Ustadz And I

Ustadz And I
-


__ADS_3

Reina masih menutupi dirinya dengan buku sampai belajar ber akhir


Reina ingat dia masih ada hukuman jadi dia masih harus tinggal di kelas


" periksa lembar jawaban " adalah hukuman Reina setiap hari


di meja ustadz telah tersedia satu tumpukan kertas lembar jawaban berserta kuncinya


Reina berjalan dengan penuh hati hati ,tanpa basa basi Reina segera mengambil tumpukan itu dan segera kembali ke mejanya


menit berlalu ......


sekarang sudah 30 menit berlalu Reina juga sudah siap memeriksa lembar jawaban nya , ingin rasanya ia segera berlari ke perpus untuk menyelesaikan risalah nya ,karna lomba sebentar lagi


"huh" eluh Reina "dia benar benar tidak yakin akan lomba itu ,tapi tidak ada yg mustahil kan "Reina mencoba menenangkan dirinya menghapus rasa pesimis nya


"tinggal 3 hari lagi, pengumpulan lombanya " Reina meletakkan kepalanya di atas buku-buku nya


pemandangan itu tak luput dari perhatian Farhan


ada rasa ingin membantu Reina dalam menyelesaikan risalah ,tapi ini hanya sebatas keinginan tidak mungkin untuk Farhan karena itu sama saja tidak adil untuk yg lain


malam pun tiba


(di Rumah Farhan )


Farhan duduk di sofa kamar nya


menatap langit langit kamar nya ,ntah mengapa Farhan sudah tidak sabar lagi untuk menjadikan Reina sebagai istri nya ,tapi apakah ia yang akan di pilih Reina untuk menjadi suami nya


karena semua keputusan ada di tangan Reina ,


"klek " pintu kamar Farhan terbuka nampak seorang ibu paruh baya masuk ke kamar Farhan


tapi Farhan masih belum menyadarkan nya


" bang!" ujar sang ibu paruh baya


"eh ma ,kenapa ma ?ada yg perlu Abang bantu ?"tanya Farhan langsung bangkit dari posisinya


" enggak ,gak ada yg perlu Abang bantu ,Abang kenapa melamun tadi "tanya sang ibu


"hehheh"Farhan tersenyum malu


"ohh mama tau ,kamu pasti kefikiran calon menantu mama kn!"tebak sang ibu

__ADS_1


"hmm iya ma"jawab Farhan Malu


"kenapa ?apa ada sesuatu terjadi ?"tanya sang ibu


" hmm sebenernya ma , Farhan tu ma,ingin jadikan Reina istri Farhan secepatnya ma" sahut Farhan dengan hati hati , sejujurnya Farhan agak malu mengatakannya ,tapi kan mama nya sudah mengetahui tentang perasaan nya sejak lama


"sama dong ,mama juga mau Reina jadi menantu mama secepatnya ,yaa tapi bang jangan terburu buru "jawab sang ibu


"iya maa, Abang tau ,Reina belum selesai pondok nya "sahut Farhan mengingat kenyataan


"Abang harus sabar ,Abang tau, sewaktu Reina di rumah sakit ,mama berkali kali mengunjungi nya ,dan mama sama Reina sudah akrab ,mama tau keinginan Reina untuk menyelesaikan pendidikannya "sahut sang ibu mulai bercerita


"maa ,kalau ternyata Reina gak mau Abang jadi suami nya kyk mana?,"sahut Farhan mengucapkan hal yang dia bahkan sama sekali tidak ingin hal itu terjadi


"bangg kalau Reina itu jodoh Abang ,pasti Allah mudahkan "sahut sang ibu menepuk pelan punggung tangan anak sulung nya


"doain Abang ya maa"sahut Farhan ,walau bagaimanapun Farhan tau doa orang tua adalah hal yg paling penting dalam semua ini


"insyaallah akan mama doakan anak mama yg ganteng ini akan berjodoh dengan Reina "sahut sang ibu


" makasih ma"


(di tempat lain )


"hatchuuuu" Reina sudah beberapa kali bersin malam ini


"nggak boleh suudzhon" sahut Jasmine lagi


Sekarang mereka ber 3 masih diperputakaan


mereka sudah dapat izin untuk menghabiskan malam di perpustakaan dengan alasan menyelesaikan risalah mereka ،dan tentu nya mereka diizinkan .


jam terus berganti sekarang sudah pukul 1 malam


,Reina menyerup kopi panas nya yg baru di buatnya untuk membuat nya terjaga


"aku mau tanya sama kalian di antara 3 ustadz yg mana yg paling kalian suka " tanya Jasmine sambil meminum kopinya


" siapa ke 3 nya " tanya hawa yg mulai tertarik dengan arah pembicaraan , sekaligus istirahat tangan nya sudah kram karna menulis terlalu lama


"ustadz Zaid ,ustadz Farhan,ustadz Hasan " seru Jasmine heboh


"hmm kalau aku ya ,diantara 3 ustadz itu suka nya ustadz zaid" jawab Reina jujur


"kalau kamu hawa" tanya Reina

__ADS_1


" aku sih diantara ke 3 itu suka ustadz Hasan dan ustadz Zaid ,kalau kamu jasmin " tanya hawa


"iya ,kalau kamu siapa Jasmin ?" tanya Reina


" kalau aku sihh ke 3 nya " jawab Jasmin yakin


Reina meneloh ke arah hawa dan begitu juga dengan hawa


"BBwhahahhahaaha"tawa mereka pecah melihat keyakinan jasmin


"mantap kamu jasmin" sahut Reina sambil mengacungkan dua jempol nya


"eh ya Reina kenapa kamu GK suka sama ustadz farhan dan ustadz Hasan ?"tanya Jasmin balik


"yaa menurut aku ustadz Farhan terlalu galak dan ustadz Hasan aku GK tau kyk mana orang nya"sahut Reina enteng


"ntar kalau diantaranya kita ada yg nikah sama ustadz kyk mana !!" sahut jasmin heboh


"ya kalau aku sihh boleh boleh aja asal bukan ustadz farhan "sahut Reina sambil meminum kembali kopi nya


"jangan gitu reina , siapa tahu nanti jodoh kamu ustadz farhan "sahut hawa


Jasmin pun mengangguk setuju dengan hawa


"nggak ,nggak pokok nya " Reina seakan akan mencoba menghapus kan khayalan nya jika ia menikah dengan ustadzh


mereka ber 3 pun melanjutkan belajar nya


kelas pagi ,....


Reina sudah di kelas ntah mengapa kepalanya terasa berat ...


"gini nihh kalau bergadang "ujar Reina sambil memegangi kepalanya


" kamu GK apa Reina ?" tanya Balqis , seorang santri yg duduk tidak jauh dari Reina


Reina menggeleng , menjawab pertanyaan Balqis bahwa ia sedang tidak baik baik saja .


"ya Allah ,kamu istirahat gihh di UKS ,aku yg akan tuliskan izin untuk absen mu " sahut Balqis menawarkan


Reina setuju dengan tawaran Balqis ,tidak mungkin juga baginya untuk belajar dengan kondisi kepalanya yg pusing sekali


"tolong yaa,aku izin " sahut Reina sambil berjalan pergi ke luar kelas


dilorong menuju UKS Reina hanya bisa berjalan pelan pandangan nya berputar putar dan Reina hanya bisa berjalan dengan satu tgn nya memegangi dinding lorong agar ia tidak terjatuh

__ADS_1


"bukk " Reina menabrak seseorang dan tiba tiba pandangan nya gelap


__ADS_2