
"iya nyonya.."
gue mana berani godain tuan,ya emang si tuan jonathan ganteng.tapi tetep aja gue nggak kepikiran sampek situ.
sania berbicara sendiri dalam hati selagi menaiki tangga.tadi jonathan sempat menunjuk dimana ruang kerjanya berada.
nampak ruangan kaca yang masih terang benderang,didalamnya jonathan serius dengan laptopnya.sania berjalan cepat agar tuannya itu tidak marah padanya karena menunggu terlalu lama.
"sini san..bantuin saya ngetik lagi"
"iya tuan"
jonathan menginstruksikan beberapa hal yang harus sania lakukan,dan mereka akhirnya mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing.
sania mulai menikmati pekerjaan yang diberikan tuannya ini,awalnya dia duduk diatas sofa,tapi lama kelamaan karena pegal dia turun duduk dikarpet.kakinya sudah selonjor dibawah meja kaca sementara tangannya lincah menari diatas papan keyboard.
jonathan sempat melirik tadi saat sania beranjak dari sofa.tapi dia biarkan saja karena sepertinya gadis itu cukup nyaman dengan posisinya.
"kamu kenapa nggak kuliah lagi?"
"nggak ada biayanya tuan,lagian sekarang umur saya udah 25.mending buat kerja"
"oh...terus kamu udah ada rencana buat nikah?"
sania hanya menjawab dengan gelengan lemah.matanya perih karena menahan air mata yang memaksa ingin keluar.
disinggung masalah menikah membuat hati sania berdenyut nyeri.kalaupun dia ingin menikah dengan siapa ?
satu-satunya orang yang sudah menjamah dirinya selalu saja berkhianat membuatnya patah hati.bahkan terakhir kali sania mengetahuinya dia sudah tidak lagi merasakan sakit hati,melainkan muak.
entah nanti dia bisa dekat dengan pria lagi atau tidak,kalau hanya berteman dia tidak keberatan sama sekali.tapi kalau untuk hubungan yang serius dia tidak yakin.apalagi sekarang dia sudah tidak utuh lagi.apa yang akan dia berikan pada suaminya nanti?
"tuan mau kopi?"
"nggak usah,nanti jam 10 kamu tidur aja"
sania menengok ke dinding dibelakang kursi jonathan,seperempat jam lagi sudah memasuki jam 10 tapi pekerjaannya belum selesai dan masih tersisa banyak.membuatnya ragu untuk menuruti perintah tuannya.
"tapi ini masih banyak tuan"
"tinggal aja,besok kan kamu harus bangun pagi"
bener juga sih..nyonya tadi minta dibikinin bubur ayam.
dia lanjut mengerjakan tugasnya dengan lebih gesit.
saking asyiknya mengetik,mereka lupa dengan waktu.sania menguap lebar,membuat jonathan menoleh
"udah san beresin kerjaan kamu..simpen di folder D kasih judul pt abdi karya"
setelah merapikan pekerjaannya sania mengembalikan laptop tadi pada jonathan dan pamit untuk turun.
tepat jam 23.35 wib sania memasuki kamarnya.dia menatap sekeliling tidak ada jam weker disampingnya.dia tadi juga belum sempat mengatakan pada bi minah untuk membangunkannya sebelum jam 5 pagi.
sania hanya khawatir akan bangun kesiangan.biasanya dia mengandalkan ponsel satu-satunya yang ia miliki untuk membantunya bangun pagi.
huft...matanya sudah mengantuk.dia keluar untuk mengambil air minum karena merasa haus.untungnya lampu dapur masih menyala,saat dia hendak kembali kekamarnya dilihatnya lantai atas yang masih terang.itu pasti cahaya dari ruang kerja tuannya.
__ADS_1
"kasian juga tuan..kerja ampe malem-malem begini"
sania tak habis pikir,sebenarnya tuannya itu orang yang baik.tapi kenapa sampai umurnya yang mendekati 40tahun belum juga memiliki pasangan hidup?
sania merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk,rasanya begitu nyaman tidak seperti saat di kontrakan yang hanya tidur beralas kasur lantai tipis dan keras.hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan baginya.
semangat sania !!!!
lo harus bisa jalanin semuanya.ini demi masa depan lo sendiri.
sania memandang sekeliling kamarnya yang sangat rapi dan bersih.meskipun merasa asing,ini jauh lebih baik daripada tinggal dikontrakannya.resiko bahwa rio akan datang kembali membuatnya khawatir.
akhirnya sania tertidur karena rasa kantuknya sudah tak bisa ditahan lagi.
sania terbangun karena mendengar suara ketukan di pintu kamarnya.dia bertanya-tanya siapa yang mengetuk dan kenapa tengah malam begini dia dibangunkan?
dengan langkah gontai dia berjalan mendekati pintu dan membukanya.
"oh..bi minah.kenapa bi?"
