
tidak berapa lama kelas sore pun di mulai
seorang ustadz muda masuk ke dalam kelas dengan menundukkan pandangan nya ke bawah
Reina menatap kedatangan ustadz Farhan layak nya menatap idol K-Pop kesukaan nya
"ya Allah silau banget ,ciptaan mu"seru Reina pelan melihat sosok ustadz yg di sinari dengan cahaya matahari sore dari jendela
kelas pun dimulai ,semua murid langsung fokus memperhatikan penjelasan ustadz Farhan tentang hukum fikih karena jika mereka tidak mengerti maka tidak ada penjelasan ulang ,jadi mereka harus benar benar fokus di dalam pelajaran ustadz Farhan yg terkenal dengan alim di bidang fiqih
berbeda dengan yg lain Reina bukan memerhatikan materi yg di jelaskan , melainkan memerhatikan objek lukisan nya
Reina menatap lekat lekat wajah ustadz Farhan kemudian menggambar nya di buku tulis nya
"nomor 7!!"seru ustadz Farhan memanggil Reina dengan nomor meja nya dan sekarang ustadz Farhan sudah berada di samping meja Reina
"astaghfirullah!!"balas Reina tidak kalah kaget melihat sosok yg berada di samping nya
"serahkan buku tulis kamu!!"seru ustadz Farhan tegas
Reina yg seketika menjadi tontonan kelas langsung memberikan buku tulisan nya ,tangan nya bergetar ,Reina tahu dia pasti akan terkena masalah setelah ini dengan takut takut Reina memberikan buku tulis nya
__ADS_1
ustadz Farhan memandangi sekilas buku tulis Reina "bagus !! nanti kamu ikut saya ke ruangan saya " tegas ustadz farhan
kemudian ustadz Farhan berlalu pergi kembali ke meja nya
Reina tidak berani mengangkat wajah nya ,jangan tanya kenapa ,satu kelas memandang nya dengan sorotan yg ntahlah tidak bisa di jeleskan dengan kata kata
kelas berarkhir ..reina masih dengan posisi menundukkan kepalanya "Rei kami duluan yaaa,nanti kalau urusan nya udah kelar cari kami yaa!!"seru Jasmin dan hawa kwatir dengan nasib sahabat baru mereka
Reina hanya membalas dengan anggukan kepala
"Reina Mardhiah ikut saya !!" seru ustadz farhan dengan emosi yang di tahan
Reina melangkah kan kaki nya mengikuti ustad yg keluar dari pintu khusus ustad hanya berapa menit Reina sudah sampai di ruangan yg ia yakini adalah ruangan ustadz Farhan
"duduk !" seru ustadz Farhan
Reina pun dengan gerakan cepat langsung duduk di kursi yg berada di ruangan itu,"jangan sampai dia membuat masalah lagi " batin Reina
atmosfer di ruangan ini sangat rendah sehingga membuat Reina merinding
"brakkk" suara benturan dari buku yg dilemparkan ke meja yg berada di hadapan Reina
__ADS_1
"bagaimana kamu bisa !!!"seru ustad Farhan sambil mengurut pangkal hidungnya
"waktu saya ,saya gunakan untuk menyampaikan ilmu ,saya tidak mengulang penjelasan beberapa kali ,tapi kamu malah seenaknya membuang waktu kamu untuk ini!!"seru ustadz Farhan
Reina hanya bisa menunduk tidak berani mengangkat kepalanya sampai ustadzh Farhan selesai dengan nasehat nya
"kamu boleh kembali ,besok saya akan memberi hukuman tamabahan untuk kamu "terang ustadz Farhan
dengan tanpa basa basi Reina segera keluar dari ruangan itu ,dia merasa dada nya sesak jika terus terus berada dalam ruangan
"Reina kamu nggk papa"seru Jasmine kwatir
Reina menggeleng kan Kepalanya tanda dia tidak baik baik saja
"minum dulu Rei "seru hawa sambil memberikan segelas air
Reina meminum air yang diberikan oleh hawa
perkataan ustadz Farhan masih terngiang ngian di kepalanya
"apa aku kurang sungguh sungguh?"tanya Reina pada dirinya
__ADS_1
jgn lupa like ya my love ly reader