Ustadz And I

Ustadz And I
-


__ADS_3

reinaaa!!!!! teriak Jasmin tak percaya dalam hitungan berapa detik Reina sudah berada di bawah dengan kondisi tidak sadarkan diri


ustad zaid , ustadz farhan dan ustadz Hasan 3 orang yg menyaksikan kejadian itu dari luar pondok panik ketika suara teriakan terdengar


"ya Allah dia terjatuh " seru ustad Hasan kwatir


" tolonggg siapapun tolong " Jasmine berteriak dengan kecang dia tidak bisa mengangkat tubuh Reina yang berselimuti darah karna terkena kayu kayu di bawah pohon


"toloonngggg" seru Jasmine sekali lagi,Reina terus mengeluarkan darah segar dari sisi perut kanannya yg seperti nya sobek


"Farhan bagaimana ini?" tanya Zaid dan Hasan mendengar teriakkan minta tolong Jasmine berulang kali dengan suara orang menangis'


" apa pintu ini masih bisa di buka ?" tanya Zaid melihat pintu lama yg jarang di buka yg bisa menghubungkan luar pondok dengan taman terpencil tempat Reina dan Jasmine berada sekarang


" seperti nya aku ada kuncinya " seru ustadz farhan dan segera mencari di tas nya


teriakan Jasmine terdengar kembali "tolonggg siapa pun tolonggg" Jasmine terduduk lemas di depan Reina yg sudah tidak sadarkan diri ingin rasanya Jasmine membawa Reina tapi tidak bisa Jasmine tidak bisa melihat darah segar ,ketika melihat darah segar kaki nya akan mti rasa


sedangkan di tempat berbeda Ustadz Farhan dan ke dua ustadz sedang mencari kunci gerbang


" apa tidak ada orang di sana ? mengapa masih belum ada yg membantu " seru ustad Hasan cemas ,karna teriakan Jasmine yg melemah karena kehabisan suara tapi tetap meneriakkan walau teriakkan nya tak sebesar tadi


" ini dia " seru ustadz Farhan menemukan kunci pintu lama itu di tas nya dgn segera Farhan membuka pintu itu dan berlari ke arah asal suara


di susuli dengan ustadz Zaid dan Hasan


ustad Farhan berhenti ketika sampai di pohon apel besar


dengan pemandangan yg miris


"astagfirullah " seru ustad Zaid dan Hasan


Jasmine yg terduduk gemetar an menutupi luka di perut kanan Reina dengan kain yg di koyak an dari baju nya ,dgn sebisa nya walau darah tetap mengalir menjadi genangan darah di tanah


melihat ada yg datang Jasmine menoleh


"t,,tolong ustadz" dengan tangisan nya Jasmine mengucapkan kata kata itu berkali kali


ustad farhan yg melihat darah yang keluar semakin banyak segera mendekati tubuh Reina yg tidak sadarkan diri


dan ustad Zaid langsung menelpon pihak keamanan pondok untuk diberi izin membawa Reina yg terluka parah ke rumah sakit terdekat karna yakin badan kesehatan pondok tidak akan bisa menangani jika situasi nya sudah seperti ini


ustad Hasan langsung berlari keluar menuju parkiran mobil nya agar bisa membawa santri yg terluka itu secepatnya ke rumah sakit terdekat


dengan tanpa pikir panjang


ustad Farhan melepas sorban yg di pakai nya


dan segera membalut ke luka Reina setidak nya bisa menahan darah yg keluar


"tin tin tin " klakson mobil ustadz Hasan sudah di gerbang dengan cepat Farhan mengangkat tubuh Reina yg belumuran darah meletakkan ke kursi penumpang ditemani dengan Jasmine yg ikut serta


"Farhan rute mana ini " tanya Hasan melihat ada kendala di jalur menuju rumah sakit


"lawan aruss " titah ustad Farhan


sesekali melihat ke kursi belakang

__ADS_1


sorban nya tidak bisa menahan lebih lama lagi jika mengikuti jalur ke rumah sakit


mendengar ustad Farhan berkata seperti itu dengan cepat ustad Hasan membanting stir melawan arus .


sesampai nya dirumah sakit beberapa perawat sudah menunggu dengan cepat Reina di ambil alih oleh perawat rumah sakit dan segera membawa


ketika akan menyerahkan Reina ustad Farhan membuka kartu dan memperlihatkan nya pada salah satu perawat di sana


" khusus perempuan , pelayanan khusus perempuan" seru ustad farhan menjelaskan lebih lanjut kartu darurat ini biasanya di gunakan untuk mengantarkan santri putri pondok pesantren


agar mereka mendapatkan pelayanan khusus perempuan saja , fasilitas khusus dari pondok karna sudah berkerja sama dengan pihak rumah sakit


detik berganti menit , menit berganti jam


seorang dokter perempuan keluar dari ruangan setelah menjahit luka di perut Reina


