Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
sakit part 2


__ADS_3

"tadi udah diperiksa sama dokter,tensi darahnya rendah sama kekurangan cairan tuan..."


"kalau begitu bapak stand by aja disitu sampai sania sadar,nanti biayanya saya transfer"


"baik tuan"


tut


hari sudah siang saat jonathan memutuskan untuk pergi keluar dan mengajak sahabatnya vero makan di restoran langganannya.dia suntuk karena beberapa hari ini terkurung didalam rumah dan hanya menghabiskan waktu untuk bekerja.


teman prianya hanya bisa bertemu malam hari sepulang kerja,itupun di club dan yang pasti berujung minum-minuman keras.sementara saat ini jonathan butuh pikiran yang jernih untuk menyelesaikan masalah hidupnya.


"kebiasaan...ngajak ketemu tapi datengnya telat"


"sorry..tadi macet dijalan"


"halaaah..palingan lo kebanyakan ngaca sama kelamaan milih baju makanya telat"


jonathan memandang sahabatnya ngeri karena memang apa yang dikatakan vero benar adanya...dalam sepersekian detik pandangan itu diganti dengan senyuman memesona.


"dari sekian banyak cewek,lo yang paling ngerti gue.kenapa sih lo nggak jadi istri gue aja ver ?"


"lo pikir nikah itu mainan apa ?terus kalo nggak cocok bisa cerai gitu aja?"


"nggak gitu juga...kita kan bisa nikah pake perjanjian.lagian kalo nanti ditengah pernikahan kita lo suka sama cowok lain dan pengen hidup bareng ama tuh cowok,gue siap lepasin lo"


"dasar gi*a...emang gue cewek apaan?!" jawab vero diiringi derai tawa.


"lo udah pesen makanan ?"


"belom...pesenin kayak biasa.oh iya gimana kalo gue kenalin ama temen gue namanya clara ?"


"nggak...ntar kayak si vani lagi"


"yaelah..lo masih dendam aja"


"sekarang beda cerita ver...gue baru tau dari nyokap ternyata dia morotin gue doang"


"iya..kemaren tante maria juga cerita sih ama gue"


jonathan sedikit terkejut karena ternyata sang ibunda menceritakan semua masalahnya pada vero.

__ADS_1


"mami cerita apa ?"


"cerita apa lagi?! ya anak semata wayangnya lah yang gantengnya tingkat dewa"


"terus?"


"mami lo ngerayu gue biar mau jadi menantunya"


"hahahah....serius ver?"


"yup..tapi langsung gue tolak.lo mau tau alesannya ?"


"apa?"


"gue bilang lo udah punya calon"


"lo nambahin masalah gue aja.kenapa lo nggak bilang kalo elo yang udah punya calon?" jonathan yang kesal menaruh daging ayam miliknya ke piring vero.dia tahu gadis itu sangat membenci bila ayam dijadikan menu makanan.apalagi benda itu sekarang tergeletak diatas piringnya.dengan segera dia memindahkannya ke piring jonathan.


"ya nggak lah...gue kan pengen liat lo gandeng calon istri secepatnya" jawab vero dengan seringaian tercetak jelas diwajahnya.


"ck...masalahnya gue nggak bisa segampang itu nyari cewek dan dijadiin istri.seenggaknya dia harus tau gue luar dalem dan yang pasti nggak cuma ngincer harta gue doang"


"makanya gue bilang...lo kenalan deh tuh ama si clara temen gue"


"no problem...."


jonathan mencium pipi kanan vero lalu pergi meninggalkan restoran setelah membayar tagihan restorannya.


dia membuka ponselnya dan menghubungi seseorang.


selang beberapa menit dia meninggalkan halaman parkir restoran dan menuju alamat yang diberikan orang ditelfon tadi.


jonathan memasuki ruang tunggu untuk para pengunjung dan bertanya pada petugas dimana ruangan sania dirawat.


dia ingin melihat keadaan sania karena dia belum sempat melihatnya.dia hanya merasa iba karena gadis itu sudah tak punya siapa-siapa lagi didunia ini.


selama sania dan ibunya tidak dirumah, jonathan sempat mengorek informasi tentang gadis itu lewat bi minah yang dengan lancarnya menceritakan penderitaan sania selama ini.bahkan mata asisten rumah tangganya itu sampai berkaca-kaca saat menceritakannya.


dilihatnya sania yang tertidur lelap diatas ranjang rumah sakit,di punggung tangan kanannya terpasang jarum infus.wajahnya masih pucat dan piring berisi makanan rumah sakit teronggok begitu saja diatas meja samping ranjang.


jonathan membuka tutupnya dan ternyata makanan itu belum disentuh sama sekali.

__ADS_1


dia memilih keluar dan meminta seorang suster untuk merawat sania karena tidak ada yang menunggunya dirumah sakit ini.


"tolong ya sus..rawat pasien ini baik-baik karena dia sudah tidak memiliki keluarga.masukkan biayanya kedalam tagihan nanti saya lunasi"


"baik pak"


jonathan pergi dari rumah sakit dan mampir ke kantornya untuk mengambil beberapa berkas penting.


sania dibangunkan oleh seorang perawat yang datang untuk menyuapinya makan, awalnya sedikit bingung.tapi setelah perawat tersebut menjelaskan,sania baru mengerti.


dia mencoba mencari ponselnya karena ingin menghubungi bi minah dan juga sahabatnya rosi.


sekeranjang buah tergeletak membuat sania bertanya-tanya.


"sus..itu buahnya punya siapa?"


"punya mbak sania.."


"loh dari siapa?apa tadi ada yang dateng kesini sus ?"


"ada tadi tapi saya nggak tau namanya"


"orangnya kayak apaan sus?" suster bernama desi itu menjelaskan deskripsi seseorang dan ciri-cirinya memang mirip dengan jonathan.sania mencoba mencari foto diponselnya tapi dia baru ingat bahwa dia tidak memiliki satupun foto majikannya.


sekembalinya dari sini nanti,dia berniat untuk memotret foto keluarga nyonya maria.


sania hanya makan sedikit sekali nasi,dia memilih untuk memakan buah dan meminta suster untuk mengupasnya.


suster pamit untuk mengambil pisau didapur rumah sakit meninggalkan sania sendirian. gadis itu sedang membalasi chat dari rosi sahabatnya yang nanti akan datang untuk menginap.


entah sudah berapa lama sania ada dirumah sakit,dan bagaimana reaksi nyonya maria melihat dia sakit untuk kedua kalinya ?


wanita tua itu pasti akan mengomel dan mengatakan bahwa sania lemah.


kepalanya masih pusing sekali,suster kembali dan mengupas buah apel untuk sania.suster itu juga menganjurkan agar sania minum air mineral banyak-banyak karena mengalami dehidrasi.


"sania......"


pintu kamarnya terbuka lebar dan muncullah seseorang yang tak ia sangka.


BERSAMBUNG

__ADS_1


*maaf ya readers aku lama update niatnya bagian ini mau di update semalem bareng sama part sebelumnya,tapi banyak yang harus ditambah dan diperbaiki.


🙇🙇🙇🙇🙇*


__ADS_2