Ustadz And I

Ustadz And I
38


__ADS_3

Reina melangkah pelan di koridor pondok nya berjalan menuju ke arah kelas nya ,langkah nya pelan tak bertenaga ,semalaman ia tidak tidur brgadang menjaga jasmin , alhamdulillah sebelum subuh tiba demam jasmin sudah turun ,reina melangkah masuk ke kelas dan langsung duduk di meja nya ,badan nya terasa sangat lelah tapi dibandingkan semua itu ada hati yang hancur .


Reina meletakkan buku buku nya di atas meja nya ,sembari menunggu Reina meletakkan kepala nya di atas meja nya ,rasanya sekarang ia ingin pergi menjauh dari sini ,dari kisah perasaan cinta ini ,agar lebih mudah untuk nya menghilangkan rasa ini. Tanpa terasa bulir bening itu jatuh kembali dari pelupuk mata yg sudah memerah dari tadi


Tidak berapa lama kemudian....


"Klek. " suara pintu hijau terbuka ,semua santri mengucapkan salam kepada sosok yang tak lain adalah ustadz mereka


Farhan duduk di meja nya , di buka nya pelajaran dengan doa doa , selama pelajaran farhan merasa ada yang berbeda ,farhan merasa reina tidak melakukan hal biasanya yang selama ini ia lakukan yaitu menatapnya lama denga mata yang berbinar binar


"Apa reina sakit ?" Batin farhan bertanya


Reina masih menundukkan kepala nya ,memang harus nya seperti ini ,memang harus nya ia begini ,setidaknya perasaan ini tidak tumbuh se enak nya ,harus nya ia lebih sadar akan dirinya ,dirinya yang tanpa sengaja sudah jatuh hati pada sosok pria yang tak lain adalah ustadz nya sendiri .sosok pria yang menjadi dambaan hati sahabatnya sendiri sejak bertahun tahun yang lalu . Dan dengan tampa alasan sosok pria itu juga yang bisa membuatnya merasakan semua kesakitan ini ,sakit karna jatuh cinta ,benar ia sudah terlalu jatuh untuk pria ini .pria yang seharus nya tidak ia cinta .


"Tes" air mata reina jatuh kembali ,"sesakit ini kah cinta? Sepedih ini kah ?" Batin reina bertanya ,saat ia sadar akan rasa ini saat itulah ia harus menjauh karna sebuah rahasia indah milik sahabatnya menjadi kenyataan yang menyakitkan baginya yang haris ia tutupi dengan senyuman ,seakan akan kenyataan ini adalah kenyataan yang indah baginya


"Waalaikumussalam wr.wb." Tutup farhan menutup kelas nya ,ada perasaan yang kurang dari hari biasa nya dimana ia akan tersenyum ketika mengingat kelakuan santrinya yang tak lain adalah reina .tapi sekarang ia tidak melihat reina seperti biasa nya "apa iapunya masalah ?" Batin farhan bertanya-tanya


Setelah kelas ditutup reina berjalan ke arah uks ,karna sekarang sahabat nya sedang memerlukan nya


Sesampainya di uks ,reina langsung tersenyum ceria ,"assalamualaikum beatiful princess ini pesanan nya." Sahut reina menunjukkan satu plastik besar titipan jasmin pagi tadi


"Lama banget sihh " sahut jasmin dengan nada merajuk nya


"Sorry ," ucap reina sambil membukakan makanan yang ia bawa dari dapur umum


"Nggak pakai cabe " ujar jasmin dengan wajah pucat nya


"Ok bu " sahut reina segera menyuapkan sahabat nya itu dengan makanan yang ia bawa


"Hawa mana ?" Tanya jasmin di tengah makan


"Hawa ada urusan katanya ,tapi katanya kalau udah siap dia langsung kesini ,makan cepatan jas ! Kita habiskan ini sebelum hawa datang," ucap reina sambil tersenyum menggoda sahabat nya


" ini udah cepat kali" seru jasmin membela dirinya ,ia juga ingin menghabiskan semua cake yang reina bawa untuk nya sebelum hawa datang ,ia sudah lama tidak melihat hawa marah


Reina menghabiskan waktu nya menemani jasmin di uks ,sebelum demam jasmin sembuh total ,karena demam seperti jasmin ini bisa naik kapan saja

__ADS_1


Hingga akhirnya malam pun tiba ,reina memejamkan matanya sudah 2 hari ia tidak tidur , setidak nya ia harus tidur sebelum besok ia harus masuk kelas lagi


Kebesokan harinya ……


Reina berjalan menuju kelas nya bersama dengan hawa di samping nya ,jasmin masih istirahat walaupun sekarang sudah di pindah ke asrama ,tapi jasmin belum bisa masuk kelas


"Rei besok siap- siap ya ,kan udah mau akhir tahun ini ,siapkan mental kuat kuat yaa " sahut hawa dengan tersenyum


" apa hubungan nya waa , besok sama aku ? Ngapain harus persiapan mental segela ? Besok itu ya sama- sama aja kayak sekarang belajar ,belajar ,belajar",omel reina tidak mengerti


Mendengar omelan reina ,hawa tertawa , "ya tunggu aja besok " sahut hawa dengan tersenyum


"Emang ada apa sihh waa ?" Tanya reina dengan nada kepo padahal sama sekali ia tidak tertarik ,karna mulai hari ini dan seterus nya adalah hari di mana ia harus belajar megikhlaskan seseorang dan ia sama sekali tidak tahu apakah ia akan kuat bertahan untuk 3 thn lagi


"Tunggu besok rei " seru hawa menggadeng reina berjalan ke kelas


" yaah "jawab reina dengan nada pasrah


Reina sudah di kelas ,pelajaran sudah di mulai ,ustadz farhan juga sudah selesai menerangkan , reina menundukkan kepalanya selama pelajaran ia sama sekali tidak mengangkat kepala nya ,walaupun lehernya sudah pegal karna terlalu lama menunduk ,reina masih tidak mengangkat kepalanya "ada rasa yang harus ia kubur " ,"ada sahabat yang harus ia jaga " batin reina mencoba bersabar bertahan di posisi nya


Sedangkan di depan nya seorang pria menatap ke arah nya dengang tatapan penuh tanda tanya .farhan mengusap muka nya di tengah tengah jam pelajaran .


