitu mendengar suara jonathan dari arah belakangnya.


"dikamar tuan"


gadis itu menilik jam didapur ternyata sudah jam 8 malam,tumben sekali tuannya sudah pulang.sania menunggu didapur karena tadi melihat jonathan masuk ke kamar ibunya.bi minah sudah pulang kerumah belakang setelah membukakan pintu depan untuk tuannya tadi.


sania mengeluarkan ponsel dari sakunya dan melihat-lihat video di you*ube untuk menghilangkan rasa bosan.


lama kelamaan suasana yang tadinya damai kini berubah mencekam karena nada suara tinggi jonathan dari dalam kamar.


entah apa yang ibu dan anak itu bicarakan tapi jonathan sepertinya sangat marah sekarang.


sania jadi bingung antara ingin melerai atau tetap menunggu diluar.dia cemas dengan keadaan nyonya maria yang memiliki riwayat penyakit jantung.


dia mondar-mandir didapur tak tahu harus melakukan apa.hingga akhirnya jonathan keluar dengan wajah merah padam.setelah yakin tuannya naik ke lantai atas,sania segera masuk kekamar sambil membawa air putih untuk nyonya maria.


"nyonya..."


"taruh aja dimeja,vitamin saya mana?"


"ini nya...nyonya nggak pa-pa?"


"enggak..emang saya kenapa"


"tadi saya denger tuan marah-marah"


"huh..kamu tuh ya..udah sana samperin jonathan di atas"


"ke..kenapa nya ?kok saya dipanggil ke atas?"


"aduh...kamu cerewet banget sih.mana saya tau,udah sana keluar saya mau tidur"


"iya nya"


dalam hati sania ketar-ketir takut tuan jonathan memarahinya juga.

__ADS_1


ayah....tolong......


BERSAMBUNG


__ADS_2