
"Insyaallah Reina 3 hari lagi kita akad " ujar Farhan sambil mencium pelan botol boba pemberian reina
Ia benar benar seperti orang gila sekarang ,jika santri santri nya melihatnya keadaan nya mungkin mereka tidak akan percaya dengan tingkah laku nya yang sekarang ini .
sedangkan di sisi lain
Reina bernafas lega ia bisa sampai ke kamarnya tampa seorang pun yang mengetahui kedatangan nya
Reina membalikkan badan nya melangkah menuju ke kamar mandi ,tapi sepertinya kamar mandinya terkunci
"siapa ?" batin nya bertanya ,apa mbak Raisa nya numpang kamar mandi nya?
Reina berjalan ke kasur nya sambil menunggu ia bisa berbaring santai melepas penat
beberapa menit berlalu
"klek" pintu kamar mandi terbuka
dengan spontan Reina menoleh
"Jasmin?!" seru Reina dengan tatapan penuh tanda tanya
"hehheeh" jawab Jasmin dengan cengengesan
"ada apa ?" tanya Reina masih tidak mengerti
"wa'alaikumsalam ,setidak nya sambut kedatangan ku!" ujar Jasmin dengan nada bete
"assalamualaikum sahabat ku yang cantik , sholehahhhh ,pintar ,baik hati dan rajin menabung selamat datang di Indonesia tepat nya di kamarku" ujar Reina sambil menggoda sahabat nya
"hmm biasa aja," ujar Jasmin menjawab godaan Reina
"btw, Indonesia panas yaa!" ujar Jasmin pada Reina
__ADS_1
"ya gini ....beda sama di south Africa ," jawab Reina pelan
"tapi kenapa kamu gak hidupin AC ?" tanya Reina pada jasmin
"aku ingin ,tapi remote nya tidak ada di tempat"
ujar Jasmin mengeluh tentang remote AC di kamar Reina
"astaghfirullah!" ujar Reina sadar , dirinya tidak pernah meletakkan remote AC di tempat nya dia selalu meletakkan nya di samping bantal nya agar lebih mudah
dengan cepat Reina mengambil remote AC dan segera menghidupkan nya dan segera mengatur suhu pada angka 16°
"huaa , akhirnya ademm" ujar Jasmin senang
"sendirian datang nya jas?" tanya Reina curiga
"nggak sama Hawa " ujar Jasmin spontan
"Hawa ?" tanya Reina sambil mengerutkan keningnya kenapa hawa mengunjungi nya ? batin nya kembali bertanya
"hawa datang bersama keluarga nya ,jadi aku nebeng ,orang tua ku membolehkan ku untuk pergi bersama hawa dan keluarga nya " terang Jasmin
"kenapa hawa datang bersama keluarga nya ke sini apa ada urusan ?" tanya Reina lagi
"urusan ? emang ada urusan penting " jawab Jasmin sambil tersenyum
"urusan apa jas?" tanya Reina kepo
"melamar mu" .
"hah?" Reina masih tidak percaya dengan jawaban Jasmin
"ya hawa dan keluarga nya ,ingin melamar mu untuk ustadz Farhan " ujar Jasmin sambil tersenyum senang .
__ADS_1
bagaikan langit runtuh ,Reina kembali mengingat chat nya dengan ustadz Farhan berapa hari lalu
"jadi beneran ?" batin Reina bertanya
"tapi......aku tidak bisa " ujar Reina sambil berpaling dari Jasmin beranjak pergi
tapi langkah nya berhenti
"aku tahu semuanya Rei " ujar Jasmin tersenyum menatap Reina yang kelas sekali ingin menghindar dari nya
Reina menoleh ke Jasmin ,"apa yang sudah sahabatnya ini ketahui?" batin Reina
"aku tahu semuanya tentang lamaran ustadz dua tahun yang lalu ,aku tahu semuanya ,aku tahu kau tahu perasaanku pada ustadz ketika aku demam tinggi dan tak sadar mengigau ,aku tahu kau menolak lamaran itu Karna aku ,karna kamu tahu perasaanku dan kamu gak bisa menerima lamaran itu kan Rei? kamu tahu aku memang menyukai ustadz jujur aku menyukai nya sejak lama ,tapi di bandingkan itu aku lebih menyayangi mu ,aku lebih bahagia jika kamu bahagia,maafkan aku ,gara gara aku kamu menahan perasaan kamu selama ini ,aku memang bodoh rei ,bagaimana bisa aku tidak tahu keadaan sahabatku sebenarnya padahal aku selalu bersama mu " ujar Jasmin sambil menunduk kan kepalanya ,air matanya perlahan jatuh satu per satu pertanda ia sedang menangis
"Jasmin stop,bukan salah kamu ,kamu nggak salah , perasaan kamu itu gak salah jas ,kamu berhak ,aku juga bahagia kalau kamu bahagia , aku ingin kamu bisa dapatkan orang yang kamu cintai ,jangan pedulikan aku" ujar Reina pelan .matanya sudah berkaca-kaca ,sudah selama ini ia berjuang ia tidak ingin akhirnya kembali luluh dan menyakiti sahabat nya
Jasmin terdiam mendengar ucapan sahabat nya
dengan cepat ia berdiri sambil menatap Reina terlihat dari sorot mata nya ia sedang menahan emosi nya
"jahat! kamu jahat Reina ! kamu kira aku bahagia jika aku mendapatkan ustadz ,kamu kira aku bahagia jika aku memisahkan kalian,egois sekali kamu Rei , jelas jelas ustadz menyukaimu bukan aku ,tapi kenapa kamu menyerah dan menyuruh ku berjuang pada orang yang jelas jelas tidak mencintai ku" teriak Jasmin marah
"Jasmin!" panggil Reina pelan ia tidak tahu keputusan nya bisa membuat sahabatnya marah kepadanya ,ia tidak tahu ,ia mengira semuanya akan bahagia jika ia menyerah tapi kenapa Jasmin se marah ini padanya
"apakah keputusan nya salah?" batin Reina bertanya
"dengarkan aku REINA MARDHIAH ! jika kamu masih anggap aku sahabat kamu terima lamaran ustadz ,jika kamu tidak menerima jangan anggap aku SAHABATMU! "seru Jasmin segera berlalu pergi keluar dari kamar Reina
Reina terdiam menatap kepergian sahabatnya
"apa yang aku lakukan?"
"apa yang aku lakukan ?"
__ADS_1
"sejahat itukah aku ?" ujar Reina sambil menutupi muka nya yang menangis dengan kedua tangan nya .