
begitu cahaya mentari masuk kedalam kamar,sania terbangun karena merasa silau dimatanya.dia bangun dan merasakan kepalanya seperti berputar-putar saat berjalan menuju kekamar mandi.
tenggorokkannya terasa sangat kering,apalagi semalam dia tidak membawa air minum kedalam kamar seperti biasa.
gadis itu lalu pergi kedapur dan mengambil segelas air minum serta buah apel untuk mengurangi rasa laparnya.
sania semakin tidak berselera untuk makan.jangankan memasak,baru mencium bau bawang saja dia sudah mual setengah mati.dia berjalan menuju ruang televisi untuk mengecek apakah jonathan masih ada atau tidak.
saat melangkah secara tak sengaja kakinya malah menginjak pecahan kaca yang sangat kecil,semakin dekat sania bisa melihat kaki jonathan yang mencuat diujung sofa.dia juga melihat pecahan botol berserakan dilantai tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
sania segera kembali ke dapur dan mengambil sapu untuk membersihkan lantai.dia khawatir tuannya akan menginjak pecahan kaca karena tadi lelaki itu juga tidak mengenakan sepatunya.
begitu selesai dia membuatkan secangkir teh untuk jonathan.sania bergegas mengambil obat dan perban saat melihat tangan jonathan yang terluka.seingatnya tangan jonathan semalam baik-baik saja,kenapa sekarang bisa terluka seperti ini?
dengan telaten sania membersihkan tangan jonathan dengan alkohol,memberi obat lalu membungkusnya dengan kain perban.dia melihat wajah sang majikan dengan seksama.begitu tenang namun terlihat seperti menanggung banyak beban dan kesedihan.
tuan..saya minta maaf kalau saya tidak bisa memberikan apa yang tuan mau.saya nggak bisa kalau harus mengikuti kemauan tuan,ini terlalu berat.
perlahan sania mencari kunci apartemen disaku jaket yang sudah teronggok dilantai,lalu beralih ke saku celana jonathan.
sania kecewa karena dia tidak bisa menemukannya dimanapun.
tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara ketukan beberapa kali,sania berubah panik entah apa yang harus dia lakukan sekarang.tuan jonathan juga masih tidur pulas,sania bingung apakah harus membangunkan tuannya atau membiarkan orang yang ada didepan.
dia khawatir kalau-kalau itu nyonya maria,bisa-bisa dia langsung kena murka.
"ck...tuan...tuan bangun.didepan ada orang"
"engh...."
suara ponsel jonathan berbunyi dan muncul wajah darius dilayarnya.
"tuan..ada telfon dari tuan darius..."
"emh..angkat"
begitu mengangkat telfon tuannya sania langsung menempelkan ponsel itu ke telinga jonathan.tapi sepertinya tuannya itu kembali tidur karena wajahnya kembali nampak tenang dan tidak seperti orang yang sedang mendengarkan suara di telfon.
"ck..tuaaaaaan bangun"
saat sania sedang sibuk-sibuknya mengguncang tubuh jonathan,lelaki itu malah menarik sania dan mengecup bibirnya sekilas.
"berisik.sana bukain pintunya"
jonathan bangkit dengan langkah sempoyongan dan masuk kedalam kamar.
sania yang masih terbengong karena mendapat ciuman tiba-tiba baru bangkit beberapa saat kemudian.
dia mendekat ke arah pintu dan dapat melihat kuncinya tergantung disana.
yaampun gue **** banget..ternyata kunci yang gue cari-cari ngegantung disini.
ini sebenernya gue yang **** apa tuan cuma ngetes gue doang?
sania memutar kuncinya dua kali lalu menarik daun pintunya.
"aduh...lama banget sih.baru kali ini gue nunggu sampe sepuluh menit buat dibukain pintu"
darius masuk begitu saja mengabaikan orang yang telah membukakan pintu untuknya.
dibelakangnya ada juga soni yang ikut masuk dengan kacamata hitam masih bertengger kokoh menutupi kedua matanya.
"ah..lo pasti sania kan?kenalin gue darius sepupunya bang jon,dan ini asisten gue namanya soni"
sania hanya mengangguk saja mendapat rentetan info yang dikeluarkan oleh darius.
"bang jon mana ?"
"dikamar mandi"
darius sudah duduk diatas sofa sementara soni berdiri disampingnya.sania yang melihat pintu masih terbuka jadi terfikir untuk kabur.dia meraba kantong baju dan bersyukur saat dompetnya ada disana.
__ADS_1
gadis itu meraih daun pintu..
"sania....kamu mau kemana?" suara jonathan terdengar panik melihat sania yang berlari kencang.
sementara dilain tempat nyonya maria yang baru selesai berolahraga sedang istirahat di samping rumah sambil meminum tehnya.
dia sudah menghubungi joseph agar hari ini datang menemuinya dirumah.
nyonya maria mulai gelisah karena sepertinya jonathan menyimpan begitu banyak rahasia darinya.
"minah....."
"iya nya" perempuan itu berjalan tergopoh-gopoh mendatangi sang majikan.
"siapin air buat saya mandi"
"baik nya"
lima belas menit kemudian ibunda jonathan mengomel karena air yang disiapkan oleh bi minah terlalu panas,sabun yang digunakan juga salah.
