Tuanku Suamiku

Tuanku Suamiku
tega


__ADS_3

"gimana jo,kamu suka sama stevi?"


"suka"


"jadi kamu mau kalau di jodohin sama dia ?"


"enggak"


mulut nyonya maria langsung mengerucut mendengar jawaban jonathan yang terakhir,padahal tadinya dia sudah senang karena ternyata jonathan menyukai stevi.


"tapi kayaknya semalem kamu seneng-seneng aja ngobrol sama dia"


sania yang kebetulan membawakan secangkir teh dan kopi untuk majikannya ikut penasaran dengan jawaban tuannya.


"ck mami...aku bersikap kayak gitu karena aku menghormati om jerry sama tante lisa.stevi kan keponakannya tante,kalo aku cuekin dia gimana perasaan om sama tante ?"


oh..jadi itu alasannya.masuk akal juga sih


gadis itu kembali ke dapur sambil membawa baki ditangannya.rencananya dia akan berpamitan pada nyonya maria nanti bila sedang berdua saja.


"sania...."


terdengar suara nyaring nyonya maria dari depan membuat sania berjalan cepat kembali ke depan.dalam hati gadis itu menggerutu kenapa majikannya itu tidak mengatakan saat dia tadi mengantarkan minuman.


"kamu siap-siap.setengah jam lagi kita pergi"


"baik nya"


sania segera mengambil handuk beserta baju ganti lalu masuk kekamar mandi.


dia masih belum tau kemana nyonya maria dan tuan jonathan akan pergi kali ini.tak perlu waktu lama sania sudah bersiap-siap dan tampak segar dengan dress selutut berwarna putih di lengkapi dengan outer berwarna biru muda.


dia juga berdandan dan menggunakan aksesoris kalung etnik untuk melengkapi penampilannya.


"ayo jo kita berangkat" nyonya maria bangkit dari duduknya dan menyerahkan tas jinjingnya pada sania.

__ADS_1


"kita mau kemana nya?"


"jalan"


tujuannya nyonya.....saya tanya tujuannya.


sania tak meneruskan rasa ingin taunya karena nyonya maria sudah menjawab singkat seperti itu.jonathan yang berjalan didepan tersenyum tipis mendengar jawaban ibunya yang sudah pasti membuat sania gondok setengah mati.


lelaki itu diam-diam memuji penampilan sania yang terlihat sangat feminin.


sania merogoh ponselnya dan kembali membaca pesan dari terry semalam tepat sebelum dia keluar dari restoran.


**terry


see you later,beautiful ☺**


begitu pesan dari lelaki berwajah bule yang ditemuinya semalam.


kini sania selalu menyalakan wi-fi di ponselnya siapa tau ada sambungan wi-fi gratis ditempat yang dikunjunginya nanti.


"sania..nanti kamu packing semua barang-barang saya karena besok pagi kita pulang"


ada rasa senang sekaligus sedih karena tau mereka akan pulang ke indonesia.ya secepatnya dia harus mengatakan pada nyonya maria masalah pengunduran dirinya.


sania menghela nafas panjang membuat jonathan memerhatikannya.nampak sekali gadis itu seperti menanggung beban berat dipundaknya.


"emm...nyonya sebenarnya saya mau menyampaikan sebuah hal penting"


"hal penting apa?"


"saya mau..berhenti kerja nya"


"loh kenapa?" nyonya maria sudah memasang wajah serius sekarang sambil menoleh ke arah sania yang duduk disebelahnya.


"minggu lalu bibi saya memberi kabar,kalau paman saya dikampung sedang sakit keras nyonya"

__ADS_1


"nggak bisa,pokoknya kamu nggak boleh berhenti"


"mami...jangan gitu dong"


"nggak bisa jo,mama nggak ijinin sania keluar"


"tapi nya.."


"kalau kamu mau ijin silakan,tapi nggak boleh keluar.kontrak kamu kan berlaku satu tahun"


ah..benar!


kontrak sialan itu memang asal muasal semua masalah yang kini tengah membelitnya


tadinya sania sudah mau berbicara lagi,tapi melihat tatapan mata jonathan lewat kaca tengah membuat sania bungkam.


"baik kalau begitu nya"


"kamu tega ninggalin saya?!"


"maaf nya,bukan begitu maksud saya.karena saya pikir nyonya sudah sehat jadi saya berani ngomong sekarang"


sepanjang jalan nyonya maria menjadi pendiam dan sama sekali tidak mengajak sania berbicara.


bahkan saat mereka sedang belanja,nyonya maria hanya berbicara seperlunya saja.


maaf nyonya ...tadinya ini memang permintaan tuan.tapi saya juga merasa kalau lebih baik saya pergi dari rumah nyonya.


maaf karena saya sudah mengkhianati kepercayaan yang nyonya kasih.


ironisnya..disaat nyonya maria selalu mencurigai sania,disaat itu sania sama sekali belum terkena rayuan tuan jonathan.


tapi sekarang disaat nyonya maria percaya padanya dan sudah mulai menyukainya,rasa asing yang seharusnya tidak dia miliki untuk tuannya mulai tumbuh.


apalagi jonathan memberikan harapan bahwa tuannya itu akan bertanggung jawab atas segala hal yang nantinya terjadi.

__ADS_1


BERSAMBUNG


tetap dukung aku ya readers,makasih buat waktunya udah baca cerita ini. 😊😊😊


__ADS_2