Ustadz And I

Ustadz And I
Cemburu part 2


__ADS_3

"Kenapa di buang mas ?"tanya Reina lagi


"Dari siapa ?" Tanya Farhan masih dengan muka merah padam


"Dari Hmm ,tadi mas Fuad kasih mas" jawab Reina jujur .


"Fuad siapa ?" Tanya Farhan masih menahan emosinya .


"Itu mas dulu kenal ,sewaktu belum masuk pondok ,kenal dari kecil mas" jawab reina jujur ,tapi satu pertanya yang terlintas di Fikiran nya "ada apa dengan suaminya ?apakah masih mual ?kenapa seperti sedang marah ?" Batin Reina tidak berhenti bertanya .


Hingga akhirnya Reina menghidupkan senter di hp nya agar ia bisa melihat ,apa wajah suami nya pucat lagi?


"Mas !"panggil Reina .


Sontak Farhan menoleh ,dengan cepat Reina menahan wajah Farhan agar terus menatap nya ..


"Mas kepanasan yaa? Kok mukanya merah gini?" Tanya Reina pada Farhan .


"Gak " ujar farhan segera berdiri dan dengan sengaja ia menginjak satu bungkus permen kapas yang di buang nya .


"Trus kenapa ?" Tanya Reina berjalan mengekor di belakang suaminya


"Bukkk" Reina berhenti ia menabrak punggung suami nya


"Mas kenapa berhenti kan parkiran nya di sana !"omel reina sambil memegangi kepalanya yang sakit .


"Loh mas !" Ujar Rina saat ternyata mas Farhan nya berhenti di salah satu penjual permen kapas .


"Mas mau beli yaa....?"tanya Reina yang masih dijawab diam oleh suaminya .


Farhan tampak mengeluarkan beberapa lembar uang seratusan dan menyerahkan kepada penjual permen kapas ,"loh mas ?mas beli berapa ?" Tanya Reina syok saat melihat tukang gula kapas nya menyerahkan seluruh dagangan nya ke pada mas Farhan .


"Pegang " ujar farhan sambil menyerahkan sebagian permen kapas yang ia beli pada Reina.


"Mas kok beli banyak sih ?mas suka yaa?tapi gak sebanyak ini juga "ujar Reina kesal .


"Untuk kamu semuanya "ujar Farhan berbisik di telinga Reina.


"Untuk Rei mas?" Ulang Reina tidak percaya .


"Ganti yang tadi ,mas ngasih nya lebih banyak dari si Fuad "ujar Farhan pelan .


"Kok ? Mas jadi mas? Bwahahahahahah" tawa Reina lepas ,ternyata ustadz nya ini sedang cemburu ,hanya karena permen kapas ."ha hahahha" Reina tak berhenti tertawa .


Sedangkan Farhan hanya berjalan pelan mengikuti istrinya yang sedang tertawa ,tanpa ada niat ikut tertawa ,mood nya benar benar buruk sekarang

__ADS_1


"Mas sini deh "Reina memanggil Farhan untuk mendekat ,Farhan menundukkan kepalanya menyamakan diri nya dengan Reina .


Reina meletakkan belanjaan nya sebentar kemudian ia membelai lembut wajah suaminya yang masih berwarna merah ,reina masih membelai lembut rahang keras farhan sambil menatap dalam mata Farhan "dengarin baik baik yaaa" ..Farhan mengangguk pelan,Reina mendekatkan wajah nya ke wajah farhan ,"I am yours baby ,im your wife now ,tomorrow,and forever and i love you "bisik Reina lembut di depan wajah farhan,sambil menatap dalam mata suaminya


"Cup "Reina mencium kening Farhan lama...


Waktu serasa berhenti


Dunia seakan sunyi


Hanya detak jantung sebagai irama yang menghiasi


Ini pengakuan tulus Dari hati ke hati


Antara aku dan kamu Dalam ikatan halal ini


Semoga Allah memberkati dan merahmati Hubungan ini .....


Reina membuka matanya ,perlahan ia menjauhkan wajah nya dari sang suami ,menyadari hal itu Farhan membuka mata nya perlahan menatap penuh cinta pada sang istri ..mengambil tangan nya dan menggenggam erat tangan mungil itu ,dan mendekatkan mulut nya ke telinga Reina lalu berbisik....


..."أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُ"...


Kemudian Farhan memeluk Reina lama ......


Waktu berlalu ,sekarang Reina sedang membersihkan diri di kamar mandi ,sedangkan Farhan sudah selesai dari tadi dan sedang duduk menyandarkan punggung nya di sandaran kasur menunggu istri nya , bayangan sekilas tentang bagaimana tadi ia mendengarkan Reina mengungkapkan cinta padanya ...pipi nya memerah kembali saat mengingat kejadian itu


Dengan langkah malas ,Farhan beranjak turun dari kasur dan mengambil Hp nya di atas meja belajar .


"Assalamualaikum "ujar Farhan mengawali panggilan .


Farhan tampak lama bercakap cakap dengan seseorang di sebrang telfon .Reina yang beri keluar dari kamar mandi hanya melihat dari kejauhan ,suaminya sedang mengangkat telfon di balkon kamarnya .


