
pukul tujuh malam nyonya maria sudah tidur,jadi sania sudah bebas dari tugasnya.dia segera berlari kekamar dengan mendekap amplopnya erat.
setelah menutup pintu dan menguncinya dari dalam,sania berlari ke atas ranjang sambil tersenyum lebar.dia berteriak dari balik bantal karena saking senangnya.dia begitu bersemangat ingin mengetahui jumlah uang yang ada didalamnya.
matanya berbinar melihat lembaran kertas berwarna merah.seumur hidup dia belum pernah memegang uang sebanyak ini.dihitungnya dengan cepat dan ternyata benar jumlahnya sesuai dengan yang tuan jonathan janjikan.lima belas juta rupiah tidak kurang tidak lebih.
terbayang dalam awang-awang dia akan berbelanja di supermarket bersama bi minah nanti setelah mereka kembali ke jakarta.
dia menelfon bi minah saat itu juga dan beruntungnya bi minah langsung mengangkat telfon darinya.
"halo assalamu'alaikum...bi lagi ngapain ?gimana kabarnya?"
"wa'alaikumussalaam baik neng..kamu sendiri gimana?"
"baik juga bi.oh iya tadi nyonya udah ngasih saya gaji loh...besok kalo saya pulang kita belanja bareng ya??" terdengar nada ceria dari kalimat sania membuat bi minah diujung telfon ikut tersenyum.
"ya udah neng cepet ajakin nyonya pulang"
"hmmm..coba liat besok deh.saya nggak berani soalnya.beberapa hari ini kan saya dicuekin nyonya"
"emangnya kenapa kamu dicuekin?"
"itu...gara-gara tuan ajakin pergi malem-malem.dikiranya saya seneng-seneng ama tuan padahal kan saya tetep aja cuma babu disana"
"oh...tapi kamu udah jelasin?"
"udah bi.."
"terus apa kata nyonya?"
"ya nyonya sih nggak bilang apa-apa.cuma nyonya lebih tenang pas saya bilang tuan keluar buat ketemu non vero"
"oh..udah sabar aja neng.eh..udah dulu ya kayaknya tuan udah pulang neng"
"iya bi.."
tut
sania meletakkan ponselnya sembarang lalu berbaring diatas kasur,dia juga lelah ingin segera beristirahat.hawa di puncak sangat dingin membuatnya mengantuk berat meskipun baru jam delapan malam.
sayup-sayup dia mendengar suara gedoran pintu,mungkin ini hanya mimpinya saja.sania memilih melanjutkan tidurnya,tapi gedorannya makin kencang membuatnya tak nyenyak tidur.
dengan malas dia membuka matanya dan menyalakan seluruh lampu menuju pintu depan.
"sebentar...."
sania menutup mulutnya karena berkali-kali menguap sepanjang jalannya menuju pintu depan.
dia memutar kunci dua kali lalu membuka gerendel pintu.kira-kira siapa yang datang malam-malam begini ?
"loh...tuan?!"
mata sania yang tadi malas-malasan kini terbuka lebar.dia tidak menyangka tuannya akan datang malam-malam begini.
__ADS_1
"awas..saya mau masuk"
"ah iya tuan..."sania langsung membuka pintu lebar-lebar untuk mempersilakan tuannya masuk.
"siapin kamar saya"
"yang mana tuan ?"
sania masuk ke ruangan yang ditunjuk jonathan yang letaknya berhadapan dengan kamar nyonya maria.sebenarnya kamar ini cukup bersih,jadi sania mengelap meja dan mengganti seprai yang terpasang meskipun masih terlihat bersih.
sania bingung..tadi waktu ditelfon bi minah mengatakan tuan sudah pulang.kenapa bisa sekarang ada disini ?
"sudah siap tuan"
jonathan hanya mengangguk,dia masih menyibukkan diri dengan ponselnya.sebenarnya siang tadi dia tidak pergi kekantor.dia mengunjungi rumah faisal demi untuk memintanya kembali ke perusahaan.
flashback on
sampai disebuah komplek perumahan yang cukup ramai,jonathan berhenti disalah satu rumah bercat hijau yang terlihat sepi namun pintu depannya terbuka sebelah.
begitu melihat mobil faisal terparkir didepannya,jonathan memarkirkan sendiri mobilnya tak jauh dari situ.hari ini dia sengaja tidak membawa sopir pribadi.
terdengar bisik-bisik setelah dia tersenyum melewati kerumunan ibu-ibu disana yang mengatakan dia sangat tampan.
dia lalu mengetuk pintu dan mengucapkan salam beberapa kali hingga seorang ibu berumur sekitar setengah abad keluar.
