
ini pertama kalinya jonathan merasa marah dan kesal pada sania,sebegitu mudahnya kah gadis itu dekat dengan pria asing?
lalu apa bedanya sania dengan vani yang dulu mengkhianatinya?
tidak seharusnya dia menjatuhkan hati pada wanita manapun.apalagi sania yang mungkin saja masih berhubungan dengan pria lain.dia belum mengenal sania dengan pasti tapi sudah berniat untuk menjadikannya pendamping hidup??
sungguh naif.
jonathan menyetir dengan penuh emosi mengabaikan ibunya dan sania yang duduk dibelakang.
apa dia terlihat seperti supir sekarang ??
mobil sudah terparkir di basement apartemen.jonathan membiarkan sania dan ibunya keluar dari mobil sementara dirinya kembali pergi entah kemana.bayangan sania yang sedang tersenyum dan mengobrol akrab dengan seorang lelaki seperti bara api yang terus berkobar karena tertiup angin.panas dan lama kelamaan akan habis karena terbakar amarah.
"san..tadi kamu ngobrol sama siapa?"
"oh..tadi itu terry nya ngajak kenalan"
"kamu hati-hati loh kalo dideketin sama orang nggak dikenal"
"iya nya..tapi terry kayaknya baik kok"
"namanya orang kan kita nggak tau san..bisa aja itu cuma kedok biar nggak ketauan niat buruknya"
ah..yayayaya nyonya selalu benar.
anaknya pergi gitu aja tapi kayak nggak ada masalah.apa nyonya nggak sadar muka tuan tadi merah banget kayak orang lagi nahan marah?pasti tuan marah karena dijodohin lagi deh,
tapi....muka tuan pas lagi ngobrol sama perempuan tadi seneng.nggak mungkin kan tuan marah?
apa jangan-jangan tuan mau ketemuan lagi sama perempuan itu berduaan aja ?
__ADS_1
"ah bodo amat"
"kamu bilang apa ?!"
"ah..anu maaf nya saya lagi baca sms penipuan.bukan buat nyonya kok"
"coba cari kunci didalam tas saya"
"baik nya"
"si jo itu gimana sih,pergi nggak pamit"
sania mendengar nyonya maria bergumam tentang putranya.
"yang ini bukan nya ?"
nyonya maria menoleh lalu mengangguk setelah memastikan kunci yang sania ambil itu benar.
"kamu tungguin jo pulang,kalau-kalau dia lupa nggak bawa kunci kamu bukain"
"baik nya.."
sania memilih untuk duduk dikarpet dekat sofa dan menyalakan televisi,dia menumpukan kepalanya diatas sofa sambil mencari-cari acara yang bisa ditonton.
******
beberapa jam kemudian
sania merasa tubuhnya seperti melayang,gadis itu membuka mata dan melihat wajah tuannya sedang menatap lurus kedepan.
"tuan..sudah pulang?"
__ADS_1
sania berusaha untuk turun dari gendongan tuannya,tapi jonathan tak bergeming dan tetap membawa sania menuju ke kamar.
"kamu bisa nggak jangan tidur di lantai?kamu mau sakit lagi?"
jonathan menidurkan sania diatas ranjang dan keluar dari kamar tanpa kata.sania merasa bahwa kali ini jonathan bersikap dingin padanya tapi dia tidak tau mengapa.tuannya itu memang memerhatikannya,tapi lelaki itu sama sekali tak menatap matanya saat tadi berbicara,
tidak seperti biasanya.
sania menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang terasa dingin.dia tak habis pikir terhadap sikap tuannya yang bisa berubah-ubah secara drastis.gadis itu memutar otak mencari alasan yang tepat agar nyonya maria bisa menerima pengunduran dirinya.
padahal dia sudah berusaha keras agar bisa melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin,bahkan nyonya maria sudah jarang sekali memarahinya.tapi sepertinya masalah akan terus mengejarnya dan tidak akan membiarkannya tenang.
selalu saja lelaki menjadi penyebab semua masalahnya.sebenarnya apa yang salah dengan dirinya sampai-sampai lelaki bisa bebas menyakitinya dan membuat hidupnya berantakan.
sania sudah tak sabar menunggu pagi,dia ingin segera menyampaikan keinginannya untuk mengundurkan diri pada nyonya maria.
sania mengusap tetesan air mata dan berusaha memejamkan matanya yang terasa perih.
sementara itu jonathan yang sedang berbaring di ranjangnya belum juga tidur.dia masih memikirkan sania yang selalu saja bisa menarik perhatiannya.gadis lugu dan sangat sederhana,yang begitu mudah tersenyum dan juga menangis.
apakah mungkin gadis sebaik ini akan mempermainkan hati laki-laki??
dari yang dulu sania ceritakan saat mabuk,mantan kekasihnya sering berselingkuh dan bukan sebaliknya.tapi lelaki di restoran tadi kenapa bisa dengan mudahnya membuat sania tersenyum?
jonathan berniat untuk menanyakannya besok,kebetulan dia tidak memiliki acara.jadi jonathan akan mengajak ibunya dan sania untuk berbelanja.
yah setelah merencanakan hal itu jonathan baru bisa merasa tenang.
BERSAMBUNG
makasih readers buat dukungannya,
__ADS_1
love you 💖💖💖