
keesokan harinya rosi pamit pulang sebentar untuk mengambil baju ganti.pak pram sudah menunggu didepan kamar dan berterima kasih karena rosi sudah bersedia tinggal di rumah sakit dan menggantikan tugasnya.
"gimana neng sania...udah enakan belum badannya ?"
"udah mendingan pak..tapi dokter belum ijinin saya pulang"
"sabar neng..daripada entar dibawa kerja malah ambruk lagi.oh iya ini istri saya katanya pengen ikut jengukin"
"aduh ibu...repot-repot kesini segala saya jadi nggak enak"
"nggak pa-pa kok.semoga cepet sembuh ya.ini ibu bawain kue nanti dimakan ya ?"
"makasih ya bu...."
mereka berbincang cukup lama.bahkan sania sampai tersenyum saat mendengar cerita bahwa dulu pak pram adalah seorang ketua osis yang memiliki banyak penggemar wanita.
"berarti dulu ibu banyak saingan dong..."
"salah neng...justru yang banyak saingan itu saya"
"kok bisa ?"
"orang waktu saya ajak kenalan dia bilang udah punya pacar"
istri pak pram hanya tersenyum-senyum kecil mendengar suaminya menceritakan masa lalu mereka.
pintu diketuk dari luar dan muncullah wajah rio diambang pintu.
__ADS_1
"assalamu'alaikum permisi pak..."
"eh nak rio...sini masuk"
"iya pak..saya denger tadi disini rame banget saya jadi penasaran"
sania memandang ponselnya berpura-pura menyibukkan diri dan mengacuhkan kedatangan rio.
"biasa..cerita masa lalu.oh iya ini neng sania yang kemarin saya ceritain itu"
"oh...halo saya rio"
"sania"
gadis itu menjawab dengan nada cuek membuat pak pram dan istrinya saling berpandangan.
"oh iya pak...ibu mau jemput si salwa dulu.sebentar lagi jam pulang sekolah" ucap istri pak pram menarik perhatian sania juga.
"eh pak..jangan gitu.mending bapak anterin ibu saya nggak pa-pa kok sendirian.ada perawat juga yang sering kesini"
"biar saya yang temenin pak" sahut rio.
"beneran nggak pa-pa nih nak rio?"
"enggak..santai aja pak"
rio mengantarkan pak pram dan istrinya sampai ke pintu lalu kembali ke kursi dan mengajak sania berbincang.
__ADS_1
"san...mana calon suami kamu?"
"kepo"
"serius aku pengen kenalan"
"nggak usah macem-macem deh.kamu tuh ngapain sih kesini lagi?aku capek pengen istirahat"
"ck..aku janji nggak akan ganggu kamu lagi.aku juga mau ngasih ini"
rio meletakkan barang-barang milik sania yang dulu sempat terjatuh saat terakhir kali mereka bertemu.
"ini apa?"
"barang-barang kamu..kardusnya kotor jadi tempatnya aku ganti.
denger san...aku bener-bener minta maaf karena udah sering nyakitin kamu"
"aku nggak mau denger lagi"ucap sania sambil menutup sekujur tubuhnya dengan selimut.kedua tangannya sudah menutup rapat kedua telinganya karena sudah tak tahan mendengar hal-hal yang bisa meruntuhkan keteguhan hatinya dan menjadi lemah kembali.lemah akan perasaan yang sudah membuatnya jatuh-bangun dan merasa tak berarti dimata orang lain.
"tapi san..."
"udah...stop.mendingan kamu pergi sekarang aku capek" suara sania sudah bergetar karena tangis.dari luar selimut rio memeluk sania erat sambil mengucapkan kata maaf berkali-kali.
lelaki itu baru sadar seberapa besar luka yang sudah dia ciptakan dihati orang yang dicintainya itu.
rio berjalan keluar kamar dan pergi dari rumah sakit dengan langkah gontai.
__ADS_1
gue bukannya nggak mau maafin semua kesalahan lo..tapi gue butuh waktu buat nerima lo lagi walaupun cuma sebagai teman. itu bukan hal yang gampang.
BERSAMBUNG