"semalem nyonya pesen buat bangunin eneng takut telat katanya"
"oh..." sania menoleh melihat jam di dinding kamarnya.
"yaudah bi..biar saya mandi dulu"
"iya neng..bibi mau beres-beres"
cepet banget,perasaan baru merem kok udah jam 4 aja sih ?!
sepuluh menit kemudian dia sudah keluar kamar dan langsung menuju dapur.
sania tidak memakai make up seperti saat dirinya masih bekerja di pabrik,dia hanya menggunakan bedak bayi tipis-tipis untuk melapisi wajah pucatnya.
rambutnya sudah ia gelung rapi agar tidak mengganggu saat memasak nanti.
"bi,berasnya dimana ya ?saya mau bikin bubur ayam buat nyonya "
"bahannya udah bibi siapin neng...coba liat diatas meja"
"makasih ya bi..." sania merasa senang sekali karena ternyata disini orangnya baik-baik.tidak seperti saat di pabrik,banyak sekali orang yang suka mencari perhatian atasan dengan menjatuhkan temannya yang lain.
"iya neng ..sama-sama"
bi minah langsung melanjutkan pekerjaannya membersihkan seluruh penjuru rumah,mengelap berbagai perabotan serta membersihkan sofa,karpet dan lantai menggunakan mesin vakum.dia jadi bertanya-tanya berapa gaji bi minah karena harus membersihkan seluruh rumah yang sangat besar ini.
dia mulai meracik bahan-bahan yang akan dimasak,setelah mencuci beras dan meletakkannya diatas kompor,sania mulai membuat kuahnya.nanti dia tinggal menggoreng ayam,bawang merah serta kacang kedelai serta kerupuk.
sejam berlalu bubur nasinya sudah mulai matang,dia sedang memotong daun bawang serta menyuwir-nyuwir ayam yang sdah dia goreng kedalam mangkok kecil.
sania terkejut begitu mendengar suara nyonya maria mengisi dapur,membuat jantungnya berdebar karena semenjak tadi masuk ke dapur bi minah pun tak terlihat di sekitarnya.
"bikin yang enak,kalau sudah selesai peras jeruk yang ada di kulkas sampe jadi satu gelas jangan pake gula apalagi air"
"iya nyonya..."
majikannya itu sudah balik badan,dilihatnya beliau menggunakan celana training putih serta kaos longgar berwarna abu-abu.
__ADS_1
rambut pendeknya sehitam langit malam membuat sania berpikir pasti majikannya itu sering menyemir rambutnya agar tidak terlihat tua.
setelah lebih dari satu jam akhirnya dia selesai juga.jeruk yang sudah ia peras sudah dia tuang kedalam gelas kaca bersanding dengan semangkuk bubur ayam hangat dan juga segelas air putih.
"bawa kesini buburnya"
"iya nyonya"
"kamu cicipin dulu,nih" nyonya maria mendorong mangkoknya sedikit ke pinggir.
meskipun ragu,sania tetap mencicipi dengan sendok lainnya yang ada dimeja.dia tidak tau kenapa dia disuruh mencicipi makanan majikannya itu.setelah beberapa saat nyonya maria baru memakan buburnya.
sania yang berdiri di samping meja makan harap-harap cemas,karena takut bubur buatannya tidak memenuhi selera sang majikan.
"kuahnya pake gula apa?"
"gula merah nyonya.."
"besok-besok pake gula pasir,terus nggak perlu pake kacang kedelai.saya nggak suka"
"iya nyonya..."
"nanti jam 9 saya mau ke salon,kamu ikut dan jangan lupa ganti baju kamu sama yang lain.saya nggak suka bau keringet.dandan yang cantik biar nggak malu-maluin tapi nggak usah menor"
majikannya itu mengatakan sambil melihati sania dari atas ke bawah.membuat sania risih dengan tatapannya.
"iya nyonya"
gue bakal dandan yang cantik,biar nyonya nggak malu udah ngajak saya pergi ke salon
"kamu boleh pergi"
"baik nyonya"
akhirnya sania bisa bernafas lega.dia mendekat ke arah bi minah yang sedang menyiapkan sarapan untuk jonathan.
"gimana neng?"
"nggak gimana-gimana bi,nyonya cuma komen masalah gula aja"
"tapi dimakan?"
"iya bi.."
"huh..berarti masakan kamu cocok di lidah nyonya.dulu saya bikin bubur,baru sesuap nyonya langsung marah marah dan bilang kalo bubur saya nggak enak"
"tapi tadi muka nyonya kaya nggak seneng gitu" jawab sania dengan wajah ditekuk.
"udah jangan sedih"
bi minah sudah hampir selesai memasak.sania hanya membantu menyiapkan peralatan makan untuk tuannya.
"sania....."
"iya nyonya"
BERSAMBUNG
__ADS_1