Ustadz And I

Ustadz And I
part 26


__ADS_3

"Reina ya" sahut seorang perempuan yang Reina kenal menghampiri nya dengan 3 orang lain nya yg belum Reina kenal


Jasmin menatap Reina dengan isyarat mata "kenapa?"


Reina membalas tatapan Jasmin dengan gelengan dan langsung menyimpan roti yg ingin dimakan nya


" iya kk" jawab Reina ramah


"hmm kamu bisa bantu kita nggak?" tanya Fatima dengan senyum manis nya


dengan senang hati Reina mengangguk


"bantu apa kk" jawab Reina masih tak percaya seorang perempuan sepopuler Fatima butuh bantuan nya


"ini kita nggak bisa di sini lama lama,soalnya ustadzh panggil ,ada perlu ,jadi bisa tidak kamu bantuin kami bawakan mikrofon nya ke ruang audio untuk di simpan , sorry banget Reina ,harus beratin kamu" jawab Fatima dengan raut wajah tak enak


" gapapa kok kk ,ruang audio kn ,tenang aja kk" sahut Reina dengan semangat 45 , bagaimana bisa seorang secantik dan sebaik kak Fatima mau berbicara pada nya


"makasih ya Reina " sahut Fatima kemudian berlalu pergi


" isshh apaan siih dia tuu ,seenak nya nyuruh kamu ,itukan tugas dia" jawab Jasmin dengan nada tidak bersahabat


"jas… nggak boleh bilang kyk gitu,bukan nyuruh tapi minta tolong " sahut Reina meralat kata kata Jasmin


" hmm jadi kyk mana mikrofonnya kita bawa sekarang ?" tanya Jasmin menatap 10 mikrofon yg berserakan di stage tempat acara berlangsung


"hmm kamu mau bantu?"


"yaiyalah Reina ,kamu gila ?!,kamu udah kerja seharian dan udah jam segini kamu masih harus bersih kan mik " sahut Jasmin kesal


" hahah aku kn wonder women ,kyk gini mah kecil " sahut Reina sambil memperlihatkan lengan kecilnya ingin memperlihatkan otot otot lengan nya yg tidak nampak sama sekali


"apaan sihh" Jasmin tertawa melihat lengan Reina yg tidak ada apa apanya


"makasih yaa" Reina merangkul jasmin berjalan ke stage untuk mengambil semua mik dan menyimpan nya


baru hendak mencopot mik-mik yang masih terhubung,kegiatan Reina dan Jasmin terhenti akibat teriakan keras dari belakang mereka "heh kalian ngapain!!!"


dengan segera Reina dan Jasmin memutar balik tubuh mereka


"ini kk di suruh nyimpan mik mik nya ke ruang audio " jawab Reina dengan sopan


"siapa yg nyuruh kalian hah? yang urusan ini tanggung jawab bagian audio ,dilain itu gak ada yg boleh nyentuh ini ,kalian ini bagaimana! masa hal kyk gini aja gak tau , " omel kakak kakak bagian audio


beberapa dari mereka menatap Reina dan Jasmin dengan tatapan prihatin ada juga yg menatap mereka dengan tatapan heran


" kalian pergi sekarang juga ,atau gak… kalian yg urus ini semua ,mau!!? makanya kalau mau berbuat sesuatu di pikir dulu !" lanjut kk bagian keamanan


dengan segera Reina dan Jasmin pamit dan langsung pergi dari audio


"kn betul… aku bilang juga apa si Fatima tu ,cuma mau bodoh bodohin kamu ,kamu nya aja " omel Jasmin tak terima ,bisa bisa nya mereka yg terkena Omelan dari kakak kakak audio

__ADS_1


"tapi kenapa yaa?" seru Reina


" gak tau tuhh ,kamu punya masalah apa sama dia, ihh ternyata dia kyk gitu percuma cantik ,pint…" kata kata Jasmin terhenti


mulut Jasmin nya dengan tangan Reina


"syutt jangan sampai jatuh nya jadi ghibah"sahut Reina


"ya Allah give patience to me "sahut Jasmin frustasi


" heyy beb " sahut hawa datang memeluk ke dua sahabatnya dari belakang


" hi" jawab Jasmin dan Reina tak bersemangat


" kenapa kalian kok GK semangat" tanya hawa heran biasanya kn ke 2 sahabatnya ini bobrok nya minta ampun


" gak ada" sahut Jasmin kehilangan mood nya


" ehh semangat donggg! mending kita ke ruangan mama aku yukk," ajak hawa menarik tangan kedua teman nya puter balik


"lain kali aja wa" sahut Reina dan jasmin bersamaan


" gak ada pokoknya kalian harus ke tempat mama aku " sahut hawa menarik ke dua sahabatnya dengan paksa


setelah berjuang sedemikian lamanya hawa berhasil menyeret ke dua sahabatnya ke sebuah ruangan


