Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
nyonya baik hati


__ADS_3

"kamu itu makan yang banyak san...kalo assisten saya loyo nanti yang ada kerja kamu nggak becus" ucap maria sambil menambahkan lauk ke piring milik sania.


"makasih nya..nggak pa-pa kok saya biasa makan sedikit"


"iya makanya badan kamu kurus"tadinya sania sedikit merasa tersentuh karena majikannya sudi mengambilkan lauk untuknya.tapi begitu dikatai kurus gadis itu langsung cemberut,sebenarnya dia membatasi makan kan karena memang dirinya tidak ingin gemuk.kalau dia menjadi gemuk itu akan berpengaruh pada size bajunya.dan bila bajunya tidak muat,dia terpaksa harus membeli baju baru yang mana membuat keuangannya menipis.


"kalo badan saya gemuk nanti beli baju lagi nya..saya kan nggak ada duit"


"alesan..bilang aja kamu sayang belanja baju baru"


gondok,sania gondok mendengar ucapan majikannya barusan.dia langsung menghentikannya makannya.


"kenapa kamu berhenti makan?"


"udah kenyang nya..." (kenyang makan hati) sania memanyunkan bibirnya membuat nyonya maria tergelak dalam hati.tapi dia tetap memasang wajah datarnya.


"abisin makanannya,kalo nggak gaji kamu saya potong"


"tapi nya...ini banyak banget"


"abisin"


sudah dikatai kurus,dikatai pelit,dipaksa makan pula.kenapa dia bisa dapat majikan paket komplit seperti ini sih??


kenyamanan yang dia dapat tinggal dirumah mewah harus tergadai dengan kemerdekaan hidupnya.bahkan untuk urusan rambut saja dia sudah tidak berhak.


"nyonya...nanti saya mau ijin ke kontrakan"


"mau apa?"


"ada barang saya yang ketinggalan nya"


"nanti kamu bisa mampir sekalian kita pulang"


mereka sedang berkeliling ke toko-toko yang ada disana.sania heran dengan nyonya maria.barangnya begitu banyak,mulai dari baju,tas,hingga sepatu memenuhi sebuah ruangan khusus yang ada didalam kamar.


tapi sepertinya majikannya ini ingin belanja lagi.


setelah memasuki beberapa toko,sania sudah menenteng lima buah paperbag ditangan kiri dan ditangan kanan dia memegang tas besar milik sang majikan.


saat melihat deretan toko ponsel sania hanya bisa memandanginya saja tanpa bisa membeli.dia sudah tak sabar ingin segera pergi ke kontrakannya.uang yang di pegangnya sekarang hanya tersisa selembar uang seratus ribu saja.


bagaimana kalau dia nanti tiba-tiba saja memerlukan uang?


akhirnya nyonya maria mengajak sania pulang juga.sania sudah sangat lelah berjalan naik turun eskalator dengan tangan penuh barang.begitu pak pram sampai sania langsung memasukkan barang-barangnya di bagasi belakang.


"kamu nanti turun dimana?"


"di daerah x nya"


"pak pram..lewat daerah x ya.drop sania dulu"


"baik nyonya"


"nomer ponsel kamu berapa san?"


"saya lagi nggak punya hape nyonya.."


"astagaaaa...kok bisa sih jaman sekarang ada orang nggak punya ponsel"


banyak kali nya yang nggak punya hape....nyonya aja yang nggak tau !


"kemaren hape saya dibanting sama mantan saya nya"


"mantan suami?"


"pacar nya.."

__ADS_1


"baru pacar udah berani kayak gitu" ucap nyonya maria sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.sania yang mendengarnya tidak bisa berkata apa-apa karena memang seperti itulah faktanya.


"pak ..saya berhenti disini"


"iya neng.."


"permisi nyonya..nanti saya usahakan sudah kembali sebelum jam 7 malam"


"ya sudah sana,ayo pak pulang"


sania bernafas lega,dia berjalan melewati gang sempit untuk sampai ke kontrakannya.


begitu sania datang,tetangga sekitarnya tinggal langsung berkumpul.


mereka bertanya sania pergi kemana karena dari kemarin gadis itu tidak terlihat.


dia membereskan perabotannya yang tidak seberapa dibantu oleh mpok ipeh dan juga rosi sahabatnya di pabrik.rosi datang untuk mengantarkan gaji sania bulan lalu yang belum diambil karena sudah keburu mengundurkan diri.


setelah dibereskan kurang lebih selama dua jam,akhirnya mereka bisa istirahat.sania sudah memberikan peralatan dapurnya termasuk kompor kepada mpok ipeh.


beberapa barang lain seperti tv,dispenser,kulkas kecil serta lemari sudah ia jual dan mendapat uang lumayan banyak.cukup untuk membeli ponsel baru bila ditambah dengan gaji yang dia dapat dari pabrik tadi.


setelah rosi dan mpok ipeh pulang,dia memutuskan untuk mandi sebelum kembali ke rumah jonathan.jangan sampai nyonya maria memprotes karena tubuhnya bau keringat saat sampai dirumah nanti.


tepat setelah maghrib,sania beranjak keluar dari kamar kontrakannya dengan membawa kotak kardus ukuran sedang berisi beberapa barang-barangnya.dia berpamitan pada tetangga disekitarnya.


"san..."


ahh...gue pasti salah denger.ini bukan suara rio kan?


sania semakin mempercepat langkahnya,dia tidak mau berurusan dengan lelaki itu lagi.


"san..tunggu"


merasa lengannya dicengkeram sania menoleh dan mencoba melepaskan cengkeraman tangan rio yang terasa sangat kuat.


