Ustadz And I

Ustadz And I
back


__ADS_3

akhirnya setelah sekian lama Farhan menyelesaikan tugasnya ia melihat arloji nya ,ia harus cepat-cepat pulang bertemu dengan istri nya


sesampainya di rumah ,Farhan melangkah kaki masuk ke rumah nya ia merasa istrinya sudah tidur karna sekarang sudah larut malam .


Farhan membuka pintu kamarnya,dengan sangat hati hati Farhan melangkah masuk agar tidak menggangu tidur istrinya .


baru berapa langkah ,Farhan berhenti saat Reina memanggil namanya"mas Farhan?"


"iya dek " ujar Farhan pelan


"baru pulang mas ?" Reina bangkit dari tempat tidur nya dan menyalakan lampu kamar nya


"iya sayang maaf telat" ujar Farhan menghampiri Reina


"gapapa mas..gimana udah selesai urusannya di kantor?" tanya Reina


"Alhamdulillah udah semua" jawab Farhan sambil tersenyum


walaupun suaminya tersenyum ,Reina melihat ada yang beda dengan wajah Farhan ,dengan pelan Reina mengelus wajah Farhan "mas kok beda wajah nya? mas kecapean yaa? " tanya Reina


"sedikit" jawab Farhan ia tak bisa bohong jujur ia sangat cape hari ini seharian duduk di kursi kantor


"udah makan?" tanya Reina lagi


Farhan hanya menggeleng pelan ia tak sempat untuk makan ia keluar dari ruangan nya hanya untuk shalat ke masjid kemudian ia segera kembali ke kantor


"adek siapin makan yaa,mas bersih bersih dulu" ujar Reina turun dari tempat tidur nya menuju ke kamar mandi mengatur air panas untuk suami nya .


dan segera keluar kamar untuk memanaskan makanan untuk mas Farhan ..ketika hendak membuka pintu kamar ia terhenti dengan tangan yang memeluk nya erat dari belakang


"makasih dek " ujar Farhan membenamkan wajah nya di leher Reina


"sama sama mas"


di dapur Reina sudah selesai menyiapkan makan malam untuk nya dan untuk mas Farhan ,untunglah tadi ia meminum obat kemudian langsung tidur ,ia merasa lebih baikan sekarang


"sudah siap dek?" tanya Farhan sambil menutupi tangga

__ADS_1


"Alhamdulillah udah mas"


mereka makan bersama ketika sedang asik makan ..Reina merasa tangan nya lemas ia tak kuat memegangi sendok nya


Reina menatap tangan nya "ada apa dengan tangan nya?" batin nya bertanya belum pernah ia seperti ini


"kenapa sayang ?" tanya Farhan saat melihat istrinya tak juga memakan makanan nya


Reina hanya tersenyum "suapin..,." ujar Reina


Farhan yang mendengar hal itu tersenyum "sini duduk dekat mas " ujar Reina


Farhan menyuapi makanan ke mulut istrinya dengan telaten ..."enak?" tanya Farhan sambil menunggu istrinya makan


"yaa" angguk Reina dengan senyum termanis nya


Farhan kembali tersipu ia baru tahu menyuapkan saja bisa sebahagia ini ...ia kembali menyuapkan makanan ke mulut istrinya


setelah selesai mereka segera beristirahat untuk hari esok


Di bandara internasional Qatar


Farhan memegang dua koper milik nya dan milik Reina masuk ke ruang check in sepanjang perjalanan Reina hanya diam saja dari pagi tadi kepalanya makin memburuk .tapi ia tak berani mengatakan nya kepada suami nya karena mereka pergi pagi ini .dan jika ia bilang itu akan menganggu kepergian mereka da ia tak mau hal itu terjadi


di pesawat………


Farhan mengelus tangan istri nya sambil berzikir ia tak tahu istri nya sedang menahan pusing dibalik diam nya


Farhan menatap istrinya "ngantuk sayang ?" tanya Farhan pelan


Reina mengangguk kemudian segera menyandarkan kepala nya ke kursi dan menutup matanya


setelah beberapa jam di pesawat akhirnya mereka tiba di south Africa adzadville . Farhan sudah di ruang tunggu bersama istrinya .


"Reina are you okay baby?" tanya Farhan kwartir ,biasanya istrinya ini paling ceria sekarang kenapa bisa pendiam begini , sepanjang perjalanan tadi Reina tak mengucapkan sepatah kata pun


"insyaallah" jawab Reina buka suara .

__ADS_1


Farhan tak percaya ia memegangi kening istrinya mengecek suhu tubuh ,apakah istrinya demam?


normal suhu istrinya normal seperti biasa ,apa mungkin karena mereka akan berpisah beberapa hari lagi ? batin Farhan


Farhan memegang ke dua pipi Reina yang tertupi dari balik cadar dan menatap mata istrinya ,"sayang kalau sakit bilang yaa?" ujar Farhan dengan tatapan penuh ke khawatiran


"tit tit tiiiit " Hp Farhan bunyi


"sebentar ya mas angkat dulu " ujar Farhan segera mengangkat telfon


"wa'alaikumsalam sudah di depan ..oh ya bisa.bantu saya bawa barang ? terimakasih saya tunggu " ujar Farhan menutup telfonnya


selang berapa lama datang seorang pemuda menghampiri Farhan dan Reina .


"Ustadz mana yang bisa saya bawa ?" tanya pemuda itu ,pemuda yang bernama Karim ada seorang pemuda yang berkerja sebagai sopir di keluarga Farhan


"bisa tolong saya bawakan dua koper ini ?"


"baik ustadz ...saya duluan ustadz " ucap pemuda itu mengambil kedua koper barang bawaan Reina dan Farhan dan segera berlalu pergi


"yuk sayang kita jalan "ujar Farhan mengulurkan tangan nya agar bisa jalan menggandeng istri nya


Reina tersenyum tipis ,kepala nya semakin berat


ia menerima uluran tangan suami nya dan segera berjalan bersama


baru berjalan berapa langkah tubuh nya oyong ,dengan sigap Farhan memegang pinggang istrinya agar tak terjatuh ke lantai


"sayang kenapa ?" tanya Farhan cemas ,ia memegangi Reina dengan kuat


Reina yang melihat tatapan suami nya merasa ia harus jujur "pusing mas" ujar Reina pelan


Farhan yang mendengar ini segera menggendong Reina


"mas turun...maluu" ujar Reina menutup wajah nya


"kita pulang sekarang sayang" ujar Farhan tak peduli mereka jadi perhatian orang orang,yang terpenting sekarang adalah istrinya

__ADS_1


__ADS_2