Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
talk


__ADS_3

"jadi sebenernya gimana perasaan lo ke bang jon?"


"memangnya kenapa tuan?"


"ah..gue cuma kasian liat dia digantungin kayak gitu.kenapa lo nolak dia?"


"semalam saya sudah sampaikan alasannya ke tuan jonathan"


"tapi sebenernya lo suka kan sama bang jon?"


sania tersenyum kecil,pandangan matanya menatap kosong pada langit-langit ruangan.


dia menggeleng sebelum menjawab pertanyaan dari darius.


"enggak" gue nggak punya hak buat suka sama tuan jo.dia terlalu bagus buat orang kayak gue.biar tuan menikah sama orang yang memang pantas buat tuan.


"ck..lo bener-bener nggak jago bohong"


darius tersenyum sambil menyedekapkan tangan didepan dada.


"apa?! saya nggak bohong kok tuan"


"yes,you did.i'm not my brother.lo mungkin bisa bohongin bang jon,tapi gue nggak"


mereka sedang menonton televisi,sania yang masih merasakan pusing tidur disofa sementara darius duduk diatas karpet sambil menyender ke sofa.jonathan sedang pulang karena ibunya menelfon berkali-kali.dia memaksa darius untuk menemani sania selagi dia tidak disana.


"gue tau sebenernya lo suka sama dia.lo cuma takut sama tante maria kan?"


"enggak tuan..saya nggak suka sama tuan jo"


"ck..udah deh percuma lo bohongin gue.sekarang gue tanya,kalo lo nggak sama bang jon lo mau pergi kemana sama bayi lo?


anak lo juga butuh sosok ayah san,lo pernah bayangin susahnya ngebesarin anak sendirian kayak gimana ?"


ya..sania sudah sangat sering melihat bagaimana ayahnya kerja keras banting tulang untuk memenuhi semua keperluan hidup mereka berdua.dan sania yakin dia juga pasti bisa melakukannya.


dia akan melakukan apapun sebisanya untuk membesarkan anak yang ada dalam kandungannya.


"saya cuma nggak mau hubungan tuan dan nyonya jadi jelek gara-gara saya,apalagi tuan sama nyonya itu orang baik.hidup tanpa orangtua itu nggak enak tuan,saya nggak mau tuan jonathan bertengkar dengan orangtua satu-satunya yang masih hidup"


"tapi lo nggak kasian liat bang jon berkorban sebanyak ini buat lo?dia cuma butuh waktu san,seenggaknya kasih kesempatan sekali aja.siapa tau tante maria setuju kalo bang jon sama lo"


sania diam merenungkan perkataan darius,apapun keputusan yang akan diambil nanti memiliki resiko masing-masing.hanya saja bila dia bisa pergi dari kehidupan jonathan,mungkin dia akan terbebas dari rasa bersalah.

__ADS_1


dia tahu betul nyonya maria seperti apa,dan pasti akan sulit bagi tuan jonathan untuk membujuk ibunya merestui hubungan mereka.hal itu hanya akan membuat suasana menjadi suram padahal awalnya mereka baik-baik saja.


"tuan..jangan nonton ini dong saya nggak suka orang pukul-pukulan"


"terus kamu mau nonton apa?"


"drakor"


"apaan tuh drakor?"


"drama korea tuan..gitu aja nggak tau"


"nggak..isinya cinta-cintaan doang.pilih satu fast furious,da vinci code,insidious"


sania memanyunkan bibirnya,dia sangat jarang menonton film hollywood jadi dia tidak tau mana cerita yang bagus dari ketiga judul yang disebutkan oleh darius.


"saya nggak tau filmnya tuan"


darius yang masih asyik memakan kacang menolehkan kepalanya ke belakang dengan tatapan malas seperti sedang bertanya seriously?


"ah..oke..oke lo mau liat apa?"


