
"Assalamualaikum wr .wb ,bismillahirahmanirrahim dengan nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang ,saya hamba allah Muhammad Farhan al Faruqi ingin melamar Reina mardhiah binti Saad Al Ghazali untuk menjadi pasangan hidup saya lillah karna Allah ta'ala "
"DEG!!" Reina mengangkat kepalanya tepat setelah kata kata itu selesai di ucap kan ,lidah nya kaku mata nya menatap sosok di depan nya ,sosok yang sangat ia kenal "ustadz?," ujar reina pelan
Farhan tampak tersenyum di depan reina ,menatap sosok di depan nya penuh harap dan cemas
"bagaimana apakah kamu bersedia?,"tanya farhan menatap reina penuh harap
Reina terdiam menatap farhan ,beberapa menit reina terdiam ,jujur ia sangat senang dengan kehadiran ustadz di sini untuk melamar nya,tapi disisi lain reina sadar akan kenyataan bahwa ia tidak bisa menerima ini ,jasmin sudah lama mencintai ustadz daripada dirinya ,dia tidak sanggup jika melihat jasmin membencinya karna ini ,tapi dia juga ingin ...
"Aku menyukai seseorang ."
"Aku menyukai sejak umur 12 thn ,"
"Fari aku mencintai mu jangan tinggalkan aku ," kata kata yang jasmin ucapkan masih terbayang jelas di fikiran reina ,reina mengigit bibir bawah nya ,matanya panas , "Hiks hiks hiks " reina mulai menangis di depan farhan ia tidak menyembunyikan tangisan nya ,reina menunduk menangis tepat di hadapan ustadz nya
Farhan menatap reina yang sedang mengis "ada apa reina?" Tanya farhan khwatir pada reina
Reina memejamkan matanya ,"Saya tidak bisa menerima ini " ujar reina berlinangan air mata ,ia mengenggam kuat kedua tangan nya sendiri ,sungguh ini adalah keputusan yang paling menyakitkan yang pernah ia pilih .
Farham terdiam mendengar jawaban reina ,ada yg hancur dalam dirinya ,kini farhan yang menatap reina yang masih menundukkan kepalanya . matanya sudah berkaca kaca ,"sakit...." "Sangat sakit " satu persatu buliran bening jatuh di pelupuk mata nya ,tampa bisa ia hentikan
"Apa alasan nya?" Tanya farhan dengan suara serak
Reina mengangkat kepala nya melihat wajah tampan farhan nampak memerah dengan air mata yang membasahi pipi nya,ustadz nya menangis di depan nya "sungguh ia tidak sanggup lagi" reina berdiri berjalan ke arah pintu keluar
Melihat reina berjalan hendak keluar dari ruangan. "Saya bertanya sekali lagi pada reina mardhiah binti Saad al Ghazali ,saya Farhan al fahri ingin menyampaikan niat saya melamar Reina Mardhiah dengan ketulusan hati saya paling terdalam,apakah reina bersedia ? " sahut farhan dengan air mata yang masih menetes ,farhan menatap lekat sosok yang terdiam berdiri jauh di depan nya .
__ADS_1
Reina terdiam di tempat nya ,dengan gerakan lemah ia menggelengkan kepala nya ,pertanda ia menolak .
"Apa alasan nya? Setidak nya katakan sebelum saya pergi " tanya farhan dengan nada serak nya , andaikan reina tahu betapa berharap nya ia agar sosok itu menerima lamaran nya ,dia bahkan sudah menunggu bertahun tahun hanya untuk ini .
Reina melangkah kan kaki nya ,ia tidak bisa menjawab pertanyaan ustadz farhan ,ia harus segera pergi ,baru berapa langkah ia berjalan mendekati pintu reina kembali terdiam saat telinga nya menangkap kata kata itu
"Besok Pukul 10:15 menit penerbangan pagi ,saya akan pergi Reina ,pergi untuk waktu yang lama ,dam saya tidak tahu kapan kembali ,tolong reina. tolong berikan saya alasan ," isak farhan sembari menatap sosok reina
Reina memejamkan mata nya kembali ,air mata nya menetes ,"haruskan aku melakukan ini?" Reina megangi dada nya yang terasa sangat sakit .
Reina membuka mata ,dengan langkah cepat reina melangkah keluar ruangan ,mengabaikan semuanya ,reina masuk ke salah satu kamar disini dan segera mengunci dirinya
Harits dan abi menatap dengan tatapan aneh melihat reina berjalan menangis melewati mereka ."ada apa ?"batin harits bertanya
Dengan cepat harits masuk ke ruangan tempat reina dan farhan tadi ,terlihat sahabat nya sedang menundukan kepala nya
"Tidak apa apa "harits duduk di samping farhan
"Dia menolakku" ujar farhan sembari terduduk lemas
"Aku tahu ,kau menangis ,jarang sekali aku melihat mu menangis" ujar harits menepuk nepuk pundak farhan
Farhan masih terdiam lemas
"Mungkin kalian memang tidak berjodoh "ujar abi duduk di depan farhan
"Abi.." Harits mencoba menghentikan abi nya ,ia tahu sahabat nya ini sudah sangat terluka
__ADS_1
Farhan yang mendengar kata kata kyai saad ,menggenggam tangan nya " berikan saya satu ke sempatan lagi ,berikan saya satu kesampatan lagi untuk melamar reina " pinta farhan pada sosok di depan nya
Saad terdiam menatap pemuda di depan nya ,"pemuda ini……" ,
"Tolong Kasih saya kesempatan abi " pinta farhan dengan nada memelas ,ia tidak bisa berakhir seperti ini .
Saad hanya menatap diam farhan
Di kamar reina menangis sepuasnya tanpa ada yang mengganggu
"Klek "pintu kamar reina terbuka
"Dek ,bangun ! Bilang sama mas ,! Kenapa kamu menolak farhan ?," Tanya Harits dengan kesal
"Mas keluar!" Usir reina pelan
"Nggak ,mas gak akan keluar dek ,adek bangun jawab mas" sahut haris membuka selimut yang menutupi wajah reina ,ia sama sekali tidak habis fikir bagaimana bisa adik nya ini menolak pemuda seperti farhan ,ia sendiri bahkan dulu sempat mengagumi sifat sahabat nya itu ,di tambah lagi farhan yang juga sangat mencintai adik nya ini .
Dengan terisak isak reina menatap mas nya "ada yang mencintai ustadz lebih dari rei,mas..." Ujar reina pelan
"Trus apa hubungan nya dengan kamu menolak farhan ?" Tanya harits kembali
"Rei tidak bisa menerima ini ,sementara ada sahabat rei .. Yang mencintai ustad dari berapa tahun yang lalu" isak reina menatap mas nya
"Tapi farhan juga sudah mencintaimu dari berapa tahun yang lalu rei" seru harits pada adik nya ini
Mendengar ucapan mas nya rei terdiam "berapa tahun yg lalu ?"tanya reina menatap serius mas nya
__ADS_1