Ustadz And I

Ustadz And I
Pilihan


__ADS_3

"Tap tap tap " suara derap langkah kaki terdengar di penjuru ruangan


"Assalamualaikum." Suara salam terdengar saat pintu terbuka


Suasana yang kaku ini terasa lebih mencengkam ketika sosok pria memasuki ruangan ,semua mata tertuju padanya ,wajah nya yang datar menambah kecemasan bagi beberapa sosok pria duduk di ruangan itu .


" Waalaikumussalam ......Marhaban " sambut beberapa pria paruh baya menyambut kedatangan Farhan


Farhan hanya tersenyum tipis ia segera duduk di tempat nya ,di depan nya tepat ada empat orang pria berumur yang sudah menunggu nya tak lain adalah ,paman nya (pemilik pondok) ,tuan ridwan (kepala keamanan pondok pusat) tuan Abbas (kepala keamanan pondok putri tarbiyatul banaat )tuan aziz (sekretaris pondok ) mereka semua menunggu kedatangan Farhan tak lain membahas masalah yang menimpa Reina (istri Farhan)


" paman ada apa memanggil saya kemari ?" Tanya Farhan pada paman nya

__ADS_1


Jujur Ibrahim merasa takut saat tahu kabar menimpa istri Farhan ,takut Farhan akan merubah pilihan nya setelah apa yang menimpa istri nya ,jujur ia berharap banyak pada Farhan agar mau menggantikan posisi nya ...keponakan nya setuju akan menggantikan nya setelah menikah ,namun apakah ia masih mau menggantikan nya setelah semua in terjadi ?


Ibrahim menghela nafas "jadi apakah kamu masih bersedia ?" Tanya Ibrahim pada Farhan ,tapi respon Farhan membuat nya tak yakin


Farhan menatap wajah keriput paman nya "saya sudah berjanji ,dan dengan segenap usaha akan saya tunaikan paman " jawab Farhan bijak


Ibrahim tersenyum puas mendengar jawaban Farhan ,ia menatap ke arah para ketua keamanan ,kemudia menatap Farhan dan berkata" lalu apa yang akan kita lakukan ?" tanya Ibrahim sambil menatap mata Farhan serius


Farhan terdiam ,aliran darah nya mengalir lebih cepat ,dadanya bergemuruh kencang ,aura nya semakin menjadi seperti api yang di siram bensin ,matanya merah sempurna saat ia membaca satu persatu nama yang tertulis di kertas yang baru saja diberikan oleh tuan Abbas .


Farhan membalikkan lembaran kertas di tangan dengan kasar

__ADS_1


"Brukh " farhan melempar kuat lembaran kertas ke atas meja ,kemudian segera bangkit dari tempat duduk nya "maaf paman saya harus undur diri" ujarnya pamit dan segera berlalu meninggalkan ruangan


"Bagaimana ini Pak ?"tanya Aziz melihat kepergian Farhan


"Biarkan saja " ujar Ibrahim ia menatap kepergian Farhan dan tersenyum "ia sedang memutuskan nya " kata kata Ibrahim berhasil membuat tiga pria itu mengerti


"Bukan mudah memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan cinta "


Farhan berjalan cepat menuju parkiran ia mengeluarkan kunci mobil dan segera masuk ke dalam nya


,di dalam mobil Farhan terdiam mata nya menatap ke luar jendela ,bangunan kokoh dan besar yang mana akan menjadi tanggung jawab nya kedepan ,Farhan perlahan meletakkan tangan nya di dada nya "wahai hati tenang lah " ujar nya pelan ,benar... Amarah yang sekarang ia rasakan mampu membahayakan nya ,dengan pelan Farhan mengucapkan beberapa tasbih ,tahmid ,dan istigfar untuk meredakan emosi nya .....karna Allah SWT menyebutkan dalam Firman nya "ingatlah ,hanya dengan mengingat ku hati akan menjadi tentram"(Qs Ar-Rad[13]:28)

__ADS_1


Farhan memejamkan matanya terus menerus mengingat Allah ,perlahan bulir bening jatuh dari sudut mata nya yang tertutup ,Allah SWT telah memberikan nya amanah yang besar yaitu seorang wanita yang amat ia cintai ,yang telah menjadi istrinya dimana menjaga dan mencintai nya adalah tanggung jawab nya ,dan sebuah madrasah yang menjadi tanggung jawabnya untuk memimpin lembaga pendidikan generasi Islami itu ,jika mengikuti hawa nafsunya ingin rasanya ia memberikan hukuman seberat berat nya ,atau ingin saja ia mengeluarkan mereka yang telah melukai istri nya dari pondok tapi apakah begitu prilaku nya dimana ia juga mempunyai tanggung jawab sebagai pendidik generasi Islami ,membiarkan mereka dengan mengeluarkan mereka dari pondok dan berlepas tangan hanya karena ia ingin menghukum mereka .


ia tidak bisa membiarkan atau mengeluarkan orang orang yang masih tersesat dalam kemaksiatan nya hanya karena masalah pribadi ,membiarkan mereka berbuat seenak nya dimana ia mampu untuk menuntun mereka ke jalan yang baik , semua manusia punya kesempatan untuk menjadi lebih baik ,dan ia tidak mau masalah ini menghalangi mereka dari kesempatan itu ,tapi apakah istrinya akan setuju dengan pendapat nya .....?


__ADS_2