"selamat siang bu...apa betul ini rumah faisal ?"
"oh..iya betul"
"oh...jonathan atasannya faisal di kantor?"
"iya"
"silakan duduk dulu pak..maaf banget tempatnya sempit.tadi pagi faisal berangkat seperti biasa,apa bapak tidak bertemu di kantor ?"
jonathan terdiam,jadi faisal belum mengatakan pada ibunya kalau sudah mengundurkan diri?
"oh..sebenarnya saya sudah beberapa hari ini tidak kekantor dan bekerja dirumah.
saya denger dari novi katanya faisal sakit jadi saya kesini mau jengukin"
*to : faisal
saya dirumah kamu.pulang sekarang*
setelah jonathan yakin faisal sudah membaca pesannya,lelaki itu fokus mengobrol dengan ibunda faisal.
dia menceritakan bahwa faisal merupakan karyawan yang sangat rajin dan jujur.itulah mengapa jonathan selalu mengandalkan lelaki itu.
dilain tempat faisal yang sedang berada disebuah perusahaan untuk memenuhi undangan interview langsung pulang karena khawatir keluarganya akan tau kalau dia mengundurkan diri padahal selama beberapa hari ini dia tetap pergi pagi hari dan pulang sore seperti biasa.dia tidak pernah menceritakan penderitaannya yang selalu mendapat komplenan dan amarah jonathan.
bagaimana kalau nanti bosnya menceritakan hal-hal buruk tentangnya,bisa-bisa mereka semua kecewa padanya.
__ADS_1
dalam waktu dua puluh menit akhirnya faisal sampai juga dirumahnya.dia melihat mobil jonathan terparkir dihalaman rumah tetangganya.
dia sudah sangat kesal,untuk apa bosnya datang kesini?
kemarin memang novi menghubunginya dan meminta faisal untuk kembali bekerja atas permintaan bosnya.tapi tekad faisal sudah bulat dan tak bisa diruntuhkan lagi.sehingga dia mengabaikan permintaan novi dan terus mencari pekerjaan di perusahaan lain.
tapi sekarang malah bosnya datang kerumah.untuk apa lagi?
"assalamu'alaikum..."
faisal heran melihat sepatu jonathan ada didepan rumah.apa lelaki itu melepas sepatunya ketika masuk kesini?
dilihatnya jonathan sedang berbincang hangat dan tersenyum ramah pada ibunya.hal yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.bahkan pada kolega ataupun investor jonathan tidak tersenyum seperti ini.
"wa'alaikumussalaam..kamu pulang nak.mama bikinin es teh manis ya" faisal mencium punggung tangan ibunya dan duduk di seberang jonathan.
"iya ma..makasih"
"langsung aja sal...saya mau kamu kembali ke kantor"
huh...gampang banget ngomongnya.ogah banget gue balik.
"nggak bisa pak...saya udah kerja ditempat lain"
"oh ya ?terus kenapa kamu bisa pulang padahal ini jam kantor ?" tanya jonathan setelah melihat jam di pergelangan tangannya.
"saya....ijin"
"saya masih mengharapkan kamu buat balik ke perusahaan.tolong dipikirkan lagi"
paling buat di marah-marahin lagi.bingung juga kan bos nggak ada gue dikantor.huh
cari sana orang yang betah dimarahin tiap hari.pasti nggak ada yang kayak gue !!
ibunda faisal membawa segelas teh untuk anaknya.
"kalo gitu saya permisi dulu ya bu.sal saya tunggu dikantor" jonathan bangkit dari duduknya dan menyalami kedua orang ibu dan anak itu.
"iya pak,hati-hati dijalan" mereka berdua mengantarkan jonathan sampai ke pintu gerbang.
"bos kamu baik banget ya sal...dari tadi dia muji-muji kamu terus loh didepan ibu"
setelah melihat mobil jonathan berlalu,ibunya menceritakan semua yang dikatakan jonathan kepada faisal.nampak betul wanita itu sangat bangga pada anaknya.
palingan juga bilang yang baik-baik gitu biar aku balik ke kantor bu.
"bilang apa aja bu?"
"ya banyak..dia juga minta maaf karena udah pernah marah-marah sama kamu.emang kamu bikin masalah apa dikantor?"
bos minta maaf??
serius bos minta maaf???
__ADS_1
BERSAMBUNG