Ustadz And I

Ustadz And I
Kembali


__ADS_3

Pagi hari nya


Farhan membuka matanya perlahan ia menarik nafas panjang sambil memeluk tubuh Reina ,Farhan menatap wajah pulas istri nya "maafkan mas ya sayang " ujar Farhan pelan ,dengan hati hati Farhan melepaskan pelukan nya agar Reina tidak terjaga karena nya


"Mas" panggil Reina membuka matanya ,Farhan yang baru hendak ke kamar mandi segera kembali menemui istri nya


"Apa sayang ?" Tanya Farhan lembut


"Mas Mau Kemana?" Ujar Reina bangun dari tempat tidur nya


"Mau sholat tahajud dek ,mau bareng ?" Farhan mengelus rambut Reina pelan


"Bareng" jawab Reina antusias Farhan hanya tersenyum sambil mengikuti istri nya


Pagi itu berlalu begitu juga dengan pagi pagi berikut nya


Di dalam mobil


Farhan mengenggam tangan Reina kuat ,ia tidak bisa mempertahankan ego nya ingin istri nya selalu di dekat nya ...Reina masih punya tanggung jawab nya sebagai santri dan ia sebagai suami harus menghormati nya


"Mas udah sampai " ujar Reina ketika mobil mereka sudah masuk ke pekarangan pondok pesantren


"Mas!" Panggil Reina kembali


"E..eh iya ?" Ujar Farhan sadar dari lamunan nya


"Mas udah sampai " ujar Reina lembut

__ADS_1


"Oh iya.."


Farhan melepaskan genggaman tangan nya dan segera membantu Reina mengangkat barang barang nya mereka berjalan bersama berbeda dengan Farhan ,Reina nampak sangat bersemangat ,sedangkan Farhan berusaha memendekkan langkah nya agar kebersamaan nya terasa lebih lama


Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah pintu dimana tidak ada yang bisa masuk kecuali para santri


Farhan meletakan barang barang di tangan nya dan segera menarik Reina masuk ke pelukan nya


"Mas bisa antar sampai sini ,adek jaga diri baik baik ,ingat jangan takut ,mas akan ada untuk kamu ,jangan lupa minum obat ,jangan tidur larut malam ,ingat jangan terlambat masuk kelas ,mas akan jenguk adek ,adek kalau butuh sesuatu telfon ,jangan sakit lagi sayang ,bidadari ku jaga diri baik baik " bisik Farhan setengah tidak rela melepaskan Reina


"Iya mas juga ,do'ain adek berhasil ya mas .. Sayang mas ...muachh" Reina mengecup singkat pi Farhan dan segera melangkah masuk membawa barang barang nya sendiri meninggalkan Farhan yang di depan pintu.


Farhan berjalan ke parkiran ia masuk ke mobil nya dan segera melaju di jalanan menuju ke pondok pusat tempat dimana banyak kerjaan yang menunggu nya


Reina masuk ke kamar asrama ...di sini sangat sepi karena kawan kawan nya semua ada di kelas ,Reina menatap lemari nya menyusun barang barang nya satu persatu .hingga akhirnya bel keluar terdengar di penjuru pondok ...


"Reina !!" Teriak salah satu dari mereka yang menyadari kehadiran nya di kamar ini


"Reina dah datang?" Seketika Reina langsung diserbu mereka menanyakan keadaan nya ,mereka tahu kasus yang terjadi di dapur umum menimpa salah satu dari teman sekamar mereka


"Ya Allah .....astagfirullah " hanya kata kata itu yang terucap ketika mereka melihat bekas luka luka yang hampir hilang di wajah Reina


"Reina ...,"panggil hawa dan jasmin seketika membelah kerumunan mereka seakan akan sedang menahan tangis berjalan ke arah nya


"Kamu sudah datang ...maafkan kami"ujar hawa dan jasmin memeluk Reina ,mereka bahkan tidak tahu apa yang terjadi dengan sahabat mereka ,ketika mereka tahu Reina sudah pergi dari pondok


"Haha hahah Gapapa kok "tawa kaku Reina semakin membuat suasa semakin sedih

__ADS_1


"Asli .....hei dont cry i really Okay "ujar Reina ketika air mata kedua sahabat nya mulai berjatuhan


"Siapa sih yang nangis ,gak tuh" jasmin menyembunyikan wajah nya ia benar benar cengeng


"I Miss you so hard" ujar hawa terus terang


Reina hanya tersenyum ,ia juga rindu kedua sahabat nya ini hampir dua minggu ia libur ,dengan senyum andalan nya "ke kantin yuk lapar" ujar Reina membuat kedua sahabat nya saling bertatapan kemudian tertawa


"Orang sedih dia lapar "ujar hawa setengah tertawa dan menangis di ikuti anggukan dan tawa jasmin menyetujuinya


Akhirnya ketiga sejoli itu mengisi perut mereka di kantin sambil membahas kejadian menimpa Reina ,hawa sampai tak percaya ada santri seperti mereka di pondok ini ,berbeda dengan jasmin yang kesal dengan keputusan ustadz Farhan ,suami Reina ,sangat diluar nalar nya wajah sahabat nya sudah terluka karena perbuatan mereka kenapa justru mereka di beri kesempatan di saat harus nya ustadz membela sahabat nya


"Arghhhhh kenapa tidak adil sekali " ujar jasmin sambil meminum jus pesanan nya dengan emosi yang di tahan nya


"Jangan jadikan orang jahat semakin jahat dengan ego kita ,jadilah orang ikhlas yang berharap kebaikan merubah hatinya menjadi orang yang lebih baik ,begitu kata mas Farhan " jawab Reina membuat jasmin terdiam


"Tapi ... Arghhh tetap saja aku tak terima"


Reina tertawa melihat jasmin justru lebih kesal dari nya saat tahu keputusan mas farhan ,sedangkan hawa ia hanya diam saja tak berani berkutik karna pembicaraan ini menyangkut abang pertama nya


Di lain sisi tiga orng sedang sibuk terhanyut dalam obrolan mereka ..yang membahas bagaimana cara mereka menemukan gadis kecil yang menjadi alasan mereka di hukum


"Aku ingat sekali ia seperti orang Asia "ujar salah satu dari mereka mencoba mengingat wajah reina


"Benar ia juga pendek "timpal salah satu dari mereka


Sedangkan charmila ia tidak tertarik untuk ikut gabung ...baginya kesempatannya yang diberikan pondok amat lah berharga Karna jika ia keluar dari pondok ibunya pasti sangat kecewa krna ia lah alasan dibalik kesusahan ibu nya selama ini

__ADS_1


__ADS_2