Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
tidak sekarang


__ADS_3

"san..kamu udah siapin sepatu saya?"


"sudah nya"


"coba kamu tanya jo,udah siap apa belum"


sania mengangguk,dalam hati dia berat untuk bertemu tuannya setelah kejadian tadi.


tok..tok


"tuan.."


hening beberapa saat hingga akhirnya pintu terbuka setengah tapi jonathan tak nampak batang hidungnya.


"masuk"


"tuan apa sudah siap semuanya?"


jonathan yang masih bertelanjang dada mengambil sebuah baju dari kopernya.melihat itu sania merasa bersalah karena dia belum mengerjakan tugas dari tuannya.


setelah memakainya,jo berjalan sambil membawa berkas lalu menyerahkannya pada sania.


"sudah"


cup


dengan cepat dan tanpa diduga-duga jonathan mencium bibir sania sekilas dan dengan santainya balik badan tanpa menghiraukan reaksi sania terhadap tindakannya barusan.


"sania..udah belom?"


"i..iya nya"


sania berjalan keluar seperti orang linglung


sambil menggenggam erat berkas ditangannya.


"jangan lupa bawa air minum"


"sudah nya"


"kamu udah mandi belum sih?kucel banget mukanya!!!"


"sudah nya..cuma saya emang nggak pake make up"


"ck..jangan malu-maluin saya dong san.minimal pake lipstik kek,bedak kek.perempuan itu harus tetep jaga penampilan walaupun nggak kemana-mana.apalagi sekarang mau pergi"


"maaf nya..tadi saya lupa"


padahal dia sengaja tidak merias wajah karena suasana hatinya yang buruk.


"nih pake lipstik saya,sekalian buat kamu aja"


"aduh nggak usah nya..saya ada kok"


"udah terima aja pake nolak segala.pake sekarang daripada kamu balik kekamar,tambah lama"


sania masih bergeming ditempatnya membuat nyonya maria gemas bukan main.

__ADS_1


"ck..lama banget sih kamu"


nyonya maria menyeret sania untuk berdiri didepan kaca dan menunggunya sampai sania benar-benar memakai lipstik yang dia berikan.


"nah..kan bagus diliatnya"


nyonya maria memuji bibir sania yang kini tampak lebih berwarna membuat sania tersenyum juga.


"bibir saya emang udah bagus dari dulu kali nya.."


"yang bikin bagus itu lipstiknya kamu jangan ge-er"


sania tersenyum mendengar perlawanan sengit majikannya.nyonya maria memang tipe orang yang tidak mau kalah bila sedang berargumen.


"iya nya...makasih untuk lipstiknya"


"ya sudah ayo berangkat"


mereka bertiga sudah ada didalam mobil yang dikemudikan oleh jonathan.


sania duduk di kursi belakang sendirian karena nyonya maria memilih untuk duduk didepan berdampingan dengan anaknya.


jonathan berulang kali memerhatikan sania dari kaca tengah,tapi gadis itu malah asyik melihat pemandangan di luar jendela.tanpa sadar mata sania terpaku pada satu tempat,hal itu pun tak luput dari perhatian jonathan.


"mam..nanti malem kita jadi ketemuan sama om jerry ?"


"jadi dong.."


"jam berapa ?"


"ya udah nanti mami aku anterin pulang dulu,soalnya aku juga mau ketemu temen"


"siapa,perempuan apa laki-laki jo?"


"cowok"


"kapan kamu ngenalin calon istri ke mami?"


"besok kalo udah ada juga jo kenalin"


"besok..besoknya kapan.mami pengen gendong cucu dari kamu tau nggak.


lagian siapa yang mau ngurusin kamu kalo mami udah nggak ada"


"mami ngomong apaan sih..aku juga lagi usaha" ucap jonathan sambil melirik sania di kursi belakang.tapi yang dilirik bersikap acuh,jonathan kesal karena sepertinya sania tidak terpengaruh dengan obrolannya dengan sang ibu.


"pokoknya nggak boleh sembarangan"


"jo cuma butuh istri yang baik,nggak neko-neko mi"


sania menyumpal telinganya dengan headset dan mendengarkan lagu dari ponselnya.dia rasa pembicaraan majikannya tadi tidak perlu dia dengarkan.


sania seperti berada di dunia lain,rasanya begitu asing membuatnya ingin cepat-cepat pulang.


tapi sepertinya majikannya itu baru akan pulang dua hari lagi.lebih baik sania memanfaatkan waktunya disini sebaik mungkin dan menyempatkan waktu membeli oleh-oleh.mungkin dia harus membeli nomor baru juga disana agar bisa tetap berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya.


sebenarnya sania tidak menyukai suasana rumah sakit,kesan dingin dan banyaknya orang yang sakit membuatnya merasa tak nyaman.saat tuan jo dan nyonya maria menemui dokter,dia menunggu didepan ruangan sendirian.hanya beberapa perawat yang lalu lalang sambil berbincang dengan rekannya.

__ADS_1


sania malah memikirkan percakapan majikannya tadi tentang calon istri untuk tuan jo.seharusnya dia tidak memikirkannya seperti sekarang ini.tapi semakin lama dia duduk sendiri bayangan tentang jonathan yang akan menikah dengan wanita lain seperti terpampang didepan mata.


apakah sania benar-benar hanya dijadikan sebagai pelampiasan nafsu tuannya saja?


kenapa juga tadi tuan jonathan mengecup bibirnya?sania mengingat-ingat lagi apakah kejadian tadi benar terjadi atau hanya halusinasinya saja.


ahh


rasanya otak sania mau pecah,dia berjalan-jalan ditaman untuk menyegarkan pikirannya.dari tempatnya duduk kini dia bisa melihat ke sekitarnya.


"kamu ngapain disini?"


"duduk tuan.."


sania yang kesal menjawab seadanya dan tidak menghadap ke jonathan.


lelaki itu lalu menyodorkan gelas kopinya pada sania.


"nih minum biar nggak ngantuk"


"makasih"


sania sengaja menjawab tanpa embel-embel tuan dibelakangnya.gadis itu meminum kopinya perlahan lalu mengernyit.


udah abis ?apa emang kopi disini isinya sedikit atau.....


sania melirik tuannya curiga,


"kenapa??"


"kok isinya sedikit banget tuan?"


"kan udah saya minum separuh"


"jadi ini punya tuan"


"iya"


sania mengelap mulutnya kasar membuat jonathan kesal.


"kenapa ?kamu nggak suka minum bareng satu gelas sama saya?apa kamu lebih suka kali dicium langsung kayak tadi?!"


sania langsung membekap mulut bosnya.


"sebenernya mau tuan apa sih?saya kan pembantu bukan psk" sania yang tadinya panik dan ketakutan akhirnya mengeluarkan kekesalannya.suaranya sudah serak dan air matanya mulai merebak.tadinya dia tidak mau mengungkit masalah ini tapi karena jonathan menyudutkannya lebih dulu sania jadi membela diri.


sementara itu lidah jonathan seperti terikat dan tak keluar satu patah kata pun.untuk saat ini dia belum bisa menjelaskan tujuannya pada sania.dia masih harus memastikan satu hal sebelum mengatakan semuanya pada sania dan ibunya.


karena kesal tak kunjung mendapat jawaban sania memilih pergi ke toilet dan meninggalkan jonathan begitu saja.


tuan keterlaluan !!!!


BERSAMBUNG


makasih buat readers yang setia baca cerita ini dan memberikan dukungan like,komen dan juga vote.


tetep dukung aku ya 😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2