Reina merapikan tempat tidur kemudian segera tidur ,karna ia sangat letih .....ia sangat mengantuk untuk menunggu suaminya .


Panggilan berakhir ,farhan berjalan masuk ke kamar ,dan mendapati istrinya sudah tertidur pulas .


Farhan membuka lemari pakaian tempat Reina menyusun baju baju nya dan mengeluarkan beberapa baju nya dan perlengkapan lain ,ia harus pergi malam ini .


Reina yang tertidur terbangun ketika mendengar suara lemari tertutup ,matanya membuka pelan tampak bayang bayang ustadz Farhan sedang memasukkan baju di koper ,lama Reina memandangi bayang bayangan itu sehinga makin jelas di pandangan nya .


"Mas!"panggil Reina saat ia tahu yang dilihat nya ini bukan mimpi


"Terbangun yaaa..maaf yaa...mas ganggu ..udah tidur lagi " ujar Farhan mendekat ,tangan nya terukur mengelus rambut Reina pelan .


Reina mengenggam tangan Farhan kuat ,mata nya menatap serius kepada mata mas nya "mas mau Kemana ?"satu-satu nya pertanyaan yang terlontar dari mulut Reina .

__ADS_1


"Mas mau Kemana .....?"tanya Reina lagi ketika tidak ada jawaban dari Reina .


"Mas.....jawab ..mas mau Kemana ?" Tanya Reina ketika tidak ada jawaban dari Farhan .


"Mas ada urusan penting ,malam ini mas harus pergi .."ujar Farhan datar


"Mas mau Kemana ? Mas....kalau mau balik Reina ikut "ujar Reina sambil menatap farhan dengan mata mata berkaca kaca .


Sungguh Farhan tak tega jika harus meninggalkan Reina sendiri di sini ,tapi ia harus pergi ke quwait adik nya membutuhkan bantuan nya ,jika ia pergi dengan Reina ,apakah Reina bisa ? Ia harus menetap di Quwait lebih dari 5 hari ,minimal ia harus mengabiskan waktu 2 minggu di sana .


"Mas bukan mau balik ,mas mau pergi ke Quwait ,ada urusan jika Rei ikut ,mas nggak bisa janji akan bisa ngantar Rei ke pondok tepat waktu "ujar Farhan sambil kembali mempersiapkan barang barang nya .


"Rei ikut "ujar Reina membuntuti Farhan Kemanapun Farhan pergi


"Rei ikut pokok nya "ujar Reina sambil menggoyangkan tangan Farhan yang sedang berusaha menghindari nya .


Tidak ada jawaban dari Farhan ,Farhan hanya diam membisu .Reina yang merasa tak digubris mulai meneteskan air mata nya .satu persatu air mata nya jatuh membasahi pipi nya hingga akhirnya tangis nya pecah .


"Huwaaaaa" tangis Reina pecah ,dengan posisi Reina masih duduk di samping Farhan yang masih sibuk bersiap siap.


Farhan yang mendengar tangisan reina ,tak tahan .....hatinya seakan akan ter iris mendengar suara tangisan Reina .tak bisa menahan lebih lama Farhan menarik Reina dalam pelukan nya ,"please don't cry baby "ujar Farhan sambil menghapus air mata Reina lembut.


"Mau ikut"ujar Reina masih kukuh dengan pendirian nya .


Melihat Tangisan Reina tak kunjung berhenti Farhan akhirnya luluh "mau ikut mas?,yakin mau ikut mas?" Tanya Farhan dengan pandangan serius .


"Iya yakin "Reina memeluk leher Farhan dan duduk di pangkuan suami nya .


"Pondok nya gimana ?"tanya Farhan pada istrinya .


"Reina izin nanti sama ustadzah ...kalau gak di izin in Reina tetap mau ikut "jawab Reina .


Farhan mengambil Hp nya dan segera mencari nomor seseorang di sana ,dengan tangan yang masih menepuk pelan punggung istrinya agar Reina merasa tenang dalam pelukan nya .


"Tiit" panggil tersambung


"Assalamualaikum bisa bantu saya untuk mengurus izin santri putri atas nama Reina Mardhiah asal negara Indonesia "ujar Farhan dengan cepat,ia memang tak bisa pergi jika harus meninggalkan istrinya,mereka baru menikah Kemaren dan jika ia meninggalkan istrinya sekarang ia tak bisa bersama dengan istrinya untuk 1 thn kedepan .hitung hitung perjalanan kali ini ke Quwait adalah bonus waktu mereka bersama .


"Atas keperluan apa Gus?" Tanya seorang di sebrang sana .


"Urusan mendesak " jawab Farhan cepat .


"Baik Gus saya akan mengurus surat izin nya " jawab seorang itu dengan cepat .


Farhan mematikan telfon nya ,"udah mas izinkan ,Rei boleh pergi sama mas ,stop nangis nya" ujar Farhan menghapus sisa air mata Reina. .

__ADS_1


"Reina siap siap kan barang barang nya dulu yaa,mas mau pesan tiket untuk kita berdua "ujar Farhan pelan setelah memastikan Reina sudah tenang .


Reina melepaskan pelukan nya ,dan segera beranjak menyiapkan barang barang nya .


__ADS_2