"assalamualaikum" sahut hawa membuka pintu


betapa emosinya Jasmin saat melihat Fatima dan kawan kawan nya makan Snack bersama ibu nya hawa saling bercengkrama


" Reina sini sayang" sahut mama nya hawa


"maa" jawab Reina duduk di samping ibunya hawa


" ya Allah kemana aja anak mama nii, dah makan nak ?" tanya mama hawa


" Alhamdulillah udah maa" sahut Reina menenangkan ibu ibu di depan nya yg menatap nya khawatir


" Jasmin apa kabar ?" tanya mama nya hawa


" baik nte" balas Jasmin dia memang sudah lama mengenal ibunya hawa sejak ia awal masuk pondok saat pertama kali mengenal hawa


" ayo di makan " sahut ibunya hawa menawarkan makanan makanan di depan nya


"kk hawa " sahut seorang anak laki laki muncul dari balik pintu


" sini dek" sahut hawa menepuk pahanya isyarat supaya bocah kecil itu duduk di pangkuan nya


" Adli lama GK jumpa " sahut Fatima ramah


(Adli Hamzah) adek hawa umur 5 thn

__ADS_1



dengan tingkah malu malu nya Adli duduk di pangkuan kk perempuan nya


"kk Fatima?" tanya Adli bertanya ke kk hawa nya sambil menunjuk ke arah Fatima


"iya itu kk Fatima ,salam sama kk Fatima " sahut hawa menyuruh adik nya berjalan ke arah Fatima


dengan malu malu , Adli berjalan pelan ke arah Fatima dan menyodorkan salam nya setelah selesai salam Adli menolak untuk di cium Fatima ,karena Adli sedikit tidak suka dengan orang asing


setelah selesai salam Adli duduk kembali ke pangkuan kakak nya


berbeda dengan Jasmin yg menggoda adek hawa dengan wajah lucu yg ia buat


Reina malah sibuk mencicipi hidangan yg ada di depan matanya


memang lebih enak hidangan mamanya hawa dan juga bentuk nya bervariasi


baru kali ini reina tahu ada ruangan seperti ruangannya yg ia tempati sekarang bersama mama nya hawa yg juga sekarang mama nya


Reina yakin pasti hawa dan keluarga nya bukan orang biasa biasa,mungkin salah satu tokoh berpengaruh di pondok ini ,sampai mendapatkan ruangan seperti hotel ini


Reina masih asik mencoba beberapa makanan sampai salah satu dekheman menyadarkan nya


"ehemm"dekheman seseorang didepan nya


Reina mengadah kan kepalanya ternyata dekheman itu berasal dari salah seseorang dari teman nya hawa yg menatap nya dengan pandangan miris


sontak Reina menganggukkan kepalanya isyarat menawarkan ,tapi yg di tawarkan malah membuang muka


,"mau "suara khas anak kecil di samping nya meminta sate buah buatan Reina yg ia buat dari tumpukan potongan buah yg ia tumpuk satu persatu ,matanya berbinar saat Reina mengasih tusukan berisi buah pada nya



" makasih kakak" seru Adli memakan tusukan buah itu


setelah berapa lama ,Reina dan Jasmin pamit kembali ke kamar asrama mereka


" jgn lupa dzikir tasbih Fatimah yaa nak,biar gak capek badan nya " pesan mama nya hawa pada Reina ketika Reina izin pamit


"insyaallah ma" jawab Reina dengan anggukan pelan


zikir Fatimah , zikir tasbih yg terkenal karena cerita seorang putri Baginda nabi Muhammad Saw ,


ketika meminta seorang hamba sahaya kepada ayah nya untuk membantu nya mengurus rumah tangganya ,maka ayah nya yaitu Baginda Rasulullah Saw mengajarkan nya satu amalan yg mana amalan ini lebih baik dari seorang hamba sahaya ,


Baginda Rasulullah Saw berkata kepada putri nya :"“Maukah kalian kuberi tahu sesuatu yang lebih baik dari yang kamu minta? Bila hendak naik pembaringan, maka bertakbirlah 34 kali, bertasbihlah 33 kali, dan bertahmidlah 33 kali. Semuanya itu lebih baik daripada seorang pembantu.”


Mendengar sabda Nabi SAW itu, Fatimah dengan penuh ketakwaan pada Allah swt berkata, “Aku ridha dengan keputusan Allah dan Rasul-Nya.”


Zikir yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW pada Fatimah itu, juga bisa diamalkan oleh seluruh umat muslim. Sebagian kalangan menamai zikir itu sebagai Zikir Fatimah yang dijadikan amalan zikir sebelum tidur. Ada yang membacanya, setelah itu mengusap seluruh tubuh terutama bagian tubuh yang terasa pegal, dengan keyakinan atas kuasa Allah swt saat bangun tubuh akan terasa lebih fit.

__ADS_1


__ADS_2