Jam silih berganti ,reina sudah selesai dengan semua kegiatan yang ada sekarang sudah waktunya untuk tidur .karna ia besok haru bangun pagi ,hari ini terasa sangat berat bagi reina ,hari dimana ia harus menjauh ,"aku akan baik baik saja ,mungkin ini karna belum terbiasa. " seru reina mencoba menghibur dirinya ,bukan mudah baginya untuk merubah kebiasaan selama ini ia lakukan , kebiasaan nya saat menunguu ustadz datang ,saat menatap ustadz yg sedang mengajar ,dan kebiasaan nya yang selalau terpesona dengan sosok yang sama


Reina membaca doa ,ia harus tidur sebelum ia menangis lagi seperti malam kemarin


Pagi hari tiba ,hari ini hari libur para santri dari program yang biasanya mereka lakukakan .


Di taman utama pondok terlihat reina yang sedang menikmati pagi ditemani sapu dan juga tong sampah besar tak berlangsung lama kegiatan menyapunya di hentikan saat ada panggilan langsung yang disiarkan langsung dari para kk bagian keamanan memanggil namanya ,karna ada tamu yang menunggu nya


Awalnya ia tak percaya di hari biasa ini siapa yang akan mengunjungi nya ,tapi karna panggilan yang disiarkan berkali kali itu membuat reina harus meninggalkan kegiatan nya dan berjalan ke arah ruangan yang khusus di gunakan untuk santri jika ingin bertemu tamu yang mengunjungi nya


Reina merapikan bajunya dan juga memasang cadar dan rompi nya dan segera masuk ke ruangan tersebut ,ketika masuk ,betapa terkejutnya reina saat melihat dua sosok laki laki yang ia rindukan ada di depan nya


"Abi ! Mas Harits !" Seru Reina tak percaya


"Assalamualaikum nak " ujar abi Reina dengan pelan

__ADS_1


Reina segera menjawab salam abinya, mencium tangan abinya dan memeluk abinya walaupun ia masih tidak mengerti alasan abinya mengirim nya kesini ,reina tidak bisa mempungkiri nya ,ia sangat rindu abinya ,di balik sosok yang tegas ini ada sosok abi yang sempurna bagi reina


Dan tak lupa dengan mas nya ini ,reina hanya mencium tangan mas nya karna dia tidak terlalu rindu dengan mas nya ,mengingat sudah beberapa kali ia vc dengan mas nya sewaktu liburan


"Yuk siap- siap nduk !abi udah izin sama pihak pondok " ,sahut abi pelan


"Kemana bi?" Tanya reina penasaran , karna ia tahu hanya abi dan abang nya saja yang datang ke sini ,keluarganya yang lain tidak ikut


"Udah ikut aja dek, jangan banyak tanya "sahut harits meledek reina


"Iya iya mas" jawab reina kesal


Akhirnya selama 30 menit ,mobil yang ditumpangi reina berhenti di sebuah villa yang di tempati mas nya dan abinya saat berada di sini


"Ngapain kita ke sini mas?" Tanya reina pada mas nya


"Kamu akan tahu kok " sahut Harits mengusap pelan kepala reina


Mendengar jawaban Harits ,reina hanya mengangguk tanda mengerti


Setelah masuk ke villa itu ,reina di panggil abinya"sini nak"


Dengan cepat reina duduk di samping abinya "ada apa abi?" Tanya reina


"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu ,ingin berbicara padamu ,seorang pemuda orang nya baik ,dia sudah menyampaikan niat nya pada abi untuk melamar kamu dari lama ,tapi baru sekarang abi memberitahu padamu nak ,keputusan ada di tangan kamu ,jika kamu menyetujui nya abi akan nikahkan kamu setelah kamu lulus dari pondok ,jika kamu tidak setuju abi tidak akan memaksamu " ujar abi pelan


Reina terdiam mendengar kata kata abinya " apa ada yang ingin melamr nya?" Batin reina bertanya tak percaya


"Dia sudah menunggu mu di ruangan itu ,kalian bertemulah ,manatau kamu menerima nya" sahut abi pelan


Dengan ragu ragu dan juga takut reina melangkah ke ruangan yang di tunjuk abi nya ,reina menoleh ke mas harits ,Mas harits tersenyum meyakinkan nya


"Klek " reina membuka pintu ,sekilas ia melihat sosok laki laki sedang duduk bersila di ruangan itu


Dengan menundukkan kepalanya reina berjalan dan duduk tak jauh dari hadapan pria itu ,jantung nya serasa mau copot karna terlalu gugup reina duduk menundukkan kepalanya ,tak berani menatap siapa gerangan nya orang yang di hadapan nya ini


"Assalamualaikum wr .wb ,bismillahirahmanirrahim dengan nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang ,saya hamba allah Muhammad Farhan al Faruqi ingin melamar Reina mardhiah binti Saad Al Ghazali untuk menjadi pasangan hidup saya lillah karna Allah ta'ala "

__ADS_1


"DEG!!" Reina mengangkat kepalanya tepat setelah kata kata itu selesai di ucap kan


__ADS_2