Ustadz And I

Ustadz And I
-


__ADS_3

Reina mengangkat kepalanya memberanikan diri melihat sosok di depannya


"Kamu!????"


" jangan cuma liat saya ,tapi baca name tag saya" tambah kk kaca mata itu


"kk Rahma" sahut Reina setelah membaca name tag di rompi abu abu milik kk yg berada di depan nya


"bagus ,lain kali ingat ! untuk membaca name tag ! jangan asal mensifati kamu! " sahut kk Rahma dengan nada judes nya


"saya permisi kk rahma" sahut Reina lebih hati hati


"ya Silahkan…"jawab Rahma mempersilahkan


Reina pergi ke sudut ruangan ada sekitar 20 orang santri berkumpul di sudut ruangan ,tanpa basa basi Reina segera bergabung bersama mereka .


"hukuman kalian adalah kalian tim kebersihan acara pertemuan wali santri yg akan diadakan 1 Minggu lagi ,ingat!! petugas kebersihan tidak bisa mengikuti kegiatan acara sampai selesai ,tugas kalian adalah memastikan tidak adanya SAMPAH!! ingat tidak ada SAMPAH!! " seru salah seorang kk keamanan , suaranya sudah melebihi toa


Reina mengisi absen hukuman setelah itu ia boleh kembali …


saat Reina keluar dari pintu Jasmin menghampiri nya " ya Allah kamu nggak kenapa Napa kn?" tanya Jasmin heboh


"nggak kenapa kenapa kok" sahut reina berlalu pergi ke asrama


" Reina ! tunggu !!! kamu dapat hukuman apa!? " tanya Jasmin berlari mengikuti Reina


"jadi petugas kebersihan di acara pertemuan wali santri" jawab Reina enteng


"kamu mau?" tanya Jasmin memastikan


" kenapa tidak " jawab Reina enteng


" ya Allah reina!! kamu tau nggak tugas petugas kebersihan ?" tanya Jasmin


"tau memastikan tidak ada SAMPAH ! SAMPAH" sahut Reina menirukan suara kk keamanan tadi


" dan kamu mau?" tanya Jasmin


"iya aku mau ,mau nggak mau ya hari mau jas...


kamu nggak usah khawatir , orang tua aku nggak datang" sahut Reina sambil berjalan meninggalkan Jasmin yg terdiam di tempatnya


"maaf rei…" ujar Jasmin


"hahah apasihh , gapapa kok " sahut Reina dengan nada ceria


"asli gapapa " tanya jasmin lagi


"iya gapapa" bales Reina


Reina menggadeng Jasmin berjalan menuju asrama


"eeeeittss mau kemana ?" sahut Jasmin saat Reina menuntun nya ke arah kamar asrama


" ke kamar" jawab Reina ..


" jangan ke kamar dulu ,temani aku dulu" sahut Jasmin mengandeng reina ke arah berlawanan dari arah kamar mereka


"mau kemanaa!!" sahut Reina enggan


" temani aku " sahut jasmin berjalan ke suatu tempat

__ADS_1


"ngapain ke taman ini?!" tanya Reina melihat tempat yang di tuju jasmin adalah tempat dimana dirinya jatuh dari pohon


"cantik kan " sahut jasmin memperlihatkan taman yang 360° berbeda dari sebelumnya ..


"kok bisa ?" tanya Reina takjub taman yang awalnya terbengkalai ini sekarang sudah berubah mengikuti taman yg indah


"aku dan hawa yg membersihkan taman ini,saat kamu di rumah sakit" sahut Jasmin sambil duduk di ayunan kayu yg ia buat bersama hawa


"waw" balas Reina


"oh ya ngapain kita ke sini?" tanya Reina sadar kenapa Jasmin membawa nya ke sini


"heheh sebenarnya aku mau minta tolong "jawab Jasmin cengengesan


"minta tolong apa "tanya Reina mulai curiga


"jadi gini aku mau taruh ini ,di atas pagar itu" Jasmin menunjuk pagar tinggi dan satu tangan nya membawa kertas origami yg di bentuk menjadi love


"ngapain kamu taruh itu di situ?" tanya Reina serius


" jadi gini Reina aku nii sekarang jatuh cinta ,tapi gak tahu sama siapa jadi , kalau surat ini bisa jatuh ke tangan seseorang berarti dialah jodoh ku"sahut jasmin dengan teori terbaru nya


" emang bisa gitu yaa?" tanya Reina yg mulai tertarik


" bisa Reina ! " jawab Jasmin antusias


"tau dari mana bisa kyk gitu?" tanya reina mulai berfikir


" sebenarnya sihh aku juga gak tau, tapi ntah mengapa hati ku seperti berkata aku harus melakukan nya ,dan aku yakin ini cara yang tepat" jawab Jasmin lebay