"the master's sun"


"son..cariin film yang tadi sania sebutin"


hanya dalam hitungan menit soni sudah mendapatkan film yang sania inginkan.darius yang tadinya menolak film drama akhirnya ikut larut dalam ceritanya.


"san..lo sadar nggak film ini ceritanya kayak lo sama bang jon"


"ah tuan apaan sih..ini kan drama kalo saya beneran"


"lo tau nggak kenapa bang jon bisa suka ama lo?"


"nggak tau tuan,tuan jonathan suka beneran ama saya apa enggak aja saya nggak yakin"


"ck..lo butuh apa lagi?abang gue harus bilang aku cinta kamu dulu baru lo percaya?!" dengan berapi-api darius mengeluarkan isi hatinya.dan mungkin...hal itu jugalah yang ada dalam hati dan pikiran jonathan saat ini.


dia begitu kesulitan untuk meyakinkan sania agar mau menerimanya.


"bukan..tapi saya masih nggak percaya orang kayak saya bisa disukai sama orang kayak tuan jonathan"


"maksudnya orang kayak saya itu apaan sih san,gue nggak ngerti deh.lo itu kan juga manusia ya wajar lah bang jon bisa suka"

__ADS_1


semakin sania mengeluarkan semua perasaannya,darius secara tak langsung sudah mematahkan semua keraguannya pada perasaan tuan jonathan.


sebelumnya sania selalu mengatakan semua itu tidak mungkin dan bisa saja tuan jonathan hanya ingin bersenang-senang.tapi penjelasan darius membuat pikirannya terbuka.


orang seperti jonathan bukan tipe orang yang menjalani hubungan hanya untuk bersenang-senang.apalagi sekarang umurnya sudah hampir kepala empat,yang lelaki itu butuhkan adalah keluarga kecil yang bahagia.dia tidak perlu lagi kemewahan dari istrinya karena jonathan sudah memiliki semuanya.


"inget ya san..kalo lo nyakitin dia,lo berurusan sama gue.berhenti buat jauhin dia karena semua itu percuma.apa susahnya sih nerima perasaannya,toh kalian juga sama-sama suka"


"tuan nakut-nakutin saya aja"


"i swear,if you hurt him.i'll looking for you.


dia itu orang baik,nggak pantes disakitin"


sania terdiam mendengar perkataan darius,sebegitu berartinya kah jonathan dimata darius?


hingga film selesai hari sudah beranjak malam,darius bingung karena sedari tadi sania sangat sulit untuk diajak makan.


gadis itu hanya mau memakan buah dan keripik saja.


pukul delapan malam jonathan baru tiba di apartemen,akhirnya darius bisa bernafas lega.dia bosan juga seharian suntuk berada didalam ruangan dan hanya menonton film.


"bro..ajakin deh sania keluar sekali-kali.kasian tau dirumah mulu.gue aja baru sehari udah bosen apalagi dia"


darius memberikan petuah pada jonathan sebelum keluar dari apartemen.soni menjinjing dua tas berisi pekerjaan yang dia kerjakan selama di tempat ini.


dalam hati sania membatin karena ke dua bos bisa menikmati waktu bersantai sementara soni harus mengerjakan tugas penting perusahaan.


"inget obrolan kita tadi san"


"iya..." sania sepertinya kesal karena darius mengancamnya.


jonathan langsung menutup pintu dan menguncinya.dia segera menarik tangan sania untuk masuk kedalam kamar.entah apa yang darius katakan,jonathan khawatir itu hanya akan membuat sania semakin menolaknya.


"pelan-pelan tuan jalannya....saya kan susah"


jonathan menyuruh sania untuk duduk di ranjang.


"tadi darius bilang apa?"


"nggak ada,cuma bilangin saya supaya nggak makan tape"


"tape?itu nama makanan?"

__ADS_1


BERSAMBUNG


makasih readers kalian masih setia baca cerita ini,mohon dukungannya ya 😘😘


__ADS_2