
"Ish, sayang awas dulu.Bintang belom pulas tidurnya" Ucap sania berbisik.Entah ke berapa kali suaminya itu mengajak sania untuk menemaninya bekerja.
"Ya udah, saya keluar dulu.Lama-lama disini malah nggak konsen"
Jonathan turun dari ranjang dengan wajah kesal lalu berjalan ke ruang kerjanya yang sekaligus terhubung dari kamar.Sania terkikik geli, siapa suruh ikut rebahan diranjang lalu tangan suaminya itu malah bergerilya ditubuh sania dan mengabaikan laptop yang tadinya sengaja dibawa kekamar.
Sania mengelus pipi gembil putranya dengan sayang.Yah wajahnya memang sangat mirip dengan jonathan dengan hidung bangir juga iris mata berwarna coklat muda.
"Anak mama yang anteng ya" Sebelum beranjak tadi sania sudah membacakan beberapa surat pendek dari al-qur'an dan juga do'a sebelum tidur.
Sania menyiapkan cemilan sekaligus jus kesukaan jonathan.Meskipun sering bekerja di malam hari,jonathan sangat jarang sekali meminum kopi.
"San, kapan Bintang mau dikasih adik?"
"Adik??" Sania naik ke pangkuan suaminya dan mulai menatap jonathan serius.Pikirannya berkecamuk,apakah dia bisa mengurus bintang saat adiknya lahir nanti? Putranya itu masih terlalu kecil dan masih butuh banyak perhatian,dia takut tak bisa berlaku adil pada kedua anaknya nanti.
"Iya, San.Kita pasti bisa urus sama-sama.Mau ya?" Jonathan seakan tau apa yang dipikirkan sania,hingga wanitanya itu terdiam.
Setelah bertanya seperti itu,jonathan tidak berkata apa-apa lagi karena sibuk memenuhi keinginannya,membuka kancing piyama yang dikenakan sania secara perlahan mencium aroma tubuh istrinya sambil mengecup mesra.Sania menatap jam di dinding,biasanya tiap pukul delapan malam,dia akan meminum pil untuk mencegah kehamilan.Tapi melihat jonathan yang begitu kuat keinginannya membuat sania luluh.
Kini mata mereka saling beradu, Sania tidak berkata apa-apa selain mendekatkan wajahnya dan mencium bibir jonathan lembut.Membuat jonathan tersenyum puas karena keinginannya disetujui sania.
*****
Beberapa minggu kemudian
__ADS_1
Jonathan menatap heran pada istrinya yang kini tengah memandikan Bintang.
Telinganya ini sedari tadi mendengar kata yang cukup asing,
"Kamu dari tadi ngomong sama siapa sih?"
"Bintang. Emang kenapa?"
"Aneh aja,kok dipanggil "Mas" ?"
Sania tersenyum penuh arti,berlalu meninggalkan suaminya diambang pintu sambil menggendong putranya.
Dia lalu membuka laci dimeja rias dan menyerahkan benda pipih ke tangan suaminya.
"Selamat ya, Sayang" Satu kecupan mendarat dipipi jonathan
Dia ikut duduk diranjang memperhatikan putranya yang tampak tenang saat didandani sang mama.
"Kamu hamil, San?"
"Iy....ah" Melihat wajah ibunya yang terkejut karena mendapat pelukan tiba-tiba membuat Bintang tertawa khas bayi.
"Sayang lepasin...malu diliatin Bintang tau" Bintang malah menutup kedua matanya dengan tangan membuat Jonathan dan Sania tertawa terbahak-bahak menggemaskan sekali.
"Uuh sayang. Anak Papa pinter banget si. Kamu seneng ya sebentar lagi ada temen. Hm?" Bintang makin tertawa geli karena Jonathan tak berhenti menciumi pipi gembulnya.
__ADS_1
"Udah beres, ayo kita sarapan dulu. Jangan sampai papa terlambat"
Sania menggendong Bintang dan meletakkannya di kursi khusus untuk bayi.Perkembangan anaknya itu cukup bagus, diusianya yang hampir menginjak satu tahun Bintang sedang senang-senangnya berjalan kesana kemari meskipun Sania masih harus memeganginya.
"Oh iya, gimana kalau nanti malam kita periksa ke dokter kandungan?"
"Ah sayang perhatian banget sih,sekalian belanja ya?"
"Mau beli apa? Jangan capek-capek, San"
"Beli keperluan Bintang aja kok. Boleh ya?"
"Ya udah"
Tak berselang lama Jonathan pamit untuk pergj bekerja.
Seperti biasa Sania sibuk menemani Bintang bermain.Rumah terasa sepi meskipun ada asisten rumah tangga yang membantu Sania mengerjakan semua pekerjaan dirumah sampai pukul lima sore.
Sania mengajak Bintang bermain di taman samping,membiarkannya duduk diatas hamparan rumput hijau.
"mamama" Ucap anak kecil itu sambil berusaha mencabut beberapa helai rumput dan memasukkannya ke dalam mulut.
"Jangan sayang,ini bukan makanan" Ucap sania lembut sambil membersihkan tangan Bintang dari rumput.
"Ini rumput, rum-put. Rumput itu makanan hewan" Sania mengajarkan berbagai hal pada anaknya walaupun Bintang masih cukup kecil,tapi sepertinya dia mengerti.
__ADS_1
"Maaf Bu,didepan ada tamu"
"Tamu?Siapa ya? Tolong jagain Bintang dulu ya ,Bi"