
Di malam penuh bintang ....
Tiga orang sedang duduk di bawah bentangan langit menikmati bintang bintang berkilau ...sambil memakan cake yang di bawa mas Farhan sambil tersenyum dan tertawa membicarakan apa apa yang mereka hadapi baru baru ini .
Reina mengadahkan kepala ke langit menutup matanya tersenyum menikmati hembusan angin malam menerpa wajah nya
Hawa tertawa saat mendengar Reina menceritakan kisah kisah mereka di tahun awal .jasmin ikut tersenyum ia menatap hamparan bintang di depan nya ....hati nya terasa ngilu saat tanpa ia sadari wajah seseorang muncul di Fikiran nya ..terdiam menatap bintang malu malu menanyakan keadaan seseorang yang berhasil membuat nya menjadi pendiam akhir akhir ini
Hawa dan Reina saling menatap dengan isyarat mata "ada apa dengan jasmin ?" Jasmin yang masih memandang langit tidak sadar ia sudah menjadi pusat perhatian dari dua teman nya
Di waktu yang sama di benua yang berbeda
Di sebuah Ruangan minimalis dengan jendela yang terbuka yang mempersilakan cahaya matahari menerpa lembut kulit kuning langsat milik pemuda yang sedang asik membaca Al -Quran sambil menikmati panas nya matahari yang menerpa nya .....ia tersenyum sambil terus melantunkan al -quran nya menenangkan hati nya yang terus menanyakan keberadaan seseorang ...
Ia terus melantunkan al-quran menjadikan nya obat untuk hati nya yang tidak karuan .bertanya tanya tentang seorang wanita yang bermata biru yang sudah lama menghilang nya ..
Hingga panggilan seseorang menghentikan lantunan ayat suci yang ia baca
"Assalamualaikum Gus Harits ,santri sudah menunggu " ujar seorang pemuda masuk dengan ragu ragu
"Waalaikumussalam ..astagfirullah saya akan kesana " buru buru Harits menutup Mushaf nya dan segera mencium nya sebagai tanda cinta dan penghormatan nya .dengan senyum yang masih terukir di wajah nya ia berjalan ke luar dari ruangan nya menuju kelas dimana ia akan mengajar santri nya ....selagi ia berjalan matanya menatap lurus ke langit seakan akan ada yang ingin menatap nya .
Harits menggeleng kepalanya pelan ..sambil tersenyum menampakkan kedua Lesung pipit nya mencoba menghapuskan bayangan seseorang yang terus menghantui nya hari ini .
Di benua yang berbeda
"Jas ! Jasmin ! Jasmin !" Panggil hawa dan Reina bersamaan
Jasmin yang baru sadar dari lamunan nya "ada apa ?" Tanya nya malas
"Lama banget natap langit nya " protes hawa di susuli anggukan oleh reina.
Jasmin hanya diam saja ia memejamkan matanya berusaha sadar ,barusan ia tidak menatap langit tapi melamun kan kejadian nya bertemu seorang pemuda yang memanggil nya "mata biru " sewaktu ia datang ke Indonesia menghadiri pernikahan Reina ....siapa lagi jika bukan Gus Harits (saudara laki laki nya reina )
__ADS_1
"Yah melamun lagi si jasmin " protes Reina
Dengan ide usil nya Hawa menyuapkan sepotong kecil cake red velvet yang sedang mereka makan ...membuat jasmin membuka mulut nya dan memakan nya sambil ikut tertawa dengan kedua teman nya yang menertawakan nya
Keesokan pagi
Beberapa santri berlari ke kantin ada juga yang ke kelas dan asrama mereka sibuk sendiri di pagi yang sibuk salah seseorang perempuan berlari di sela sela para santri yang lain ..banyak yang berhenti mengucapkan salam kepada nya karna ia adalah kakak tingkat kelas akhir membuat mereka harus menunjukkan adab mereka ke pada Kk kelas akhir yang sebentar lagi lulus dan menjadi ustadzah .
Tapi kakak kelas akhir yang berlari ini tidak mempedulikan itu semua hanya fokus berlari karna ia sendiri sudah sangat telat masuk kelas nya .
"Reina mardhiah !!!!" Panggilan keras memenuhi satu kelas ...meja kosong ...yang membuat seseorang ustadzah naik darah ...melihat santri nya yang masih belum datang
"Hadirrah ustadzah " seru seorang perempuan baru tiba di depan pintu ...mengundang perhatian satu kelas
"Masuk ! " ujar ustadzah Ghina mempersilakan santri nya masuk
Dengan pelan Reina masuk ke kelas dan duduk di tempat duduk nya ..