" pasien mengalami pendarahan hebat dan sekarang kekurangan darah apa ada yg golongan darah A " tanya dokter tersebut kepada 3 orang itu


"A? " tanya ustadz Hasan sekali lagi


"ya A " jawab dokter dengan


"apa rumah sakit tidak mempunyai stok darah ?" tanya ustad farhan


" tidak ada stok darah A saat ini " ujar dokter itu


"apa ada ?" tanya dokter itu sekali lagi


"saya A " seru ustadz Farhan


tinggallah ustad Hasan dan Jasmine menunggu di luar ruangan


Jasmine yang masih terdiam ,bajunya sudah sobek sobek dan berwarna kn darah


melihat hal itu ustad Hasan berlalu pergi mencari baju untuk santri yg tidak tahu siapa


berapa lama kemudian ustad Hasan datan dengan 2 kantong


" ini ambillah ,bersihkan diri , Maghrib sudah mau dekat "seru ustadz Hasan dengan nada yg tak berteman , memberikan salah satu dari dua kantong plastik


Jasmine dengan cepat mengambil kantong itu dan segera mencari toilet tempatnya mengganti pakaian nya


ustadz Hasan sangat hebat dalam berbelanja , Jasmine mengakui nya saat di buka kantong itu isinya pakain dan alat mandi


beberapa lama kemudian ustadz Farhan telah selesai mendonorkan darah dan langsung pergi bersama ustadz Hasan ke masjid terdekat


Jasmine tidak ikut karena ia memutuskan untuk sholat di ruangan sahabat nya di rawat


beberapa jam berlalu Reina masih belum membuka mata nya


Jasmine sudah pulang ke pondok,,,di jemput oleh ustadz Zaid bersama dengan pihak pondok putri yg datang agak lambat


sekarang yg menemani Reina adalah kakak kakak dari bagian kesehatan pondok


ada 2 orang yg menjaganya


ustad farhan dan ustad Hasan juga sudah pulang dari tadi...

__ADS_1


Reina membuka mata nya perlahan


" dimana ini ?" saat melihat atap nya berbeda dari atap tempat tidur tingkat yg ada di asrama


"Alhamdulillah kamu sudah bangun dek " dua orang perempuan menghampiri Reina terlihat senyum an di wajah ke dua nya


Reina menatap lama ke dua orang itu ,"seragam nya, seragam bagian kesehatan apa mereka kk kk dari kesehatan ?" Reina masih berfikir sambil melihat seragam dua orang di depan nya sekarang ini


"ini diminum air nya "seru salah seorang kk kesehatan ...


"baik kk "dengan cepat Reina ingin mengubah posisi nya menjadi duduk ,"aww"keluh Reina saat merasakan bagian kanan perut nya terasa sangat nyeri


"pelan pelan. deek " tegur asma ,(nama salah satu dari dua kk kesehatan )


"iya kk "dengan perlahan Reina mengangkat tubuh nya dan kk asma meletakkan bantal di bawah nya sebagai senderan untuk Reina untuk memudahkan nya meminum air


di tempat yg berbe da


Farhan tidak bisa memejamkan matanya,sudah berapa kali dia mencoba tapi tetap tidak bisa


Farhan masih memikirkan nasib gadis yg tadi ditolong nya


"kurus sekali"seru Farhan ketika mengingat saat dia menggendong murid nya itu


"apa sekarang dia sudah sadar"


"apa sekarang aku harus menelfon"


seru Farhan saat ini


dia sudah mondar-mandir dari tadi


ntah mengapa fikiran nya hanya tertuju pada satu muridnya itu


masih terbayang jelas oleh farhan darah yg mengalir dari tubuh Reina yg terluka ,kembali lagi hari nya merasa sakit saat mengingat kejadian tadi


"Reina ..."Farhan kembali menyebut nama murid nya itu


ini tidak seperti biasanya...


biasanya dia tidak sekwatir ini saat ada santri yg sakit


tapi kenapa dengan santri yg sering terlambat dan santri langganan kena hukum darinya


dia bisa sekwatir ini


mungkin ini rasa bersalah karena janjinya untuk menjaga Reina pada Harits


"ia ini karna janji itu ,aku tak merasakan apa apa selain itu"seru Farhan meyakinkan dirinya sendiri


dengan tanpa pikir panjang lagi Farhan mengambil wudhu dan menderikan sholat Sunnah untuk menenangkan hatinya ini dan sekaligus memohon kesembuhan untuk santrinya itu


berapa menit kemudian


Farhan sudah berada di mobil.


dia ingin segera ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan muridnya itu

__ADS_1


__ADS_2