Ustadz And I

Ustadz And I
sebuah doa


__ADS_3

Mohon maaf nyonya Nyonya ,Reina harus segera minum obat dan istirahat "ujar umi Ana yang baru datang dengan membawa cemilan .


"Kalau gitu saya izin duluan ,silahkan bibi bibi semua menikmati hidangan nya" ujar Reina segera bangkit darii tempat duduk nya berjalan mengikuti umi Ana yang berjalan di depan nya.


baru berapa langkah Reina kembali mendengar


"apa dia penyakitan ? aduh mengapa bisa kita membiarkannya menjadi istri Farhan "


"aku yakin paling lama hubungan mereka hanya 1 tahun "


"apa dia tidak sadar diri ?"


"Reina "panggil umi ana ketika melihat Istri majikan terdiam di belakangnya,jujur ia kasian Reina masih muda tidak sepantasnya nya ia mendengar kata kata itu dari keluarga suami nya dan bahkan pernikahan mereka masih rawan ,tapi ia berharap Reina kuat,kuat dalam menghadap omongan pedas yang ia dengar ,kuat untuk bertahan..


mendengar nama nya di panggil Reina tersadar dari lamunan nya


"oh iya umii"ujar Reina segera melangkah mendekati umi Ana ,ia harus cepat-cepat pergi dari ruangan ini sebelum ia rapuh karna mendengar kata kata menyakitkan itu


sore hari nya


"assalamualaikum." ujar Farhan ketika hendak memasuki rumah nya, matanya seperti mencari cari sesuatu , sesuatu yang tak perlu di tanyakan lagi ,ia sedang mencari keberadaan istri tercinta nya .tapi sampai saat ini ia masih belum menemukan keberadaan istrinya


"Reina dimana?" tanya Farhan kepada umi ana


"Reina di kamar tuan" ujar umi Ana sejak pagi tadi nona muda nya itu bahkan tidak keluar.dari kamar nya ,ia sudah mencoba berkali kali untuk masuk tapi Reina mengatakan ia ingin sendiri

__ADS_1


"assalamualaikum sayang " ujar Farhan masuk ke kamar dan mendapati istrinya sedang duduk menghadap ke luar jendela


"massss" ujar Reina dengan cepat berlari ke pelukan suami nya ,ia sudah menunggu lama ke datangan suami nya ,ntahlah ia merasa sudah sangat lama ia berpisah dengan suaminya ini


"assalamualaikum sayang ku "ulang Farhan sambil membalas pelukan istri tercinta nya


"wa'alaikumsalam" ujar Reina mengeratkan pelukannya


"mas lamaa" ujar Reina di tengah pelukan mereka


"lama yaa? maaf…" ujar Farhan bibir nya melengkung sempurna


waktu berlalu ....


di sofa sudut ruangan ,terlihat sepasang manusia sedang berpelukan siapa lagi jika bukan Farhan yang masih memeluk istrinya , seperti istrinya tidak ada niat untuk melepaskan pelukannya .


apalagi jika ia mengingat kata "Jangan dimasukkan di hati ,karna Faida ini mungkin akan jadi saudara madu mu" kata kata itu terus menghantuinya ia tidak mau...tidak mau untuk di madu ..bolehkah ia sedikit serakah.? ....ia tidak mau untuk dimadu ,ia hanya ingin suami nya hanya milik nya seorang ,ia takut ,,,takut tidak mampu...jika.hal itu terjadi ...takut sangat sangat takut ..ia tidak mau


Farhan yang merasa pelukan istri nya semakin erat mulai merasa ada yang aneh


"sayang ada masalah?" tanya Farhan lembut


Reina menggeleng kan kepalanya


"kalau ada masalah cerita sama mas" ujar Farhan tak yakin dengan jawaban istrinya.,ia tahu siapa istri nya wanita yang selalu ceria dan tersenyum mengapa sekarang hanya diam begini seperti ada yang di sembunyikan

__ADS_1


"mas " panggil Reina pelan ,ia masih menyembunyikan wajah nya di pelukan Farhan


"ya sayang ada apa? " tanya Farhan sambil mengelus punggung istri nya lembut


"mas" panggil Reina jujur ia gugup untuk bertanya kepada Farhan


" ya sayang ku" ujar Farhan lembut


"mas Rei ....Rei gak ingin di madu "ujar Reina pelan


Farhan yang mendengar hal itu terdiam "ada apa ini ?" batin nya bertanya tanya


"mas gak boleh tinggalin Rei .."ujar Reina dengan tubuh bergetar ,ia tidak bisa menahan air matanya lebih lama .


"Reina....."panggil Farhan pelan ,jujur ia terkejut dengan kata kata yang keluar dari mulut istrinya ,mengapa sampai membicarakan hal seperti ini ,hal yang bahkan tidak terlintas di pikiran nya


"mas gak boleh tinggalkan Rei ,gak boleh sama yang lain",ujar Reina sambil mengangkat kepala nya menatap mata suaminya .


melihat mata istrinya yang berkaca kaca,Farhan terdiam ,ia tahu pasti ada yang terjadi


"syutt jangan ngomong gitu "ujar Farhan dengan nada sedikit marah ,tangan nya terus menghapus air mata istrinya yang berjatuhan membasahi pipi Reina.


"dengarkan mas dek ,mas nggak akan ninggalin Reina ,mas akan sama Reina terus sampai Allah SWT yang memisahkan kita ,mas nggak bisa janji karna mas manusia,manusia lemah ,tapi mas akan berusaha , berusaha untuk komitmen dengan pilihan mas,dan mas udah milih kamu Reina Mardhiah " ujar Farhan tepat di wajah Reina yang masih berlinang air mata


"udah jangan nangis lagi sayang ,mas ga suka "ujar Farhan menghapus sisa sisa air mata istrinya dan segera menarik Reina ke pelukan nya

__ADS_1


,bagaimana mungkin ia meninggalkan Reina ,wanita yang menjadi alasan nya untuk setia menunggu ,wanita yang susah payah ia dapatkan ,susah payah merayu sang Rabbi di setiap malam ,wanita yang menjadi alasan nya untuk kembali berjuang,bagaimana mungkin ia meninggalkan nya ? apa lagi bersama yang lain selain dirinya bagaimana mungkin .......


"wahai Rabb ku , Alhamdulillah atas segala nikmat mu , terimakasih aku kembali berterimakasih kepada engkau yang sudah menjadikan ia sebagai teman hidup ku pelita hatiku penghibur lara ku ,ya Allah aku meminta kepada mu agar engkau menjadikan hubungan ini bukan hanya di dunia saja tetapi juga di akhirat kelak ,aku juga ingin bersamanya di surga mu kelak ,berjalan bersama nya menuju ke Ridhoan mu ..wahai Rabb ku jagalah hubungan ku dengan nya karna engkau sebaik-baiknya penjagaan ,Wahai Rabb ku Rahmatilah hubungan ini dengan Rahmat dan ampunan mu wahai sang maha Rahim ...Aamiin " Farhan menutup doa nya dengan mengecup ubun-ubun istrinya yang sudah tertidur di dalam pelukan nya


__ADS_2