Ustadz And I

Ustadz And I
48


__ADS_3

Setelah berapa lama farhan akhirnya sampai di Bassment setelah lama berputar putar di mall mencari pintu yang ia masuki pertama kali ,karna jika ia keluar dari pintu lain ,ia tidak tahu jika harus bertanya pada orang Indonesia ,karna bahasa Indonesia nya masih belum terlalu fasih .


Farhan berjalan pelan ke arah mobil harits berada .ketika hendak membuka pintu mobil ,terdengar suara seseorang memanggil nya dari belakang


"Ustadz Farhan ?!!" Seru reina tidak percaya dengan kehadiran ustadz nya di sini ,bukankah ustadz di africa? Mengapa ada di sini?


Farhan membalikkan badan nya ,terlihat jelas di matanya reina tampak terkejut dengan kehadiran nya


"Ohh reina ,Assalamualaikum " ujar Farhan dengan pelan ,karna mood nya benar-benar berantakan .ia sedang patah hati.


"Waalaikumussalam "jawab reina secara bersamaan dengan laki laki di samping nya .


"Kalau gitu saya pergi dulu ,saya ada urusan " ujar Farha terlihat jelas farhan sedang berusaha menghindar dari dua manusia di depan nya ini


"Silakan ustadz " jawab reina pelan ,ya tentu saja jawaban reina sangat jauh dari apa yang farhan harapkan .


"Tunggu ,ini untuk kamu ,bukan nya kamu ustadz reina kan? Jadi silakan datang " pemuda di samping reina tampak memberikan selembar undangan Walimah


Farhan terdiam sejenak menatap undangan bernuansa clasik itu,dengan pelan farhan menerima nya dari tangan pemuda di depan nya .


"Kalau begitu ,Kami duluan ustadz " pamit laki laki itu setelah memberikan undangan itu ke tangan Farhan

__ADS_1


Farhan masih terdiam di tempat menatap undangan yang berada di tangan nya yang berinisial A&R ,hati nya hancur ,sudah sampai sejauh ini ,sudah terlambat baginya untuk membatalkan pernikahan ini ,sudah terlambat untuk nya untuk berusaha memiliki reina ,dan secara terpaksa dia harus berhenti ,berhenti untuk berharap akan perempuan yang bernama Reina ,sosok perempuan yang sudah ia tunggu selama ini .


Farhan mengangkat kepalanya terlihat reina belum terlalu jauh dari pandangan nya .


"Reina !" Panggil farhan pelan tapi masih bisa di dengar oleh reina .


Reina membalikkan badan nya mendengar nama nya di panggil


"Semoga kamu bahagia ,sakinah, mawaddah, warahmah " ujar farhan sambil mengenggam erat undangan di tangan nya ,setidak nya ia bisa mengatakan ini sebelum ia pergi .


Reina tampak terdiam sebentar ,sambil menatap laki laki di samping nya dengan tatapan penuh tanda tanya .


"pfft pfftttt Bwahahahha" tawa pemuda di samping reina pecah seketika


"Ustadz jika ingin menyampaikan itu ,sampaikan pada pengantin nya jangan sama reina ,masih muda loh ini ustadz" ujar pemuda itu tidak berhenti tersenyum


"Bukan kah saya sudah mengatakan nyan pada pengantin nya " jawab Farhan yang masih tidak mengerti kenapa dua orang di depan nya ini tertawa ,padahal ia sangat serius mengatakan nya .


"Ustadz silahkan di buka dulu undangan nya di lihat dengan baik baik " ujar pemuda di samping reina sambil tertawa pelan melihat wajah farhan yang masih kebingungan


"Rei" pemuda di samping reina menyenggol reina ,reina masih mengedipkan matanya agar segera pergi di sini ,karna ia sudah tidak sanggup lagi .

__ADS_1


Farhan membuka undangan yang di sampul oleh plastik Mika bening ,dibuka nya undangan yang berbentuk seperti lembaran buku


"Ahmad Ghazali & Raisa aliana " Farhan membaca perlahan nama yang tertera,farhan mengerutkan kening nya menatap heran ke arah Reina di depan nya .


"Kenapa ustadz ,masih belum mengerti?" Tanya pemuda di samping reina menatap Farhan yang masih mengerutkan kening nya pertanda ia masih tidak mengerti .


"Apa maksud nya ?" Tanya Farhan jujur .


"Hahaha,jadi sebenarnya itu undangan nikah Raisa ,kakak nya Reina ,bukan reina ustadz" ujar pemuda di depan farhan


Farhan terdiam beberapa saat ,masih mencerna apa yang barusan ia dengar


"Jadi yang Walimah ini bukan Reina ?" Tanya farhan sekali lagi .


"Iya ustadz " ujar Reina sambil mengangguk pelan ,ia benar benar malu ,tadi pagi ia sudah berusaha menolak sebisa mungkin untuk mengambil gaun pesanan Mbak Raisa tapi mbak nya merayu nya terus menerus sehingga ia tidak bisa menolak permintaan mbak nya .


"Jadi kamu pulang ke Indo karna kakak kamu nikah bukan kamu yang nikah ?" Tanya farhan tak percaya ,ia tidak bisa menggambarkan betapa bahagia nya ,seakan akan Allah masih memberinya kesempatan untuk terus berjuang ,ia masih belum terlambat "ya Allah Terimakasih Terimakasih banyak"batin Farhan berkali kali


"Iya ustadz bukan reina "jawab pemuda di samping reina dengan yakin


"Jadi kamu siapa ?"tanya farhan pada pemuda di depan nya

__ADS_1


"Ini mas Arya ustadz ,sepupu saya"jawab reina pelan


__ADS_2