"hah ! jangan jangan ! kamu niru novel yg kamu baca itu ya" sahut Reina ingat


"heheheh kok tahu!" jawab Jasmin cengengesan


"Reina lepaskan! sakit tangan aku " sahut Jasmin meminta Reina melepaskan tangan nya


" aku gak akan lepaskan sebelum kamu berubah pikiran" sahut Reina ngotot


"iyaaa aku nggak buat kok" sahut Jasmin sambil meminta Reina melepaskan tangan nya


Reina melepaskan tangan Jasmin


"kn liat ...jadi merah" sahut Jasmin pura pura kesakitan


"maaf yaa jas " sahut Reina merasa bersalah melihat tangan Jasmin


" apaan sih aku bercanda" sahut jasmin hati nya tak tega melihat Reina menatap nya dengan tatapan seperti itu


"maaf ya jas"sahut Reina lagi disisi lain ia juga merasakan perasaan tak enak saat ia tak bisa mengikuti kemauan teman nya


" apaan siih gapapa tau" sahut Jasmin menggandeng Reina pergi


"oh ya ,hawa mana ?" tanya Reina


"hmm di perpus kyk nya" sahut Jasmin


mereka pun berjalan bergandengan


ada sedikit perasaan lega yg Reina rasakan , Jasmin tidak mempersalahkan larangan nya


2 hari kemudian……

__ADS_1


Susana pagi yang sibuk seolah olah mereka sedang dikejar oleh waktu


ada yg berlari dan ada yg santai tanpa beban


salah seorang santri berjilbab maroon dengan rompi kotak kotak hitam sewarna dengan cadar nya berjalan tergesa-gesa , sesampainya di kelas ia menatap lama pintu kelas nya


hampir saja ia terlambat ,ia lupa bahwa hari ini adalah hari penting dimana pengumuman lomba akan diumumkan"


Reina berjalan ke meja nya ,menit berlalu


Reina menatap cemas ke arah pintu hijau ,ustadz belum juga datang ,


perasaan nya Sekarang ini tidak bisa ia jelaskan cemas,takut dan harap bercampur menjadi satu


"klekk" pintu hijau terbuka


tidak berapa lama kemudian muncul seorang yg kehadiran nya ,sudah di nanti suruh santri termasuk Reina


Farhan berjalan ke arah meja nya


sebelum duduk ia menempelkan sesuatu di papan tulis , Sebuah kertas pengumuman yg dinanti oleh santri santri nya


Farhan berjalan kembali ke arah meja nya dan duduk ,ia membaca beberapa doa pembuka pembelajaran ,matanya tanpa ia sadari selalu ingin memperhatikan tingkah laku Reina


"baiklah kalian bisa maju ke depan untuk melihat hasil nya " sahut Farhan


para santri otomatis berjalan ke depan untuk melihat kertas yg ada di papan tulis termasuk Reina


Reina yg bersemangat maju ke depan rombongan untuk mencari nama nya di urutan berapa


matanya menulusuri tiap nomor dari atas ,dan ketemu ……


"DEG " Reina memegangi dadanya,seakan akan dunia berhenti ,Reina menatap namanya lama


tak peduli orang orang berkerumun dan berdesakan ,Reina terdiam


Farhan menangkap reaksi Reina


"Reina " batin Farhan mengeluh


ingin rasanya ia berjalan ke arah Reina menarik nya dari desakan para santri itu dan langsung memeluk erat Reina ,dan berkata "tidak apa apa," pada gadis itu


ingin rasanya ia mendekap erat tubuh mungil itu dan berkata"kamu sudah lakukan yg terbaik" tapi apa daya ,waktu seakan belum mengizinkan nya ,


"Reina ! " hawa menyadarkan Reina


"kamu gapapa" tanya hawa lagi


" A..a..apa ,aku gapapa" jawab Reina memaksakan untuk tersenyum


hawa tau sahabatnya ini sedang berbohong ,dengan cepat hawa memeluk Reina "gapapa Rei "bisik hawa di tengah pelukan


"iya " jawab Reina dengan nada rendah


berapa menit kemudian para santri kembali ke meja mereka masing masing ,


dan pelajaran pun dimulai


di tengah pelajaran ,Farhan berhenti menerangkan pelajaran ia terdiam saat berbalik badan ke arah para santri


matanya menangkap tubuh Reina yg gemetaran

__ADS_1


dan air mata yg jatuh ke buku Reina


"ku mohon jangan menangis"


__ADS_2