
sepanjang pelajaran Reina berusaha menahan tangisan nya
terasa sakit saat ia menahan tangisnya ,Reina menunduk kan kepalanya ,bulir bening cair berhasil lolos satu persatu dari matanya ,Reina membiarkan hal itu karena ia sudah tak sanggup lagi untuk menahan , sampai selesai pelajaran Reina masih menunduk sambil pura pura menulis catatan
ketika para santri keluar semua,dan yg tersisa hanya para santri hukuman Reina mengadah kan kepalanya ke atas ,menatap langit langit kelas ,ini efektif untuk menghentikan tangisan nya
setelah yakin ia tak menangis lagi Reina sekarang justru merasa menyesal nangis di atas buku catatan nya
"yahh basaahhh" sahut reina dengan nada khas orang habis nangis
Farhan masih memerhatikan Reina dari buku nya
" cengeng " satu kata yg terlontar ,ketika melihat mata reina yg bengkak
disisi lain ada perasaan tak tega tapi disisi lain Farhan merasa Reina lucu dengan mata bengkak nya
berapa menit kemudian kelas berakhir
Reina menatap langit dari balik jendela perpustakaan kadang kita butuh lebih banyak pengorbanan untuk mendapatkan lebih
di lain tempat Jasmin merenung
,kertas surat origami nya berbalas
berapa hari yg lalu ia diam diam pergi ke taman dan melemparkan surat ke luar pondok ,hari ini saat dia kembali surat origami itu telah ada di dalam taman
saat ia buka ada sebuah tulisan kecil di bawah tulisan cintanya
"Cinta itu tidak dosa"
Jasmin menatap lama tulisan kecil itu
seakan akan ke kwatiran melanda nya ,perasaan nya sekarang ini adalah takut ,takut dengan apa yg ia lakukan
ingin rasanya jasmin memberi tahu hawa dan Reina tapi itu tidak mungkin ke dua kawan nya sudah melarangnya ,
Jasmin melirik buku catatan kecil nya
di robek nya kertas dan di tulis
"kalau pilihan harus diminta tangung jawab nya , apakah pantas aku melakukan nya untuk cinta ?" Jasmin melipat kertas itu dan membungkus nya dengan plastik kemudian melemparkannya ke luar pagar
Reina memilih untuk membaca Al Quran karena hati nya tidak dalam keadaan baik baik saja
Reina mengaji dengan suara merdu nya di ujung perpustakaan beda dari tempat biasanya
hiburan paling menenangkan adalah membaca Alquran di kesepian ,hanya kita dan Al Qur'an
.
__ADS_1
Reina mengelap air matanya saat ia selesai membaca Al Qur'an , kemudian Reina kembali ke meja biasanya ia, jasmin dan hawa berkumpul
kembali belajar "kegagalan adalah awal proses kesuksesan" Reina menyemangati dirinya di buka nya kitab yg ia belum paham ,dan mencoba memecahkan satu persatu masalah fikih yg berkaitan dengan hidup
waktu berjalan ,hari berganti hari
Sekarang adalah hari di mana acara wali santri diadakan
para santri memancarkan senyum bahagia mereka mengingat di mana mereka sebentar lagi akan bertemu dengan orang tua mereka ,berbeda dengan Reina ia sudah berkerja dari jam 4 pagi sampai sekarang
pakaian yg ia pakai juga berbeda ia memakai rompi kuning khas petugas kebersihan
Reina mengelap keringat yang membasahi wajahnya dengan jilbab yang ia pakai .
ia menyapu lapangan yg ukurannya tak main main ,dan ia juga mengantarkan sampah ke luar pondok ,Reina terus berkerja sampai acara di mulai ,ia tidak peduli berapa banyak orang yg datang ke pondok nya
setelah semua selesai ,Reina kembali ikut membersihkan luar pondok karena seseorang dari petugas keamanan meminta tolong untuk mengganti kan tugas nya karena orang tuanya datang
setelah selesai Reina duduk di pinggir taman yg berada dalam pondok
meminum air mineral dingin yg ia dapatkan dari kk senior, Reina meminum air itu dengan 1 kali tegukan ,ia sangat haus dari tadi
Reina menatap iri para santri yg berjalan bergandengan dengan orang tua mereka menuju ke aula utama
"andaikan umi datang" sahut Reina membayangkan wajah teduh uminya , matanya sudah berkaca kaca ketika mengingat tak seorangpun keluarga nya ada di sini .
perlahan bulir bening jatuh dari pelupuk matanya
"Reina gak boleh cengeng ,kamu harus kuat!" sahut Reina dengan cepat ia menggelap air mata nya ,tapi tetap saja……
"sis sister , assalamualaikum !" sahut sekumpulan anak anak perempuan sudah ada di depan Reina tanpa ia sadari
Reina mengangkat kepalanya " wa'alaikumsalam marhaban☺️ ,what's up, need something little girl?" Reina bertanya apa ada yang mereka butuhkan termasuk dari tugasnya ia harus membatu anak kecil yg datang bersama orang tua nya agar tidak menggangu acara
ada sekitar 5 anak di depan Reina
" Don't be sad sister, this is for you" sahut 5 anak perempuan itu bersamaan sambil memberikan 5tisu yg terlipat
"ohh thank you" sahut Reina mengambil tisu yg mereka berikan
5 orang anak anak itu juga memberikan pelukan singkat untuk Reina
"bye bye bye sis " seru 5 anak itu berlari sambil melambaikan tangan nya
Reina menghapus sisa air matanya dengan tisu pemberian anak anak kecil itu ,tapi tisu ini tak seperti biasanya
"ada yang aneh"
Reina memegang tisu yg di lipat dengan hati hati ia buka lipatan tisu itu
__ADS_1
Reina membulatkan matanya , Reina tersenyum .....
tersenyum saat melihat satu sticky notes bergambar emoticon
...please smile like this...
...senyum dongg ,senyum kaya gini.......
Reina membuka satu tisu lagi ,kembali Reina tersenyum
..."do not be sad, verily Allah is with you, my sholehah"...
...jangan sedih sesungguhnya Allah bersamamu solehah ku...
Reina membuka satu tisu lagi
...wow you are beautiful when you smile...
...wahh kamu cantik kalau senyum...
Reina semakin tertarik dengan 2 tisu lagi
...you've done your best, you're great...
...kamu udah lakukan yg terbaik ,kamu hebat...
...remember, don't cry, smile☺️...
...ingat yaa,, jangan nangis terus ,senyum dongg...
Reina mengangguk kan kepala nya ,ia akan tersenyum dan gak nangis lagi
Reina melipat kembali tisu tisu nya dengan sticky notes nya seperti semula
Reina melihat ke sekeliling nya mata nya mencari 5 orang anak anak yg tadi memberikan tisu ini padanya ia ingin bertanya
"siapa yg menyuruh mereka memberikan ini ?"
tap Reina tak bisa menemukan keberadaan mereka
__ADS_1
" yaa Allah terima kasih ," sahut Reina hati nya merasa lebih bahagia dari biasanya
"siapapun kamu , terimakasih"