"ck...kamu nih kerja sama saya kan udah limabelas tahun.masa lupa sama kebiasaan saya"
"maaf nya...kan sania yang biasanya melayani nyonya.saya sudah lupa"
"ya sudah sana,siapin sarapan dulu.kamu udah selesai bersih-bersihnya ?"
"belum nya tinggal lantai atas"
"biarin aja dulu.nanti ada orang dateng buat pasang cctv,kamu awasin"
"baik nyonya..saya permisi"
pukul delapan pagi faisal datang karena sesuai arahan jonathan,dia harus memastikan pemasangan cctv selesai tepat waktu.
"bi minah,sania mana?kok dari tadi nggak keliatan?"
"sania lagi balik kampung mas"
"pamannya meninggal katanya"
"oh..."
"sal..kamu ngapain kesini?"
nyonya maria yang nampak segar keluar dari kamar setelah mandi.
"tadi pak jonathan menyuruh saya mengawasi pemasangan cctv dirumah ini bu"
"jo-nya mana ?"
"saya tidak tau bu"
"oh iya nanti kalau sudah selesai kamu jangan pulang dulu.saya mau tanya sesuatu"
"baik bu.kalau begitu saya permisi mau ngawasin pekerja dulu"
nyonya maria mengangguk kemudian berlalu menuju meja makan.hari ini dia akan pergi arisan dengan teman-temannya sekaligus makan siang.terpaksa dia harus pergi sendiri,untuk mengajak minah tidak mungkin karena memasang cctv di seluruh sudut rumah pasti membutuhkan banyak waktu.
sementara itu,jonathan berkali-kali menggedor-gedor pintu yang tertutup rapat bahkan dikunci oleh sania.
"san ..buka!" beberapa kali terdengar suara sania sedang memuntahkan isi perutnya.jonathan yang mendengar itu kembali bingung,padahal dia tidak memakai parfum tapi kenapa sania masih mual-mual juga ?
lelaki itu memandang darius dan soni bergantian,dia mengendus satu persatu dua pria yang ada dihadapannya membuat darius jengah.
"lo ngapain sih bro?"
"ah..udah sana keluar lo.sania tuh lagi morning sickness makanya mual kalo nyium segala macam bau-bauan"
"serius nih sania lagi hamil?berarti sebentar lagi gue punya keponakan dong?"
mereka bertiga berjalan keluar kamar membuat jonathan ingat sesuatu.
__ADS_1
"oh iya son..tolong beliin saya vitamin.ini resep sama uangnya" jonathan mengeluarkan beberapa lembar uang serta kertas berisi resep yang kemarin dokter berikan padanya.
"baik pak,saya permisi dulu"
"oh iya tolong beliin juga bubur ayam untuk sarapan"
"baik"
"bro..bahaya tuh kalo sania nggak ada yang jagain disini"
"iya,tapi gue bingung nyari orang"
"ya carilah temennya atau siapa kek buat nemenin"
jonathan meninggalkan darius di depan pintu kamar lalu menutupnya dari dalam.
lelaki itu hanya tersenyum miring mendengar umpatan yang keluar dari mulut sepupunya.
dia melihat sania yang berjalan keluar dari kamar mandi dengan langkah pelan.
"hey,kamu nggak pa-pa ?"
"enggak tuan,saya cuma pusing"
"kamu mau makan apa?"
"nggak mau tuan saya mual banget" mata sania sudah berair karena menahan tangis.gadis itu berbaring di ranjang sambil memeluk bantal guling.
"kamu harus makan,atau kamu mau dirawat dirumah sakit?"
sania menggeleng,air matanya sudah mengalir deras.tadi dia sudah selangkah keluar dari pintu,tapi tiba-tiba perutnya mual dan kepalanya terasa pusing sekali.bila dipaksakan untuk lari,sania takut hal buruk akan terjadi padanya dan juga bayinya.
"nanti saya makan tuan.." sania memejamkan matanya agar tuan jonathan mengira dia ingin beristirahat dan meninggalkannya sendiri.saat ini yang dia butuhkan adalah waktu untuk sendiri.
jonathan berjalan keluar dan menemui darius yang masih setia menunggunya.
"gimana?"
"lagi istirahat,masih pusing kayaknya"
"bikinin apa kek buat ngurangin mualnya,teh apa jus gitu"
"aduh yus..gue nggak ngerti yang kayak begituan"
"hadeh...parah lo.bisanya bikin anak orang bunting doang"
setelah mengatakan itu darius bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dapur.dia membuka kulkas dan mengambil buah alpukat untuk dijadikan jus.
jonathan hanya melihatinya saja tanpa mau menolong sama sekali.
"gue bingung,gimana mau ngomong ke mami kalo sania hamil anak gue"
"ck...tinggal bilang aja,rempong amat"
"ngomong sih gampang,masalahnya sania nggak mau gue ajakin ketemu mami"
ya iyalah nggak mau,siapa juga yang pengen dimarahin ama tante maria.
"lo ditolak sania?"
hening,jonathan tidak menyangkal ataupun mengiyakan pertanyaan darius karena malu.dia malah mengalihkan pembicaraan dengan mempertanyakan jus yang dibuat oleh darius.
"lo yakin ini boleh dimakan sama ibu hamil?"
"boleh,udah sono temenin aja si sania"
"bikin yang enak ya,awas lo kalo sembarangan"
"ish..bawel"
BERSAMBUNG
__ADS_1
makasih yang udah sempetin baca,semoga kalian terhibur 😘😘