Salahkan ia yang terlalu banyak makan membuat nya harus menghabiskan banyak waktu di WC
"Kamu yang terlambat tdi?" Tanya ustadzah Ghina
"Ya saya ustadzah "
"Hukuman kamu ....jadi perwakilan kelas ini untuk bantu anak khidmat di dapur karena besok ada acara di aula pondok putra " ujar ustadzah Ghina datar
"Baik szah "
"Ingat bantu sampai selesai "ingat ustadzah Ghina sebelum pergi dari kelas
Reina kembali duduk di kursi nya ...."hukuman "ujar nya lesu ,ia bahkan belum sehat total dan sekarang ia menjadi perwakilan nya yang akan di kirim untuk bantu panitia acara di dapur bersama para anak khidmat lain nya
Reina melangkah keluar dari kelas menuju asrama "setidak nya ia harus mengganti seragam nya "
__ADS_1
Sesampai di asrama Reina membuka lemari nya ...ia mengambil beberapa kapsul obat milik nya dan sepotong roti untuk menganjal perut nya yang kosong ...di depan lemari itu ia duduk memakan makanan nya mengabaikan sorotan mata mata yang aneh melihat nya karena tidak ada santri yang makan di kamar asrama apalagi didepan lemari seperti nya ....mereka akan lebih memilih ke restroom daripada harus di kamar
Reina tak peduli ia lapar dan ia tidak punya waktu lagi untuk ke restroom,ia mengambil sepotong roti lagi dan memakan nya "uhukkk" pucuk di cinta ulam pun tiba ..ia tersedak ...dengan cepat ia membuka botol minum nya dan meminum air di dalam nya ..dan ia menepuk dada nya ...
"Rei pelan pelan makan nya "tegur kawan kawan nya di asrama saat menyaksikan bagaimana ia makan dengan sangat cepat
Setelah cukup kenyang Reina segera ke kamar mandi untuk mengganti baju nya .dan mencuci muka nya yang kusam ...jujur ia merasa mual memakan roti sekali telan tapi bagaimana lagi ia harus melakukan nya daripada harus pingsan karna kelaparan setelah ia siap Reina melihat arloji nya .....udah waktu nya
Ia berlari sekuat tenaga hingga sampai di sebuah gedung lantai satu yang letak nya tepat di ujung pondok ...
Reina berdiri di depan pintu melihat banyak nya santri putri yang ada di dalam nya .
Sebelum ia masuk Reina menghampiri dua petugas yang berdiri di samping pintu
"Assalamualaikum "
"Waalaikumussalam "
"Utusan ?" Tanya kedua petugas keamanan itu tanpa basa basi
"Raina Mardhiah utusan kelas wahdaniah " ujar Raina
Kedua petugas itu nampak saling memandang "ada apa dengan Anak kelas wahdaniah datang ke sini ? Bukan nya mereka bebas tugas ?" Batin mereka bertanya
"Maaf untuk kelas wahdaniah kami tidak bisa menerima " ujar salah satu petugas
Reina terdiam salahkan ia yang masih terlambat padahal ia sudah di kelas paling sibuk di antara semua kelas ,kelas penentu dimana ia lulus atau tidak ,dan kelas ini juga bebas tugas karna ini merupakan salah satu fasilitas yang di berikan pihak pondok dikarenakan jadwal padat mereka mengharuskan untuk fokus
Reina mendekat ke kedua nya "saya di hukum oleh ustadzah untuk membantu di sini" bisik Reina
Mendengar kata ustadzah kedua santri itu segera mengangguk dan mencatat nama Reina ke daftar santri khidmat .mereka memberikan kalung tanda pengenal kepada Reina "Silahkan kk" ujar mereka mempersilakan Reina masuk ke dapur ,walaupun reina termasuk santri utusan untuk khidmat mereka tetap harus menjaga adab mereka kepada kk senior mereka
"Ingat !! Adab di atas ilmu "
__ADS_1
Sebanyak apapun ilmu yang kita miliki tetap adab harus di jaga ,manusia terbaik adalah manusia yang memiliki adab dan akhlak yang baik menghormati yang lebih tua menyayangi yang lebih muda menghargai sesama ,adab adalah cerminan ilmu ,perbagusilah adab dan berkasih sayang lah ....jadi lah manusia yang saling menyayangi dan menghargai sesama