
untuk kedua kalinya nyonya maria mengacuhkan sania,membuat gadis itu pusing bukan kepalang.sania jadi merasa canggung karena dia seperti orang asing di kehidupan majikannya.
sania memandang tajam pada lelaki yang kini sedang duduk santai sambil menelfon seseorang melalui ponselnya.siapa lagi kalau bukan yang mulia jonathan alexander sumber dari semua masalahnya.
tok..tok
"nyonya..saya mau beresin barang-barang"
hening tak ada suara sama sekali.
sania menoleh pada jonathan tapi tuannya itu masih sibuk dengan ponselnya.
"nyonya...nyonya nggak pa-pa kan?"
sania menggedor pintu berulang kali dengan suara lebih kencang.
"kenapa san?"
"ini tuan..nyonya nggak jawab panggilan saya"
jawab sania panik membuat jonathan ikut cemas.akhirnya lelaki itu bangun dari duduknya dan menndekat ke arah pintu.
"mam...mami"
jonathan menggedor pintu dengan kencang setelah menyadari pintunya terkunci dari dalam.
"san..coba kamu masuk lewat pintu penghubung dari kamar saya"
"baik tuan"
ceklek
"kalian tuh ngapain sih berisik banget.mami lagi tidur jo"
air mata sania tiba-tiba meluncur dengan derasnya.dia takut kejadian yang terjadi pada ayahnya dulu akan terjadi pada nyonya maria.
sania duduk bersimpuh dilantai sambil menangis dengan kencang,membuat kedua majikannya menoleh heran.
"hey...kamu kenapa san?" nyonya maria mendekat dan mengguncang bahu sania pelan.
__ADS_1
"nyonya...sa..ya..takut nyo..nya kenapa-napa"
tangisannya terdengar sangat menyedihkan membuat hati nyonya maria bergetar dan matanya berkaca-kaca.
jonathan yang berdiri dibelakang ibunya mencerna kejadian di hadapannya.
sebesar itukah sania menyayangi ibunya?
"ehm..sudah ayo bangun"
sania menurut dan duduk di sofa berdampingan dengan nyonya maria.jonathan muncul dari dapur dengan segelas air putih ditangannya.
sania masih sesenggukan dengan wajah menunduk.
"tenangin dulu diri kamu baru beresin baju saya.kamu tuh ya san,kalo emang kasian sama saya pasti nggak akan minta keluar"
air mata sania kembali menetes,ingin mengatakan alasan sebenarnya tapi itu tidak mungkin karena pasti ibu dan anak ini akan kembali bertengkar dan mungkin lebih hebat dari sebelumnya.
dia hanya bisa terus mengucapkan kata maaf membuat jonathan memalingkan wajah.
jonathan menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar,ternyata tidak semudah itu memisahkan mereka berdua.ini jauh lebih rumit dan berat daripada menyelesaikan satu proyek besar.
"mam...jo mau keluar dulu"
"cari angin"
suara pintu terbuka lalu tertutup mengiringi kepergian jonathan dan meningglkan dua wanita itu dalam keheningan.
"udah sana beresin barang-barang saya"
"baik nya"
sania masuk kedalam kamar dan mulai memasukkan barang ke dalam koper.menyisakan sepasang baju untuk dipakai majikannya besok pagi.
sania menatap sekeliling ruangan.andai saja dia memiliki rumah sendiri untuk ditinggali dan bisa dijadikan tempat untuk pulang,itu pasti jauh lebih baik.
"kamu udah selesai?"
"sudah nya.."
__ADS_1
"ini buat kamu,pakai besok buat pulang"
nyonya maria meletakkan paperbag cukup besar didepan sania.gadis itu ingat nyonya maria membeli satu dress cantik disalah satu butik.harganya bila di rupiahkan sekitar 4-6 juta membuat sania terkejut.
"ini mahal banget nya saya nggak bisa terima"
"ambil,kebiasaan banget kamu ngelawan saya"
"tapi nya..saya nggak enak"
"ini kan saya yang ngasih bukan kamu yang minta.udah sana kamu juga harus siap-siap,besok kita berangkat pagi jangan sampe telat"
sania mengangguk lalu pamit undur diri.
dia terkejut saat lewat dapur untuk menuju kamarnya,tuan jonathan sedang didapur mengambil air minun.
kok tuan udah pulang?cepet banget perginya?!!
"tuan sudah pulang?"
"mami mana?"
"istirahat dikamar tuan.permisi saya mau masuk kekamar dulu tuan"
saat sania mau menutup pintu,tuan jonathan menerobos masuk dan mengunci pintunya dari dalam.
tanpa basa basi dia memeluk sania dan mencium gadis itu mesra,tak membiarkan sania menolak ataupun menghindar.
setelah beberapa lamanya jonathan baru melepaskan ciuman dan membiarkan mereka berdua menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"kamu bener-bener bikin saya pusing"
sania yang masih di mabuk kepayang oleh ciuman jonathan berusaha mencerna maksud dari perkataan tuannya.tapi dipikir bagaimanapun sania masih belum juga paham.dia juga sedang pusing karena ulah tuannya,tapi dia tidak menyalahkan siapapun bahkan pada tuan jonathan pun tidak.
menyebalkan!!!!!
BERSAMBUNG
enaknya tuan jo kita apain readers ?
__ADS_1
btw makasih banyak karena kemaren tembus 1k yang baca cerita ini.
love you all 😘😘😘😘😘