Ustadz And I

Ustadz And I
36


__ADS_3

di sebuah ruangan tampak seorang laki laki sedang memakai sorban putih ,nampak dirinya sedang bersiap-siap untuk pergi,tapi kegiatan nya berhenti saat terdengar suara hp nya berbunyi


"tringgg"hp nya berbunyi ,dengan tersenyum ia menerima panggilan dari seseorang yang ia kenali


"jadi gimana ?" tanya seseorang dari sebrang telfon setelah mengucapkan salam


"akhir tahun ini insyaallah ",jawab pria itu sambil tersenyum


"Alhamdulillah , selamat yaa" , ujar penelfon yang terdengar ikut senang mendengar kabar yang juga dinanti nya


"jazakallah " sahut pria itu dengan tersenyum lebar


"kapan ke sini?" tanya nya lagi


"insyaallah 1 bulan lagi " jawab penelfon


"setelah itu kamu akan pergi bukan?" tanya penelfon memastikan


"insyaallah iya",jawab pria itu


terlihat senyum di wajah nya berubah , ketika mengingat ia akan pergi sebentar lagi


beberapa lama kemudian panggilan berakhir ,pria itu yg bukan lain adalah ustadz Farhan menatap lurus ke depan , rasanya tidak ingin ia pergi ,tapi apa yg bisa ia buat ,ia harus mengambil gelar doktor hadits ke Mekkah berapa bulan lagi , Karena guru besar nya sangat mengharapkan nya untuk mendapatkan gelar itu ,Farhan tidak mungkin menolak apa yang sudah guru nya persiapkan untuk nya ,baginya gurunya adalah sosok berjasa di kehidupan nya ,


dan Farhan harus pergi beberapa bulan dari sekarang untuk 2 tahun mendatang


Farhan tersenyum ketika dengan bersamaan ia mengingat bahwa sebentar lagi ia akan menghadapi hari hari yang paling di tunggu nya

__ADS_1


Farhan tersenyum,tapi kemudian dia tersadar mengapa ia masih di sini ? Farhan melihat arloji nya


"insyaallah ia akan terlambat"batin Farhan yakin ketika melihat arloji nya menunjukkan pukul berapa


Di pondok


Reina yang sudah duduk di meja nya menunggu sang ustadz datang ,sedang melamun masih memikirkan kata kata hawa yang sangat mengena baginya


"tingkatkan kualitas diri " batin Reina mengulang kata-kata hawa


Reina menyandarkan kepalanya ke mejanya


"apa aku suka yaa,sama ustadz yaa?" batin Reina bertanya pada dirinya sendiri , karena sampai sekarang ia masih bete ketika mengingat berita ustadz farhan melamar kk Fatima ,kk senior nya


"bukanya kamu suka sama ustadz Zaid ,kan ustadz Zaid yang memberikan surat di tisu itu?" batin Reina kembali bertanya pada dirinya


Reina masih terus di posisi nya sampai tidak sadar seseorang pria sudah duduk di meja depan Reina


,Reina tersadar ketika suara salam dari para santri menggema di seluruh penjuru kelas membuat nya harus mengangkat kepalanya ,dan betapa terkejutnya ia saat melihat ustadz sudah duduk di mejanya


Farhan memulai pelajaran nya ,kelas berlangsung , seperti biasa santri santri menyimak penjelasan dari ustadz muda mereka termasuk Reina ,Reina menatap ustadz yang sedang menerangkan di depan tapi pikiran nya melayang jauh ,


Farhan membalikkan badannya setelah selesai menerangkan dan juga sudah memberi pertanyaan untuk para santri nya


Farhan mengangkat pandangan nya karna ia merasa ada sesuatu yang tidak beres


dan benar saja ,ketika ia mengangkat kepalanya ,Reina masih tetap posisi seperti 30 menit yang lalu ,masih menatap ke arah papan tulis dengan tangan nya yang menjadi tumpuan wajah nya

__ADS_1


"no 7" panggil Farhan dengan keras ,membuat para santri yang sibuk mengerjakan tugas berhenti dari kegiatan mereka dan langsung menatap ke arah yang dimaksud ustadz


Reina tersadar ,saat panggilan ustadz masuk ke dalam Indra pendengaran nya segera menunduk kan pandangan nya


setengah jam kemudian pelajaran berakhir dan Reina juga sudah menyelesaikan memeriksa jawaban ,ustadz juga sudah dari kelas ,


Reina berjalan ke asrama ,ia ingin tidur sebentar ,karena tadi malam ia kurang tidur karna masih memikirkan tentang ustadz


sedangkan Jasmin sekarang ia terduduk di ayunan menatap lembaran kertas di tangan nya


tertulis rapi di kertas itu pertanyaan nya berserta jawaban misterius yang tidak tahu siapa yang membuat nya


"kalau pilihan harus diminta tangung jawab nya , apakah pantas aku melakukan nya untuk cinta ?"


..."cinta tak dosa"...


Jasmin menatap jawaban singkat dengan sejuta arti itu ,air mata nya menetes perlahan ,


"aku sudah sangat lama memendam perasaan ,sudah sangat lama menyukai seseorang ,sudah sangat lama……,dan sekarang aku harus menerima berita dia akan melamar seseorang ,aku dulu selalu mencari alasan agar bisa bertemu dengan nya ,kemana pun itu ,aku selalu menunggu kehadirannya ,menunggu nya , menunggu perasaan ini berbalas ,sudah sangat lama……sangat lama…aku tersenyum berharap itu adalah palsu ,aku tertawa membohongi diri ku sendiri , perasaan ini terus berkembang walaupun tidak terbalas ,tapi kenapa……" Jasmin mengucapkan seluruh perasaan nya


"cinta tidak dosa ,tapi kenapa sesakit ini " Jasmin menatap lembaran kertas di pegang nya


"aku tak suka siapapun , tentang kandidat jodoh jodoh ku aku berbohong ,agar perasaan ini bisa terjaga ,aku bohong aku suka aku hanya menyukai dia …" seru Jasmin terisak Isak


"Jasmin ?" seru seseorang dari belakang


Jasmin membalikan badannya "Reina !"

__ADS_1


__ADS_2