"lepasin..mau kamu apa sih?aku buru-buru tau nggak"


dalam hati sania terjadi tarik ulur.satu sisi sania tahu pria ini sebenarnya sangat menyayanginya tanpa harus sania bertanya.tapi disisi yang lain,hatinya masih merasakan sakit yang teramat sangat.dia harus tegas,nasi sudah menjadi bubur dan sania juga sudah mengambil keputusan besar.dia tidak bisa mundur lagi sekarang.bila dia kembali pada rio,hidupnya mungkin akan semakin hancur,lebih dari yang sedang ia jalani sekarang.


"aku udah maafin kamu,tapi buat balikan aku nggak bisa.sekarang aku udah punya orang lain"


mendengar kalimat itu keluar dari mulut sania membuat rio murka.dia menatap marah pada kardus yang terjatuh diatas tanah.apalagi dia mendengar bahwa sania sudah memiliki pengganti dirinya.tangannya terayun dan mendarat keras di pipi kanan sania,membuatnya meneteskan air mata seketika.


rio terlihat menyesal.dia sudah hendak memegang tangan sania,tapi gadis itu langsung berlari pergi meninggalkan rio.


hati sania sudah benar-benar hancur,bukan hanya di kecewakan perasaannya tapi rio bahkan berani melakukan kekerasan padanya.apa dia pikir seorang sania tidak punya harga diri dan tidak berhak memilih jalan hidupnya sendiri?


sampai dipangkalan ojek,sania segera menaiki salah satu sepeda motor yang sedang berjejer dan mengatakan tujuannya.untung saja sania ingat alamat rumah tuannya itu.


disepanjang jalan,tak henti-hentinya dia menyeka air mata yang menetes.rasanya sangat sakit mendapat perlakuan kasar dari orang yang kita sayangi.


begitu sampai,sania memencet bel yang ada di samping pintu gerbang.


satpam bernama firman yang kebetulan sedang berjaga menggantikan pak imron membuka pintu gerbangnya.


"saya sania pak..yang kerja sama nyonya"


"oh..iya neng masuk..masuk.kenalin saya firman"


begitu pintu ditutup mereka bersalaman dan sedikit berbincang.sania menyempatkan diri untuk membasuh wajahnya ditoilet yang ada dibelakang pos jaga agar tidak terlihat buruk di depan nyonya maria.salah-salah nanti dia kena omel.


"saya permisi dulu ya pak,mau masuk"


"iya neng"


sepanjang menapaki jalan dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.

__ADS_1


sania memencet bel lagi,menunggu bi minah membuka pintu.rasanya aneh kalau dia langsung masuk begitu saja walaupun dia tinggal dirumah ini juga.


begitu bi minah membuka pintu,wanita awal umur 40an itu sedikit terkejut karena penampilan sania yang baru.


"yaampun neng saya sampe pangling,rambutnya dipotong begitu saya kirain artis"


"ah bi minah bisa aja.nyonya dimana bi?"


"didalem,habis makan malem neng"


begitu masuk,mereka tidak menjumpai siapapun.mungkin majikan mereka sedang ada dikamarnya.


bi minah dibantu sania membereskan meja makan.mereka lalu duduk didapur sambil makan malam.


"bibi sama pak imron kalo malem tidur dimana?"


"saya mah dirumah belakang neng.nanti kalo udah jam sembilan baru bibi balik"


sania hanya ber-oh ria karena baru tau dibelakang ada rumah lainnya.dia belum sempat berkeliling rumah ini.entah ada apa lagi didalam rumah sebesar ini.


"minah..."


"iya nya...." bi minah langsung berlari mendekat ke arah nyonya maria tak berselang lama dia kembali lagi untuk memanggil sania juga.


"ada apa ya bi?"


"saya nggak tau neng"


nyonya maria sedang duduk di sofa yang ada dikamarnya sambil menonton tv.


"malem nya.."


"ini buat kamu sama keluarga kamu nah" beliau mengulurkan paperbag cukup besar pada bi minah yang disambut dengan senyum dan ucapan terima kasih.


"ini buat kamu san.."


"makasih nyonya..." sania pun menerimanya dengan senang hati.pas sekali hatinya kini sedang kacau balau.


"bi minah boleh balik,san..kamu pijitin saya"


"siap nya..."sania tampak bersemangat sekali setelah menerima pemberian dari majikannya itu.


dia segera duduk di karpet karena nyonya maria meminta kakinya saja yang di pijat.


sania memuji kaki sang majikan yang ternyata sangat halus.dia jadi berhati-hati dalam memijat karena takut melukai kulitnya.


"pipi kamu kenapa merah?" refleks sania memegang pipi sebelah kanannya.nyonya maria bisa melihat jelas jejak warna merah yang ada di pipi sania saat gadis itu berpindah posisi untuk memijat kaki kirinya.


"emm..anu nya di tam-par sama mantan saya"sania menjawab lirih karena malu luar biasa.padahal tadi bi minah sama sekali tidak menyadarinya.dia juga belum sempat bercermin tadi.


"ambil salep di kotak p3k"


"salep buat apa nya?"


"buat pipi kamu lah"


"nggak perlu nya nanti biar saya kompres pakai air es aja.lagian ini udah nggak sakit"


"yaudah terserah.dasar ngeyel"


*ada lagi aku dikatain ngeyel sama nyonya?huft


sabar...sabar*....


BERSAMBUNG


################################

__ADS_1


vote boleh..komen boleh 😆😆😆


yang penting jangan tebar kebencian.oke 😉


__ADS_2