
begitu jonathan selesai makan,bi minah langsung pergi kekamar sania dan membangunkan gadis itu.kebetulan sekali sania baru selesai mandi.dia sedang mengeringkan rambut pendeknya dengan menggunakan handuk.
"aduh...untung neng udah mandi.tadi tuan nanyain soalnya"
"oh..emang kenapa bi ?"
"suruh ke atas katanya neng"
"saya suruh ke atas ?ngapain ya bi ?"
"enggak tau bibi juga..tadi nggak ngomong apa-apa lagi soalnya.jam sembilan ya neng"
"oh..iya bi"
"ayo sarapan dulu..saya udah laper banget"
"sama...hehehe" sania menggulung rambutnya dengan handuk lalu mengikuti bi minah ke dapur.perutnya sudah meronta dari tadi minta diisi.
"nyonya belum pulang ya bi?"
"belom ..kenapa emangnya?"
"saya kepikiran terus bi.kalo nyonya nggak dirumah saya malah bingung sendiri"
"hmmm...anggep aja libur.kalo nyonya dirumah kan kamu dikasih kerjaan terus dari pagi sampe malem"
"yah kan emang udah kerjaan saya"
"tapi saya kalo siang disuruh tidur ama nyonya"
"bibi kan bangunnya pagi banget,ya pantes lah siang disuruh tidur"
mereka selalu terlibat obrolan seru bila sedang berdua didapur.pernah suatu hari bi minah sampai tersedak makanan gara-gara sania menceritakan sebuah cerita lucu saat makan siang.
"waduh..bi udah jam 9 saya ke atas dulu ya"
sania menenggak air putih sebanyak mungkin agar makanan yang baru masuk kemulutnya langsung turun dan tidak tersangkut di tenggorokan.
sampai dilantai atas sania menoleh ke ruang kerja tuannya yang pintunya terbuka.dan disanalah si empunya sedang duduk tegap menghadap laptop hitam miliknya.
"pagi tuan...tuan panggil saya ?"
__ADS_1
"masuk"
sania masih berdiri didekat meja menunggu perintah tuannya.
setelah menunggu lima belas menit dalam kesunyian akhirnya jonathan bangun dari kursinya dan berjalan ke arah sofa.
"berhubung mami belum pulang,kamu kerjain tugasnya faisal.ini udah saya tandai dan nanti kamu tinggal ketik saja.faisal masih banyak kerjaan di kantor"
"iya tuan..." sania mendekati tuannya yang sedang menjelaskan beberapa hal sebelum sania memulai tugasnya.
"kerjain yang ini dulu"
"baik tuan"
sania duduk disofa dan memulai tugas yang diberikan tuannya.
"san...ambilin soft drink"
sania menoleh memastikan dia tidak salah dengar,tuannya menyuruh sania mengambil soft drink dari showcase,padahal jarak tuannya dari benda itu hanya selangkah??
"yang mana tuan?"
"yang leci,kalo kamu mau ambil aja"
dia menaruh sedotan diatas kaleng milik tuannya itu dan kembali ke tempatnya duduk.
setelah meminum bibir sania menjadi berwarna merah,membuat jonathan memerhatikan bibir sania lama.jonathan pikir
bila dia menciumnya rasanya pasti manis dan dingin karena pengaruh dari minuman itu sendiri.
"san..ikut saya sebentar"
jonathan sudah bangkit dari kursi empuknya dan membuka pintu yang ada disebelah kanan.
"iya tuan.."
sania bangkit mengekori tuannya yang sudah masuk ke ruangan agak gelap.dia bahkan tidak bisa melihat dimana tuan
nya sekarang berada.
"tuan...."
__ADS_1
pintu tertutup dan badannya tiba-tiba merasa hangat karena mendapat pelukan dari belakang.bulu kuduknya meremang karena seseorang sekarang sedang mencium tengkuknya dari belakang.sania tidak bisa berteriak karena mulutnya sudah dibekap dengan satu tangan.
"san...kamu tau saya sudah dua hari menahan diri buat nggak menyentuh kamu seperti ini?"
dada kiri sania sedang ditangkup dan dimainkan perlahan membuat jantungnya berdebar sangat kencang dan nafasnya terasa berat begitu cepat.
ini benar suara tuan jonathan,tapi kenapa dia ngelakuin ini ke gue?
jambang di wajah jonathan yang mulai tumbuh menimbulkan sensasi menggelitik pada tubuhnya.tangan jonathan yang ada dimulut sania turun setelah sania berjanji tidak akan berteriak.tapi tangan itu justru berpindah ke tempat yang lebih sensitif dan membuat sania mendesah kecil.tubuhnya sudah tak bisa dikendalikan karena terhipnotis dengan rasa yang ditimbulkan oleh tangan lincah tuannya.
jonathan memerangkap tubuh sania pada tembok terdekat lalu menyalakan lampu ruangan itu.sania sudah tak peduli apa yang akan tuannya lakukan padanya.meski tadi hatinya sempat menolak karena mendapat perlakuan tak senonoh seperti ini,tapi lama kelamaan tubuhnya menyerah pada perlakuan lembut jonathan.
dia juga sangat rindu ingin diperlakukan lembut layaknya seorang wanita yang disayangi oleh lelakinya.jonathan mulai melucuti baju yang dipakai sania satu persatu dari belakang,dan tak luput ciuman-ciuman kecil dia daratkan diatas kulit mulus sania yang masih terasa segar setelah mandi tadi.
dia membalikkan tubuh sania agar menghadapnya dan menyuruh gadis itu untuk melepas baju yang sedang dia kenakan.tadinya sania menolak dengan gelengan kuat dari kepalanya yang menunduk malu.
"buka..sentuh badan saya seperti yang kamu lakukan semalam"
mendengar ucapan jonathan barusan sania segera tersadar dan merasa sangat malu.dia sudah hendak menjauh dari jonathan,tapi lelaki itu tak membiarkan sania beranjak barang sejengkal pun.
bahkan dia menuntun tangan sania untuk menyentuh bagian tubuhnya dari balik baju yang masih menempel.
"buka san...itu perintah"
dengan tangan gemetar dan perasaan ragu sania melepas baju yang jonathan pakai dan lelaki itu mengangkat kedua tangannya semakin mempermudah pekerjaan sania.
jonathan lalu meraih kembali tangan sania dan mengarahkan pada celana kargo miliknya.
"lepasin...tolong"bisik jonathan ditelinga sania.dia memangkas jarak antara mereka berdua dan membiarkan sania melepaskan celananya perlahan.
dileher sania sudah tercetak beberapa kissmark ciptaan jonathan.lalu berpindah lagi ke bibir tipis sania yang berwarna merah cerah.semakin lama ciumannya menjadi semakin bernafsu.dia membimbing sania untuk berebah diatas ranjang yang ada disana.
"tuan...tuan?" sania kembali memanggil majikannya agar segera tersadar dan bisa menjawab panggilannya.
"tuan...ini bacanya apa ya?saya nggak bisa bacanya"
sania kembali bertanya saat jonathan sudah menoleh ke arahnya.
"ah..ehm...yang mana ?"
"ini tuan"
__ADS_1
tuan aneh banget,ternyata dari tadi ngelamun.pantesan aja gue panggil nggak nyaut-nyaut.
BERSAMBUNG