
"hey...kamu kenapa?" jonathan bingung melihat sania yang sedang menangis sesenggukan.gadis itu bahkan terlihat sekali sedang menahan agar suara tangisnya tidak terdengar oleh orang lain.
sania hanya bisa menggeleng sambil mengusap air matanya tanpa mau menjawab pertanyaan tuannya tadi.
dia sengaja menghindari kontak mata dengan tuan jonathan karena merasa sakit dihatinya.
flashback on
"tuan....gimana ini?" sania panik bukan main karena saat ini nyonya maria ada didepan menunggu untuk dibukakan pintu.
dengan tenangnya jonathan berjalan ke arah rak buku dan mencoba untuk mengambil satu persatu buku yang ada disana,dan tanpa diduga sebuah pintu rahasia terbuka memancarkan sedikit cahaya dari dalamnya.
"denger san,kamu diem dulu didalem.aku mau bukain pintu buat mami.nanti kalo mami udah pulang aku bukain pintunya lagi.kalo nggak kamu buka aja pintunya dari dalem"
sania menurut dan memasuki ruangan rahasia itu perlahan,hingga akhirnya pintu tertutup.
awalnya sania merasa biasa saja,tapi lama kelamaan rasa sedih menghampirinya begitu mendengar percakapan antara ibu dan anak itu.
"kamu sama siapa disini jo?"
"sendiri mam..kenapa?"
"mami kira kamu sama perempuan itu"
"enggak"
"terus kapan kamu mau kenalin dia ke mami?"
"mami udah kenal kok"
"siapa?"
"besok jo kasih tau,mending sekarang mami pulang.karena sebentar lagi temen-temen jo bakalan dateng"
jonathan ingin agar ibunya cepat-cepat pulang karena ingin melanjutkan kegiatannya dengan sania yang sempat tertunda.apalagi ibunya sudah berkeliling ke seluruh area apartemen ini dan tidak mendapati siapapun ada disana kecuali jonathan sendiri.
flashback off
sania bingung dan sedih kenapa tuan jonathan tidak jujur pada nyonya maria?padahal tadinya lelaki itu yang memaksanya untuk menemui nyonya maria.meskipun sania menolak,bukankah seharusnya begitu ada kesempatan jonathan bisa menyampaikan semua pada ibunya?
__ADS_1
kenapa tuan jonathan justru memilih untuk berbohong?
apa mungkin tuan jonathan tidak serius dengan apa yang dia katakan??
atau alasan kenapa tuan jonathan menyembunyikannya diruangan rahasia,karena lelaki itu malu untuk mengakui bahwa dia sudah menghamili sania.
seharusnya kalau tuan jonathan memang malu,tuannya itu bisa membiarkan sania pergi,bukannya malah mengurungnya di apartemen.
sania memaksa untuk keluar dari ruangan rahasia dan memilih untuk pergi kekamar satu-satunya yang ada disana.biarkan saja tuan jonathan kebingungan.sania sama sekali tidak berniat untuk memberi penjelasan apapun padanya.lebih baik dia tidur saja dan mengistirahatkan hati serta otaknya yang tertekan selama beberapa hari ini.
tapi sania malah kesal sendiri karena sepertinya tuan jonathan mengabaikannya begitu saja dan sama sekali tidak berniat untuk mengejarnya.
air mata sania kembali menetes karena merasakan sakit yang lebih dalam lagi.seharusnya dia tidak berharap,tapi kenapa hati ini tidak mau menuruti apa yang otaknya perintahkan?
"san.." mendengar suara jonathan memanggilnya,sania menutup mata dan berpura-pura tidur.
"minum dulu susunya" karena tidak ada respon lelaki itu mencium kening sania cukup lama dan menepuk pipinya pelan agar sania bangun.
jonathan tau sania hanya pura-pura tidur,lelaki itu menyeringai lalu dengan cepat dia melepas baju yang dia kenakan dan naik ke atas ranjang.
dengan bertelanjang dada jonathan mulai beraksi menyentuh tubuh sania yang kini berada dibawah kendalinya.
jonathan mulai menciumi bibir sania dan memaksa agar mulut gadis itu terbuka.tak berhenti sampai disitu,jonathan juga menyingkap dres longgar sania keatas dan tangannya mulai bergerak liar tak terkendali.
jonathan malah semakin terbakar gairahnya dan beralih menciumi sania dibawah sana membuat sania akhirnya memekik kuat.tangannya sudah menjambak rambut jonathan agar lelaki itu berhenti,tapi sepertinya jonathan belum puas dan tetap melanjutkan aksinya membuat sania akhirnya menikmati puncak gairah.
jonathan tersenyum menang,lalu tidur disamping sania memeluk gadis itu erat.
"cepet diminum,kamu pasti haus banget sekarang" ucap jonathan sambil tersenyum puas karena akhirnya sania bangun dan berusaha menjauhkan tangannya yang melingkar erat diperut sania.
"tuan awas dong" omel sania dengan nada kesal
"oke.tapi cium dulu"
"nggak" jonathan tak menyia-nyiakan kesempatan dan mencium bibir sania lembut.
"iiih tuan nyebelin" sania memukul dada bidang jonathan yang terasa sangat keras bagai bidang kayu.dia lalu duduk menyamping dan meminum sedikit susu yang jonathan buat.
"aww...kamu harus tanggung jawab" jonathan pura-pura mengusap dadanya seperti sedang kesakitan.
__ADS_1
"nggak usah lebay tuan..kayaknya tangan saya jauh lebih sakit daripada badan tuan"
jonathan menarik telapak tangan sania dan mengamatinya.
lelaki itu mengusap sembari meniupi tangan sania,membuat gadis itu sadar apa maksud perkataan darius tentang pengorbanan yang sudah jonathan lakukan untuknya.terkikis sudah rasa kesal dan sedih yang tadi menguasai hatinya.
jonathan kaget karena setetes air mata jatuh diatas telapak tangannya,dia heran karena kini sania tengah menangis lagi.
"kamu kenapa?sebentar nangis,sebentar diem,sebentar nangis lagi.kalo ada apa-apa tapi kamu nggak ngomong,saya nggak bakalan paham san"
"saya nggak nyangka tuan bakalan baik banget sama saya,padahal saya tadi udah nyuekin tuan"
"terus kenapa tadi kamu nggak jawab pertanyaan saya"
"saya kesel"
"kenapa kamu kesel?"
ya kali gue harus ngomong jujur kalo gue kesel sama tuan gara-gara dia nggak mau ngaku kalo gue ada disini!!!
dasar cowok dimana-mana sama aja,nggak peka banget!!!
"nggak pa-pa"
"ya udah abisin susunya.saya ada kerjaan"
sania menahan tangan jonathan yang sudah akan beranjak dari tempat tidur.
"temenin"
"kamu tau apa resikonya kalo saya temenin tidur?"
sania menggeleng karena gadis itu benar-benar tidak paham apa maksud tuannya.
jonathan menyenderkan badannya dan menarik sania agar duduk diatasnya.
dengan nakalnya jonathan melepas gaun tidur yang dipakai sania dan mencumbui gadis itu.
"let's make love"
__ADS_1
BERSAMBUNG
makasih readers buat yang masih setia baca ceritaku dan memberi dukungan.love you all 🙆💞💕💞💕💓